Thursday, February 19, 2026
spot_img
HomeMusikAdrian Yunan dan Kebangkitannya Melawan Penyakit

Adrian Yunan dan Kebangkitannya Melawan Penyakit

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Jika kamu adalah penggemar band Efek Rumah Kaca, tentunya tidak asing dengan seseorang bernama Adrian Yunan. Dia adalah pemain basnya. Namun, karena masalah kesehatan, dia terpaksa rehat.

Jadi ceritanya, Adrian didiagnosis mengidap behçet’s disease, penyakit yang dapat melemahkan saraf di badan. Untuk kasus Adrian, penyakit tersebut menyerang penglihatannya.

Adrian sempat terpukul, tapi akhirnya memilih bangkit. Salah satu wujud kemenangannya adalah album solo perdana bertajuk Sintas yang dirilis pada Juni 2017. Ada sepuluh lagu bernuansa pop-folk di album ini, semuanya berbahasa Indonesia.

Berdasar Kamus Besar Bahasa Indonesia, “sintas” berarti terus bertahan hidup dan mampu mempertahankan keberadaannya. Dari sini semua jelas, Sintas merupakan album yang menggambarkan bagaimana Adrian Yunan menjalani dan memandang kehidupan dari kacamata seorang penyintas.

Sepuluh track di Sintas sebenarnya Adrian siapkan untuk Efek Rumah Kaca, tapi akhirnya tidak terpakai. Oleh Cholil Mahmud (vokalis Efek Rumah Kaca), lagu-lagu itu disarankan dibikin sebagai proyek solo.

Dari album ini, pendengar diajak Adrian memasuki ruang-ruang pribadinya. Misal seperti “Terminal Laut”, sebuah lagu yang ia persembahkan kepada sang istri, Yonita Ismiyati. Di tengah kebimbangan kondisi fisiknya yang melemah sekaligus kekalutan karena belum juga dikaruniai anak, mereka kepingin refreshing ke pantai. Itulah inspirasi “Terminal Laut”.

Ada juga “Tak Ada Histeria” yang Adrian ciptakan saat terbaring selama masa-masa berat. Atau “Mikrofon”, lagu yang menjelaskan penghormatannya kepada musik, teman setianya yang mendampingi melewati cobaan. Saat jagoan putrinya lahir ke dunia, Adrian menciptakan “Mainan”, sebuah lagu permintaan maaf karena ia tidak sengaja merusak mainan anaknya.

Nah, lagu-lagu itu kemungkinan bakal dia bawakan saat manggung di Rapmafest #4, Sabtu (21/10/2017). Acara yang diadakan radio Rapma FM itu berlangsung di GOR UMS Surakarta Kampus 2. Ini adalah penampilan perdana Adrian Yunan dalam format solo.

 

Teks: Reza Kurnia Darmawan

Foto: Twtter

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...

Symphony Ramadhan di Mercure Solo: Nikmati Harmoni Menu Dunia di Jantung Kota

Soloevent.id - Bulan Ramadhan identik dengan momen berbuka puasa bersama keluarga, rekan dan komunitas....

More like this

Puncak Acara Milad Rapma FM ke-28 Hadirkan Panggung Gigs Musik di Hetero Space Solo

Soloevent.id - Komunitas radio Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Rapma FM baru saja menggelar perayaan...

Float hingga Efek Rumah Kaca Ramaikan Solo City Jazz ke-13 di Pamedan Pura Mangkunegaran

Soloevent.id - Solo City Jazz ke-13 kembali digelar pada 27 September 2025 dengan menghadirkan...

Solo City Jazz 2025 Hadirkan Musisi Local Pride Solo

Soloevent.id - Kota Solo tidak pernah sepi event seru setiap bulannya. Sabtu (27/9/2025) terdapat...