Wednesday, February 18, 2026
spot_img
HomeFilmFilm Pengabdi Setan: Joko Anwar Enggak Sembarangan Piliih Pemain

Film Pengabdi Setan: Joko Anwar Enggak Sembarangan Piliih Pemain

Published on

- Advertisement -spot_img

PENGABDI-SETAN-666

 

Soloevent.id – Sudah merasakan dihantui sama Ibu? Kalau belum, kamu bisa mencoba sensasinya dengan menonton Pengabdi Setan di bioskop-bioskop terdekat. FYI, sampai Jumat (6/10/2017), film yang disutradarai Joko Anwar ini masih diputar di bioskop-bioskop Kota Solo.

 

Sosok Ibu bisa dibilang jadi ikonnya Pengabdi Setan. Tokoh tersebut diperankan oleh Ayu Laksmi, seorang seniman serbabisa asal Bali. Apabila kamu sudah menonton, pasti bakal terngiang-ngiang bel yang dibunyikannya dan juga foto dirinya di sudut rumah.

 

Selain Ibu, ada Nenek yang juga meneror penonton. Salah satu maestro tari di Indonesia, Elly D. Luthan, ditunjuk Joko sebagai pemerannya.

 

Joko Anwar ternyata enggak sembarangan memilih keduanya. Ditemui saat roadshow Pengabdi Setan di Solo Square pada minggu lalu, latar belakang Ayu Laksmi dan Elly D. Luthan sebagai seniman menjadi alasan Joko mengajak mereka dalam proyek ini.

 

“Mereka yang memerankan karakter hantu adalah seniman. Jadi gerakannya enggak asal. Mereka menggabungkan antara teknis dan estetika,” terang Joko Anwar.

 

Horornya Pengabdi Setan ditunjang juga oleh pemeran-pemeran lain, sebut saja Tara Basro, Bront Palarae, Endy Arfian, Dimas Aditya, dan lain-lain. Jangan lupakan juga dua artis cilik, Nasar Annuz dan M. Adhiyat, yang bermain sebagai Bondi dan Ian. Keduanya bakal bikin satu studio tertawa.

 

Enggak hanya atmosfer horor yang ditonjolkan Joko Anwar di film Pengabdi Setan, melainkan juga kekuatan tokoh-tokoh dan sentuhan orang-orang di balik layarnya. Joko menganggap kesemua itu adalah pembeda dari film-film horor lain yang lagi banyak dibikin di Indonesia.

 

“Kru dan pemain kami lebih baik. Kokinya adalah orang-orang yang terbaik di bidangnya. Pemainnya juga udah enggak diragukan lagi,” ujar Joko.

 

Dengan racikan sedemikian rupa, sineas yang memenangi kategori “Penyutradaraan Terbaik” pada Festival Film Indonesia 2015 itu kepingin agar martabat film horor Indonesia naik serta penonton bisa mendapatkan film horor yang berkualitas dan berkelas.

 

 

Teks & foto: Reza Kurnia Darmawan

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Symphony Ramadhan di Mercure Solo: Nikmati Harmoni Menu Dunia di Jantung Kota

Soloevent.id - Bulan Ramadhan identik dengan momen berbuka puasa bersama keluarga, rekan dan komunitas....

Alila Solo Spill Agenda Februari : Ada Makan Malam di Rooftop sampai Menu Buka Puasa Unik!

Soloevent.id - Alila Solo mempersembahkan rangkaian acara dan penawaran istimewa yang diluncurkan bulan Februari...

Kegiatan Bersih-Bersih Menyambut Tahun Baru Imlek di Mangkunegaran

Surakarta,   14 Februari 2026. Mangkunegaran bersama komunitas Tionghoa di Surakarta mengadakan kegiatan Bersih-Bersih Mangkunegaran...

More like this

Annisa & Venly Bongkar Tantangan Akting Paling Berat di Film ‘Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?’

Soloevent.id - Gimana sih rasanya kalau diajak meet n greet dan nonton bareng sama...

GUMREGAH! Sinema Akhir Tahun #10 ISI Solo: Seruan Bangkit Lewat Karya, Targetkan Panggung Internasional.

Soloevent.id - Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Program Studi (Prodi) Film Institut Seni...

Dekade Kreativitas: Sinema Akhir Tahun ke-10 ISI Surakarta Rayakan Inovasi Film!

Festival Film Sinema Akhir Tahun #10 resmi dibuka hari ini Rabu (12/11) di Teater...