Monday, June 29, 2026
HomeSeni dan BudayaMenciptakan Kebahagiaan Lewat Sketsa Wajah

Menciptakan Kebahagiaan Lewat Sketsa Wajah

Published on

- Advertisement -spot_img

BALAI-SOEDJATMOKO-001

 

Soloevent.id – “Menggambar jadi alat persahabatan bagi saya,” kata Sigit Santosa. Perupa kelahiran Solo, 25 Oktober 1950 itu selalu membawa peralatan perangnya yang sederhana: kuas, tinta watercolor, dan kertas ke mana pun ia melangkah.

 

Apabila dia menemukan orang-orang dengan wajah berkarakter, ia tak sungkan menghampiri dan kemudian membikin sketsa wajahnya. Mayoritas wajah yang ia sketsa adalah perempuan. Laki-laki juga ada, asalkan wajahnya punya karakter. “Pria yang tidak berkarakter tidak enak digambar. Kalau wanita selalu menyenangkan untuk digambar,” terangnya, Rabu (17/1/2018).

 

BALAI-SOEDJATMOKO-002

 

Dalam sehari, Sigit menuturkan, ada ribuan wajah yang ia amati. Jika ada yang klop, ia segera memulai “ritual”. Yang kerap kali menjadi obyek gambar adalah mahasiswinya. Berkarya setiap hari dilakukannya untuk mendisiplinkan diri sebagai seniman.

 

Jika ingin melihat seperti apa karya Sigit Santosa, bisa berkunjung ke Bentara Budaya Balai Soedjatmoko, 17-23 Januari 2018. Dalam pameran tunggal bertajuk High Dreams of A Teacher itu ada 59 guratan tangan Sigit.

 

BALAI-SOEDJATMOKO-003

 

Paras-paras ayu mahasiswi maupun orang-orang yang Sigit lukis mempercantik ruang pamer Bentara Budaya Balai Soedjatmoko. Wajah-wajah itu menampilkan senyum, merenung, atau menatap kosong.

 

Salah satu sketsa wajah yang dipajang adalah milik Veronica Tan, istri Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Vero-lah yang membuka pameran tunggal Sigit di Bentara Budaya Jakarta, 27 Agustus 2015 silam. Usut punya usut, putri Ahok ternyata berguru melukis kepada Sigit. “Saya mensketsa Bu Vero dari foto,” jelas dia.

 

BALAI-SOEDJATMOKO-004

 

Lewat sketsa, persahabatannya dengan Romo Mudji Sutrisno (budayawan) juga bertambah lekat. “Saya deg-degan saat membuat sketsanya,” ucap Sigit sambil tersenyum.

 

Selain sketsa wajah, seniman sekaligus dosen di Sekolah Tinggi Desain Interstudi dan Politeknik Negeri Media Kreatif ini juga membingkai rupa kota dalam sketsa. Kecintaannya terhadap kota tumpah darahya, Solo, dicuplikkan lewat sketsa Pasar Gede. Di pameran ini ia juga menampilkan aktivitas di pelabuhan Sunda Kelapa. “Saya sangat tertarik dengan bangunan. Itu membuat saya terenyuh,” ujarnya.

 

BALAI-SOEDJATMOKO-005

 

Di usia yang ke-67, Sigit menikmati prosesnya sebagai perupa. Baginya momen ketika menggoreskan kuas adalah hal yang menyenangkan. Tidak hanya bagi dirinya, tapi juga orang lain. Karena dalam hidupnya, Sigit memegang satu falsafah Jawa yang jika diartikan berarti “Ciptakanlah karya yang bisa menimbulkan rasa senang bagi orang lain”.

 

 

Penulis: Reza Kurnia Darmawan

Foto: Reza Kurnia Darmawan

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Atraksi Komunitas Solo Roller Blade, BMX dan Skateboard Meriahkan HUT Solo Car Free Day ke-16

Soloevent.id - Hari Ulang Tahun (HUT) Solo Car Free Day Solo Digelar Secara Meriah...

Gaya Hidup Sehat Modern : Intip Serunya Solo Wellness Tourism Expo 2026

Soloevent.id - Program studi D3 Pariwisata di Universitas Sebelas Maret (UNS) atau dikenal sebagai...

TEDxUNS 5.0 angkat Falsafah Jawa “Mulat Sarira” sebagai Salah Satu Temanya

TEDxUNS (Technology, Entertainment, Design x Universitas Sebelas Maret) 5.0 sukses diselenggarakan pada Sabtu, 13...

More like this

Gurihnya Jenang Suro Gratis di Pasar Triwindu, 500 Porsi Ludes!

Soloevent.id - Paguyuban Pedagang Pasar Triwindu Solo menggelar tradisi unik bulan suro yaitu tradisi...

Solo Heritage Festival 2026 Hadirkan Panggung Awarding di Taman Balekambang Solo

Soloevent.id - Solo Heritage Festival 2026 kembali digelar pada Jumat-Minggu (12-14/6/2026) di Taman Balekambang...

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...