Wednesday, March 4, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaKirab Malam 1 Sura, Tujuh Kerbau Bule Datang Lebih Awal

Kirab Malam 1 Sura, Tujuh Kerbau Bule Datang Lebih Awal

Published on

- Advertisement -spot_img

KIRAB-MALAM-SATU-SURA-01

 

Soloevent.id – “Mas, mas, flash e dipateni! Yang pakai baju merah itu flash-nya dimatikan!” teriak salah satu tim keamanan Kirab Pusaka Keraton Surakarta kepada seorang pengunjung yang memfoto kerbau bule keturunan Kyai Slamet.

 

Tak hanya sekali, larangan itu kerap diulangi terutama saat lampu kilat muncul dari kerumunan penonton. Konon, penggunaan lampu flash dapat menyebabkan kerbau bule terganggu dan dikhawatirkan bakal lepas kendali.

 

Nah, tulisan di atas adalah sedikit cuplikan prosesi kirab malam 1 Sura yang diadakan Keraton Kasunanan Surakarta, Kamis (21/9/2017), untuk memperingati tahun baru Dal 1951 dalam penanggalan Jawa.

 

KIRAB-MALAM-SATU-SURA-03

 

Di tahun ini, Keraton Surakarta mengeluarkan tujuh kerbau bule. Tak seperti biasanya, mereka datang lebih awal. Sekitar jam 22.15 WIB, pagar di sisi timur Kori Kamandungan dibuka. Ini adalah tanda kalau kerbau bule segera memasuki area depan Kori Kamundangan.

 

Benar saja, tak berselang lama tujuh kerbau bule didampingi beberapa pawang berjalan dari timur. “Buka, buka, jalannya dibuka!” perintah tim keamanan kepada penonton agar mundur dan memberikan jalan kepada kerbau bule.

 

Sesampainya di depan Kori Kamandungan, pawang menyebar potongan singkong sebagai makanan kerbau bule. Mereka diperlakukan penuh hormat.

 

KIRAB-MALAM-SATU-SURA-04

 

Soloevent sempat bertanya kepada salah seorang abdi dalem, kenapa kok ketujuh kerbau bule datang lebih awal? “Ini kehendak mereka sendiri. Kalau mereka sudah mau berjalan ya kami turuti. Dulu bahkan pernah terjadi, kirab dimulai sangat malam karena mereka belum mau bergerak,” katanya.

 

Setelah diberi makan, tujuh kerbau bule keturunan Kyai Slamet diberi kalung melati. Mereka kemudian menjadi cucuk lampah atau barisan paling depan dalam Kirab Pusaka Keraton Surakarta.

 

Selain tujuh kerbau keturunan Kyai Slamet, Keraton Surakarta juga mengirab 19 pusaka. Kirab malam 1 Sura diikuti oleh sentana dalem, kerabat dalem, dan abdi dalem Keraton Surakarta. Kirab berlangsung dari Kori Kamandungan-Supit Urang-Alun-alun Utara-Jl. Pakoe Boewono-Jl. Jenderal Sudirman-Jl. Mayor Kusmanto-Jl. Kapten Mulyadi-Jl. Veteran-Jl. Gatot Subroto-Jl Slamet Riyadi-Jl. Pakoe Boewono-dan finish di Kori Kamandungan.

 

 

Teks & foto: Reza Kurnia Darmawan

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Ramadhan Iftar The Sunan Hotel Solo Hadirkan Fashion Show Koleksi Batik Riana Kesuma

Soloevent.id - The Sunan Hotel Solo menggelar acara Fashion Show Ramadhan Collection di Narendra...

Aston Solo Hotel Hadirkan Pengalaman Iftar Dunia dengan Sentuhan ASEAN

Soloevent.id - Dalam menyambut bulan suci ramadhan, Aston Solo Hotel resmi memperkenalkan rangkaian program...

Rayakan Hari Pers Nasional, Monumen Pers Solo Pamerkan 101 Koleksi Iklan Ikonik.

Soloevent.id - Monumen Pers Nasional Solo menggelar pameran bertajuk Warta Pariwara yang menampilkan koleksi...

More like this

Upacara Peringatan HUT ke-281 Kota Solo, Masyarakat Umum Ikut Kenakan Busana Adat Jawa

Soloevent.id - Ribuan peserta memadati Stadion Sriwedari untuk mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun...

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...