Friday, January 23, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaMenenteramkan Indonesia Lewat Festival Gamelan Solo 2017

Menenteramkan Indonesia Lewat Festival Gamelan Solo 2017

Published on

- Advertisement -spot_img

 

Soloevent.id – Konon katanya bunyi gamelan bisa menentramkan jiwa, lho. Itulah yang mendasari dua seniman gamelan, Dwi Priyo Sumarto dan Lukas Danasmoro, dalam membikin karyanya yang ditampilkan di Festival Gamelan Solo 2017, Sabtu (6/5/2017), di Benteng Vastenburg.

Dua komposer tersebut merespon kondisi Indonesia yang lagi “panas” lewat lantunan nada-nada gamelan. Malam itu, Dwi mempersembahkan “Akulah Indonesia” sedangkan “Nyanyian Negeri” disajikan oleh Lukas.

Dwi Priyo Sumarto – yang tampil bareng 32 orang dari ISI Surakarta dan SMK N 8 Surakarta – manggung lebih dulu. Gamelan yang mereka mainkan telah  disatukan dengan alat-alat modern, seperti saksofon dan perkusi.

Sisi musikalnya juga melambangkan keberagaman di Indonesia. Dwi enggak hanya menampilkan nuansa Jawa Tengah, tapi juga nada-nada khas daerah pesisir. “Akulah Indonesia” dimainkan penuh semangat dan optimisme.

Di bagian tengah, Dwi berkolaborasi dengan seniman teater, Gigok Anurogo, yang membacakan puisi bertema nasionalisme. Di akhir penampilannya, para penabuh gamelan bersama-sama mengibarkan bendera Merah-Putih.

“Karya ini lahir dari kebanggan saya terhadap Indonesia. Namun, akhir-akhir ini saya merasa prihatin dengan kondisi negara kita. Lewat karya ini, saya ingin mengajak penonton untuk lebih mencintai Indonesia,” katanya sebelum tampil.

Senada dengan Dwi, Lukas Danasmoro juga berusaha mendinginkan kondisi Indonesia lewat gamelan. Bagian awal “Nyanyian Negeri” dimulai dengan tiupan lirih saksofon yang diiringi pukulan saron. Dwi bersama pengrawit dari alumni ISI Surakarta juga menggambarkan kebinekaan dengan menambahkan nada-nada khas Bali dan daerah lainnya.

Di Festival Gamelan Solo 2017, dua komposer tersebut enggak cuma membawakan dua judul di atas. Dwi juga memainkan “Sigrak Sanggit” dan “Manunggal”, sedangkan Lukas menyuguhkan karya lainnya yang berjudul “Sangsakala” dan “Indonesia Jaya”.

Selain dua komposer itu, Festival Gamelan Solo 2017 yang bertemakan “Gangsa Ngerukunke Bangsa” juga mementaskan lima kecamatan se-Solo.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...