Wednesday, August 12, 2026
HomeMusikAdrian Yunan dan Kebangkitannya Melawan Penyakit

Adrian Yunan dan Kebangkitannya Melawan Penyakit

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Jika kamu adalah penggemar band Efek Rumah Kaca, tentunya tidak asing dengan seseorang bernama Adrian Yunan. Dia adalah pemain basnya. Namun, karena masalah kesehatan, dia terpaksa rehat.

Jadi ceritanya, Adrian didiagnosis mengidap behçet’s disease, penyakit yang dapat melemahkan saraf di badan. Untuk kasus Adrian, penyakit tersebut menyerang penglihatannya.

Adrian sempat terpukul, tapi akhirnya memilih bangkit. Salah satu wujud kemenangannya adalah album solo perdana bertajuk Sintas yang dirilis pada Juni 2017. Ada sepuluh lagu bernuansa pop-folk di album ini, semuanya berbahasa Indonesia.

Berdasar Kamus Besar Bahasa Indonesia, “sintas” berarti terus bertahan hidup dan mampu mempertahankan keberadaannya. Dari sini semua jelas, Sintas merupakan album yang menggambarkan bagaimana Adrian Yunan menjalani dan memandang kehidupan dari kacamata seorang penyintas.

Sepuluh track di Sintas sebenarnya Adrian siapkan untuk Efek Rumah Kaca, tapi akhirnya tidak terpakai. Oleh Cholil Mahmud (vokalis Efek Rumah Kaca), lagu-lagu itu disarankan dibikin sebagai proyek solo.

Dari album ini, pendengar diajak Adrian memasuki ruang-ruang pribadinya. Misal seperti “Terminal Laut”, sebuah lagu yang ia persembahkan kepada sang istri, Yonita Ismiyati. Di tengah kebimbangan kondisi fisiknya yang melemah sekaligus kekalutan karena belum juga dikaruniai anak, mereka kepingin refreshing ke pantai. Itulah inspirasi “Terminal Laut”.

Ada juga “Tak Ada Histeria” yang Adrian ciptakan saat terbaring selama masa-masa berat. Atau “Mikrofon”, lagu yang menjelaskan penghormatannya kepada musik, teman setianya yang mendampingi melewati cobaan. Saat jagoan putrinya lahir ke dunia, Adrian menciptakan “Mainan”, sebuah lagu permintaan maaf karena ia tidak sengaja merusak mainan anaknya.

Nah, lagu-lagu itu kemungkinan bakal dia bawakan saat manggung di Rapmafest #4, Sabtu (21/10/2017). Acara yang diadakan radio Rapma FM itu berlangsung di GOR UMS Surakarta Kampus 2. Ini adalah penampilan perdana Adrian Yunan dalam format solo.

 

Teks: Reza Kurnia Darmawan

Foto: Twtter

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Emparty Fest 2026, Hadirkan Ruang Berkarya Para Komunitas Seniman Merdeka

Soloevent.id - Pameran seni bertajuk Emparty Fest 2026 digelar di Taman Budaya Jawa Tengah...

Kirab 9 Pusaka di CFD Solo: Perayaan Semarak HUT ke-9 Museum Keris Nusantara!

Soloevent.id - Museum Keris Nusantara baru saja merayakan hari jadi ke-9 yang jatuh pada...

Korea Tourism Organization Perkuat Kerja Sama denganIndustri Pariwisata melalui Korea Tourism Seminar Solo 2026

Solo, 6 Agustus 2026 – Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta kembali memperkuat promosi pariwisata...

More like this

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...

Konser Live Arena, Disko Koplo Mr. Jono & Joni Guncang De Tjolomadoe

Soloevent.id - Konser Musik Live Arena digelar di Halaman Parkir Timur De Tjolomadoe, Rabu...

Puncak Acara Milad Rapma FM ke-28 Hadirkan Panggung Gigs Musik di Hetero Space Solo

Soloevent.id - Komunitas radio Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Rapma FM baru saja menggelar perayaan...