Thursday, October 15, 2026
HomeSeni dan BudayaKostum Solo Batik Carnival Seberat 33 Kilogram Itu Seharga 1,3 Juta

Kostum Solo Batik Carnival Seberat 33 Kilogram Itu Seharga 1,3 Juta

Published on

- Advertisement -spot_img

 

 

Soloevent.id – Pawai kostum Solo Batik Carnival menjadi tontonan tiap tahun yang selalu ditunggu. Melihat desain kostum yang megah dan cukup rumit, sudah pasti proses pembuatannya tidak boleh asal-asalan.

 

“Sebelum bikin desain, kami konsultasi ke instruktur supaya diberi arahan. Kalau ada pakem ya kami ikuti, seperti untuk tema-tema defile tahun ini ada pakem yang beda-beda,” ungkap salah satu performer defile Wayang, Erfan Haryanto.

 

Peserta dibebaskan membikin desain, asalkan sesuai tema. Contohnya di defile Wayang. Desainnya bisa terinspirasi dari filosofi dan bentuk tiap tokoh wayang, kendaraan, senjata, bahkan musuh dalam cerita.

 

Selain itu motif batik yang dipakai juga harus diperhatikan. “Jika yang diangkat Rama Sinta, batiknya pakai motif sido dan wahyu tumurun. Motif itu warna dominannya emas, tembaga, dan kuning yang mencerminkan wayang sebagai pusaka Indonesia,” ucap pria berusia 26 tahun ini.

 

Tiap peserta menyelesaikan kostum dalam durasi berbeda-beda. Erfan mengaku butuh waktu satu minggu untuk membuatnya. Berat kostum yang ia buat pun mencapai 33 kilogram!

 

 

Ketika disinggung biaya pembuatan kostum, ia menjelaskan ada dua jalur, yakni independen dan subsidi pihak pemerintah lewat kelurahan. Erfan memilih jalur independen dan menghabiskan sekitar 1,9 juta Rupiah.

 

Sudah bikin kostum sendiri, diperagakan sendiri, biaya pembuatannya pun tidak murah. Jadi sebenarnya apa sih keuntungan yang dirasakan peserta ikut Solo Batik Carnival?

 

Erfan menjawab bahwa ia bisa menjadi brand ambassador ketika ada karnaval di kota lain, dan secara tidak langsung membuka relasi. “Selain itu banyak instansi kedinasan atau perseorangan yang menghendaki kostum batik carnival sebagai maskot perusahaan, sehingga mau tidak mau kostum akan disewa, dan tidak satu tahun bisa balik modal,” kata pria asal Karanganyar ini.

 

Senada dengan Erfan, Dhav Mahendra asal Tuban juga bisa mendapat banyak relasi lewat Solo Batik Carnival. Sebagai seorang seniman yang melakoni bisnis make up dan desain, Dhav biasanya kebanjiran pesanan setelah acara seperti ini. “Event ini bisa menjadi tempat untuk memperlihatkan keahlian kami,” ucapnya.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Disco Pilates Hadir Pertama Kali di Solo, Musro The Sunan Hotel Solo

Kolaborasi Yogashala dan Music Room The Sunan Hotel Solo SOLO, 3 Oktober 2026 — Ada...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

More like this

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...