Saturday, July 25, 2026
HomeSeni dan BudayaKostum Solo Batik Carnival Seberat 33 Kilogram Itu Seharga 1,3 Juta

Kostum Solo Batik Carnival Seberat 33 Kilogram Itu Seharga 1,3 Juta

Published on

- Advertisement -spot_img

 

 

Soloevent.id – Pawai kostum Solo Batik Carnival menjadi tontonan tiap tahun yang selalu ditunggu. Melihat desain kostum yang megah dan cukup rumit, sudah pasti proses pembuatannya tidak boleh asal-asalan.

 

“Sebelum bikin desain, kami konsultasi ke instruktur supaya diberi arahan. Kalau ada pakem ya kami ikuti, seperti untuk tema-tema defile tahun ini ada pakem yang beda-beda,” ungkap salah satu performer defile Wayang, Erfan Haryanto.

 

Peserta dibebaskan membikin desain, asalkan sesuai tema. Contohnya di defile Wayang. Desainnya bisa terinspirasi dari filosofi dan bentuk tiap tokoh wayang, kendaraan, senjata, bahkan musuh dalam cerita.

 

Selain itu motif batik yang dipakai juga harus diperhatikan. “Jika yang diangkat Rama Sinta, batiknya pakai motif sido dan wahyu tumurun. Motif itu warna dominannya emas, tembaga, dan kuning yang mencerminkan wayang sebagai pusaka Indonesia,” ucap pria berusia 26 tahun ini.

 

Tiap peserta menyelesaikan kostum dalam durasi berbeda-beda. Erfan mengaku butuh waktu satu minggu untuk membuatnya. Berat kostum yang ia buat pun mencapai 33 kilogram!

 

 

Ketika disinggung biaya pembuatan kostum, ia menjelaskan ada dua jalur, yakni independen dan subsidi pihak pemerintah lewat kelurahan. Erfan memilih jalur independen dan menghabiskan sekitar 1,9 juta Rupiah.

 

Sudah bikin kostum sendiri, diperagakan sendiri, biaya pembuatannya pun tidak murah. Jadi sebenarnya apa sih keuntungan yang dirasakan peserta ikut Solo Batik Carnival?

 

Erfan menjawab bahwa ia bisa menjadi brand ambassador ketika ada karnaval di kota lain, dan secara tidak langsung membuka relasi. “Selain itu banyak instansi kedinasan atau perseorangan yang menghendaki kostum batik carnival sebagai maskot perusahaan, sehingga mau tidak mau kostum akan disewa, dan tidak satu tahun bisa balik modal,” kata pria asal Karanganyar ini.

 

Senada dengan Erfan, Dhav Mahendra asal Tuban juga bisa mendapat banyak relasi lewat Solo Batik Carnival. Sebagai seorang seniman yang melakoni bisnis make up dan desain, Dhav biasanya kebanjiran pesanan setelah acara seperti ini. “Event ini bisa menjadi tempat untuk memperlihatkan keahlian kami,” ucapnya.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Surga Anggrek Nusantara! Solo Anggrek Festival 2026 Hadir di Loji Gandrung

Soloevent.id - Solo Anggrek Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di Kota Solo pada...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...

More like this

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...

Seniman dari 28 Negara Kumpul di Solo International Art Camp 2026!

Soloevent.id - Yayasan Jagoan Indonesia bersama The Asian Post (member of Infobank Media Group)...