Wednesday, December 31, 2025
spot_img
HomeSeni dan BudayaMengapresiasi Seni Rupa Indonesia di Tumurun Private Museum

Mengapresiasi Seni Rupa Indonesia di Tumurun Private Museum

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Selain menjadi pendiri perusahaan tekstil terbesar di Asia Tenggara, PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex), almarhum H.M. Lukminto rupanya juga merupakan kolektor karya seni. Dan sekarang, koleksi-koleksinya bisa dinikmati di Tumurun Private Museum.

“Tumurun memiliki makna mewariskan dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Hari ini, museum kami buka secara umum. Kami mengundang 300 pengunjung untuk melihat koleksi Tumurun,” ungkap Iwan Kurniawan Lukminto, putra H.M. Lukminto sekaligus owner Tumurun Private Museum, saat soft opening museum tersebut, Sabtu (14/4/2018).

AwaInya, Iwan merasa sayang saat melihat koleksi ayahnya yang hanya diletakkan di garasi dan tidak terawat. Ia bersama sang istri yang juga penikmat seni, Mira C. Setiady, kemudian berinisiatif untuk menjadikannya dalam satu tempat.

Lelaki yang kerap disapa Wawan itu menguraikan, Tumurun Private Museum menjadi salah satu apresiasi keluarga besar Lukminto dalam bidang seni di Indonesia, khususnya seni rupa. “Tujuannya menghargai seni rupa di Indonesia. Seni rupa di Indonesia memiliki potensi yang luar biasa. Namun, peminat dalam negeri ternyata masih sangat kurang,” ungkapnya.

Tumurun Private Museum berada di Jalan Kebangkitan Nasional RT 02/RW 04 Teposanan, Kelurahan Sriwedari, Kecamatan Laweyan, Solo. Ada 100-an koleksi karya seni yang dipajang, di antaranya lukisan karya anak bangsa dan perupa internasional, karya seni artifisial, serta tiga mobil antik.

Namun sayangnya, museum ini masih bersifat privat dan dibuka secara terbatas. Menurut Wawan infrastrukturnya belum memadai untuk menyambut pengunjung dalam jumlah banyak. Walau begitu, pengelola membuka lebar kesempatan bagi instansi yang ingin berkunjung dengan membuat janji terlebih dahulu.



- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

CEO yang Pernah Ditipu Habis-habisan Berbagi kisah di Solo, Bawa Misi “Re-Connect” yang Bikin 500 Orang Mewek!

Soloevent.id - Roadshow Event "Re-Connect" The Journey of Love mampir ke Kota Solo. Event...

Solo Baru Punya Lapangan Bola di Rooftop Pertama di Jateng. Harganya Cuma Segini?

Soloevent.id - Hartono Trade Center Sky Soccer Hadir pertama kalinya di Jawa Tengah. Sebuah...

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...