Wednesday, February 11, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaPembukaan Solo 24 Jam Menari 2017: Penari Dan Penonton Lenggeran Bareng

Pembukaan Solo 24 Jam Menari 2017: Penari Dan Penonton Lenggeran Bareng

Published on

- Advertisement -spot_img

SOLO-24-JAM-MENARI

Soloevent.id – Sabtu (29/4/2017) menjadi hari besar para pencinta tari. Merayakan Hari Tari Dunia, lebih dari 3.000 penari berkumpul di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta untuk berpentas di Solo 24 Jam Menari 2017. Tak hanya dari Solo, peserta juga berasal dari sanggar/komunitas tari asal luar kota.

Solo 24 Jam Menari 2017 dibuka oleh Rektor ISI Surakarta, Sri Rochana Widyastutieningrum. Opening ceremony ini juga menandai mulai menarinya Anter Asmorotedjo, Asep Sulaeman, dan Danang Pamungkas selama 24 jam nonstop.

Setelah dikalungi bunga oleh Rektor ISI Surakarta, ketiga penari 24 jam itu mulai berlenggak-lenggok di atas panggung. Mereka juga bergantian unjuk gigi secara solo. Anter Asmorotedjo membawakan karya tari berjudul “Semelah”, Asep Sulaeman tampil dengan gerakan-gerakan silat Sunda, sedangkan Danang Pamungkas menyajikan garapan tari “Middle”.

Selain aksi para penari 24 jam, upacara pembukaan Solo 24 Jam Menari 2017 juga dimeriahkan dengan tari “Garuda Naga” yang dibawakan oleh mahasiswa ISI Surakarta dan penampilan komunitas-komunitas mahasiswa daerah.

Tampil sebagai penutup adalah komunitas mahasiswa Banyumas. Diiringi musik calung, para penari membawakan Tari Lengger dengan ceria. Di akhir penampilannya, mereka mengajak penonton dan tamu undangan berjoget bareng.

Opening ceremony Solo 24 Jam Menari 2017 dipungkasi dengan prosesi arak-arakan ketiga penari 24 jam dari halaman Rektorat menuju Pendhapa Ageng ISI Surakarta.

Rektor ISI Surakarta mengatakan, Solo 24 Jam Menari 2017 digelar sebagai upaya merawat seni tari – khususnya tari tradisi di Nusantara – dan  kebinekaan serta persatuan. Di edisi kesebelasnya, event ini mengambil tema “Merayakan Migrasi Tubuh”.

“Melalui tari diharapkan interaksi antardaerah bisa dijaga. Ini nantinya akan mengembangkan seni daerah. Apabila seni daera tetap berkembang berarti kita bisa menciptakan ketahanan budaya yang akan berdampak pada ketahanan nasional,” jelasnya.

Solo 24 Jam Menari 2017 tak hanya mempertontonkan tari tradisional, melainkan juga kontemporer, kreasi baru, modern, dan lain-lain. Acara ini bakal diakhiri pada Minggu (30/4/2017) jam 06.00 WIB.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mangkunegaran Meresmikan Layanan Ambulans Jenazah dan Pembukaan Kembali Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran

Surakarta, 5 Februari 2026. Mangkunegaran meresmikan layanan ambulans jenazah dan membuka kembali Perpustakaan Reksa Pustaka...

Maraton 48 Jam: Intip Keseruan Global Game Jam Solo 2026 di Solo Technopark!

Soloevent.id - Global Game Jam Solo 2026 kembali digelar pada 30 Januari hingga 1...

Chef Jane Spill Rahasia “Dubai Chewy Cookies” di Atrium Neo Solo Grand Mall.

Soloevent.id - Neo Solo Grand Mall kembali menggelar acara festival kuliner pada 23 Januari...

More like this

Mengenal Boga Sambrama: Tradisi Berbagi Jajanan Khas Mangkunegaran Setiap 35 Hari

Soloevent.id - Pura Mangkunegaran menggelar acara Boga Sambrama di Pamedan Pura Mangkunegaran Sabtu (31/1/2026)....

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...