Tuesday, February 10, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaSatu Rekor MURI Diciptakan di Kampung Batik Laweyan

Satu Rekor MURI Diciptakan di Kampung Batik Laweyan

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Karpet merah sepanjang 200 meter membentang di Jl. Sidoluhur, Laweyan, tepatnya dari Tugu Batik hingga simpang empat Jl. Tiga Negeri. Para model berjalan dengan anggunnya di sepanjang catwalk itu.

Malam itu, Sabtu (29/9/2018), sedang diadakan Fashion Show on the Street yang menampilkan tema baju batik muslimah. Kegiatan tersebut merupakan rangkaian acara Festival Laweyan 2018.

Berbagai jenis baju batik muslimah dengan beragam motif dikenakan para model. Busana-busana tersebut merupakan produk bikinan rumah-rumah batik di Kampung Batik Laweyan.

Fashion Show on the Street diikuti oleh anak-anak, remaja, dan dewasa. Peserta berasal dari beberapa agensi model di Kota Solo, perorangan, maupun kelompok umum.

Diikuti 581 model, peragaan busana batik muslimah ini berhasil masuk ke catatan Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan nama rekor “Peragaan Busana Muslimah Motif Batik Terbanyak”. Rekor ini masuk dalam urutan rekor ke-8647.

Wakil Wali Kota Solo, Achmad Purnomo, melalui Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Solo, Untara, berharap dari acara ini agar potensi seni dan budaya Kota Solo semakin berkembang dan tidak hanya sekedar menjadi tontonan hiburan semata melainkan mampu menjadi fiiosofi kehidupan bermasyarakat.

Festival Laweyan merupakan kegiatan yang menampilkan kreativitas, seni budaya, dan kearifan lokal Kelurahan Laweyan. Selain untuk memperingati hari ulang tahun Kampung Batik Laweyan dan memeriahkan Hari Batik Nasional, festival ini juga ditujukan sebagai upaya penguatan aset-aset pendukung wisata Kampung Batik Laweyan khususnya di bidang kreatif, seni, dan budaya.

2018 ini menjadi tahun keempat digelarnya Festival Laweyan. Mengusung tema “Nyawang Laweyan”, event ini ingin lebih mengenalkan Kampung Batik Laweyan kepada masyarakat luas.



Di hari terakhir Festival Laweyan, Selasa (2/10/2018), bakalan ada penganugerahan Laweyan Award kepada perorangan, lembaga, dan instansi pemerintah yang selama ini turut membantu mengembangkan Kampung Batik Laweyan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mangkunegaran Meresmikan Layanan Ambulans Jenazah dan Pembukaan Kembali Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran

Surakarta, 5 Februari 2026. Mangkunegaran meresmikan layanan ambulans jenazah dan membuka kembali Perpustakaan Reksa Pustaka...

Maraton 48 Jam: Intip Keseruan Global Game Jam Solo 2026 di Solo Technopark!

Soloevent.id - Global Game Jam Solo 2026 kembali digelar pada 30 Januari hingga 1...

Chef Jane Spill Rahasia “Dubai Chewy Cookies” di Atrium Neo Solo Grand Mall.

Soloevent.id - Neo Solo Grand Mall kembali menggelar acara festival kuliner pada 23 Januari...

More like this

Mengenal Boga Sambrama: Tradisi Berbagi Jajanan Khas Mangkunegaran Setiap 35 Hari

Soloevent.id - Pura Mangkunegaran menggelar acara Boga Sambrama di Pamedan Pura Mangkunegaran Sabtu (31/1/2026)....

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...