Monday, June 22, 2026
HomeSeni dan BudayaMahasiswa Kalimantan Barat Unjuk Kearifan Lokal di Tanah Rantau

Mahasiswa Kalimantan Barat Unjuk Kearifan Lokal di Tanah Rantau

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Sabtu (7/4/2018) malam, Keluarga Pelajar Mahasiswa Kalimantan Barat (KPMKB) Surakarta menggelar event bertajuk Pentas Budaya #3 di Plaza Sriwedari. Mengusung tema “Cakrawala di Kaki Borneo”, para mahasiswa unjuk kebolehan membawakan kesenian khas Kalimantan Barat.

Salah satunya adalah tari Cidayu. Ditampilkan oleh Sanggar Rahadjuant Yogyakarta, tarian ini melambangkan kebersamaan tiga etnis di Kalimantan Barat, yaitu Dayak, Melayu, dan Tionghoa. “Kami menari bersama menceritakan keselarasan yang tercipta di antara perbedaan yang ada,” ungkap Riko Parhan, mahasiswa asal Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, yang juga salah satu anggota kelompok tersebut.

Lalu ada juga Bektiarni Arum Ningtyas. Bersama satu temannya, mahasiswi Universitas Ahmad Dahlan itu menampilkan syair gulung. “Alhamdulillah sangat bersyukur bisa tampil dan memperkenalkan budaya dari Kalimantan Barat. Senang sekali bisa membawakan syair Melayu di kota rantau,” tuturnya saat ditemui Soloevent. Syair yang ia baca berisi nasihat. Dibawakan dengan cara bersahutan, syair itu ditulis dalam gulungan kertas panjang.

Selain yang disebut di atas, Pentas Budaya 3 juga menampilkan kekhasan lain dari Kalimantan Barat, seperti kuliner, atraksi bela diri, pertunjukan musik tradisional, suvenir, sekaligus promosi pariwisata.

Ketua Panitia Pentas Budaya 3, Yolanda Putri Amanda, mengatakan acara ini dibikin untuk mengenalkan budaya Kalimantan Barat kepada warga Solo. “Kami juga ingin [memberi tahu] teman-teman dari Kalimantan lainnya yang [saat ini] di Solo dan enggak tahu harus kemana saat butuh teman dan keluarga, ada wadah yaitu KPMKB,” ujar mahasiswi semester 8 dari Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta tersebut.



Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, memberikan apresiasi kepada KPMKB Surakarta yang menggagas acara ini. “Acara ini menunjukan komitmen generasi muda dalam mempertahankan kesenian budaya masyarakat Borneo,” ujarnya dalam sambutan tertulisnya. Rudy berharap dengan acara-acara semacam ini dapat semakin menegaskan Solo sebagai kota budaya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

TEDxUNS 5.0 angkat Falsafah Jawa “Mulat Sarira” sebagai Salah Satu Temanya

TEDxUNS (Technology, Entertainment, Design x Universitas Sebelas Maret) 5.0 sukses diselenggarakan pada Sabtu, 13...

I Love Emas Resmi Hadir di Solo Paragon Mall, Tawarkan Kemudahan Proses Menjual Emas

Soloevent.id - PT Muara Logam Indonesia (I Love Emas), perusahaan yang bergerak di bidang...

Gurihnya Jenang Suro Gratis di Pasar Triwindu, 500 Porsi Ludes!

Soloevent.id - Paguyuban Pedagang Pasar Triwindu Solo menggelar tradisi unik bulan suro yaitu tradisi...

More like this

Gurihnya Jenang Suro Gratis di Pasar Triwindu, 500 Porsi Ludes!

Soloevent.id - Paguyuban Pedagang Pasar Triwindu Solo menggelar tradisi unik bulan suro yaitu tradisi...

Solo Heritage Festival 2026 Hadirkan Panggung Awarding di Taman Balekambang Solo

Soloevent.id - Solo Heritage Festival 2026 kembali digelar pada Jumat-Minggu (12-14/6/2026) di Taman Balekambang...

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...