Thursday, October 1, 2026
HomeSeni dan BudayaMenenteramkan Indonesia Lewat Festival Gamelan Solo 2017

Menenteramkan Indonesia Lewat Festival Gamelan Solo 2017

Published on

- Advertisement -spot_img

 

Soloevent.id – Konon katanya bunyi gamelan bisa menentramkan jiwa, lho. Itulah yang mendasari dua seniman gamelan, Dwi Priyo Sumarto dan Lukas Danasmoro, dalam membikin karyanya yang ditampilkan di Festival Gamelan Solo 2017, Sabtu (6/5/2017), di Benteng Vastenburg.

Dua komposer tersebut merespon kondisi Indonesia yang lagi “panas” lewat lantunan nada-nada gamelan. Malam itu, Dwi mempersembahkan “Akulah Indonesia” sedangkan “Nyanyian Negeri” disajikan oleh Lukas.

Dwi Priyo Sumarto – yang tampil bareng 32 orang dari ISI Surakarta dan SMK N 8 Surakarta – manggung lebih dulu. Gamelan yang mereka mainkan telah  disatukan dengan alat-alat modern, seperti saksofon dan perkusi.

Sisi musikalnya juga melambangkan keberagaman di Indonesia. Dwi enggak hanya menampilkan nuansa Jawa Tengah, tapi juga nada-nada khas daerah pesisir. “Akulah Indonesia” dimainkan penuh semangat dan optimisme.

Di bagian tengah, Dwi berkolaborasi dengan seniman teater, Gigok Anurogo, yang membacakan puisi bertema nasionalisme. Di akhir penampilannya, para penabuh gamelan bersama-sama mengibarkan bendera Merah-Putih.

“Karya ini lahir dari kebanggan saya terhadap Indonesia. Namun, akhir-akhir ini saya merasa prihatin dengan kondisi negara kita. Lewat karya ini, saya ingin mengajak penonton untuk lebih mencintai Indonesia,” katanya sebelum tampil.

Senada dengan Dwi, Lukas Danasmoro juga berusaha mendinginkan kondisi Indonesia lewat gamelan. Bagian awal “Nyanyian Negeri” dimulai dengan tiupan lirih saksofon yang diiringi pukulan saron. Dwi bersama pengrawit dari alumni ISI Surakarta juga menggambarkan kebinekaan dengan menambahkan nada-nada khas Bali dan daerah lainnya.

Di Festival Gamelan Solo 2017, dua komposer tersebut enggak cuma membawakan dua judul di atas. Dwi juga memainkan “Sigrak Sanggit” dan “Manunggal”, sedangkan Lukas menyuguhkan karya lainnya yang berjudul “Sangsakala” dan “Indonesia Jaya”.

Selain dua komposer itu, Festival Gamelan Solo 2017 yang bertemakan “Gangsa Ngerukunke Bangsa” juga mementaskan lima kecamatan se-Solo.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Gerakan Solusi Indonesia Gelar Event GSI Youth di Kota Solo, November mendatang.

Soloevent.id - Indonesia memiliki jutaan anak muda dengan energi, kreativitas, gagasan, dan kemampuan untuk...

Gowes 30K Jelajah Sejarah! Intip Kemeriahan Solo Diversity Bike 2026

Soloevent.id - PT Viva Vastenburg Fortress bersama Pemerintah Kota Surakarta menggelar acara Solo Diversity...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

More like this

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...