Tuesday, August 25, 2026
HomeSeni dan BudayaFungsi Topeng Dari Masa Ke Masa

Fungsi Topeng Dari Masa Ke Masa

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Di masa pemerintahan raja Perancis sudah dikenal topeng besi, bila kita melihat legenda dalam film raja Louis 16 dengan cerita topeng besinya. Kita juga mengenal topeng besi saat masa perang kenabian Rosul SAW dengan menggunakan topeng besi sebagai pelengkap dari baju zirah untuk melindungi diri saat perang. Jadi apa fungsi topeng dari masa ke masa ?

Proses Pembuatan

Zaman kerajaan dahulu topeng itu tidak terbuat dari kayu tapi dari batu. Fungsinya bukan untuk menari tapi untuk persembahan pada dewa (sumber;Karimun) . Ketika topeng kemudian berkembang untuk kesenian dan untuk menari maka kemudian topeng terbuat dari kayu yang awalnya berfungsi untuk mengganti wajah dengan karakter baru tanpa harus berdandan. Topeng juga digunakan oleh Panji Asmara Bangun atau Raden Inu Kertapati  yang berkelana dan mbarang jantur, atau mengamen dengan musik dan tari sebagai penyamarannya untuk mencari istrinya yang hilang yaitu Dewi Sekartaji atau putri Galuh Candrakirana dari Kediri. Maka kemudian kesenian  topeng berkembang di Malang  Jawa Timur yang dikenal sebagai topeng Malangan.

Pada kesenian tari klasik di jawa dikenal satu tarian dengan adegan sendratari yaitu cerita Panji Asmarabangun dan Dewi Sekartaji dengan episode pendek.  Atau kita bisa melihat tari topeng kelono  jika topeng panji Asmara Bangun berwarna putih maka  topeng  kelono warnanya merah menyala, satu karakter dar prajurit yang gagah. Tariannya pun dengan tempo gamelan yang agak cepat. Di awal tarian penari yang biasanya dibawakan seorang penari perempuan belum memakai topeng, beberapa menit adegan pembuka lalu penari itu berjongkok dan menunduk memakai topeng merah saat itu bunyi gamelan mengalun agak pelan kemudian  bangkit lagi menjadi karakter yang berbeda dan  music gamelanpun berbunyi dengan tempo lebih cepat lagi.  Di akhir tarian juga sama, penari itu menunduk, musik mengalun lambat, dan penari itu membuka topengnya. Jadi awal dan akhir tarian kita bisa melihat wajah asli penari.  Dan bagi penonton adegan awal dan akhir itu adalah sebuah lambing keterbukaan dan kejujuran bukan keterpengecutan sebagai sifat ksatria yang ingin dipesankan pada tarian topeng kelono itu.

 

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Penutupan PKKMB UNS 2026 Pecah! Raim Laode Sukses Hibur Ribuan Maba di Semar Night Festival

Soloevent.id - Penyanyi dan komedian Raim Laode turut hadir memeriahkan Semar Night Festival 2026...

Lumicarna Retro Vibes! Intip Kemeriahan Rapmafest 2026 Milad ke-29 UMS Rapma FM.

Soloevent.id - Komunitas radio Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Rapma FM menghadirkan perayaan milad ke-29...

Pawai Pembangunan Kota Solo 2026 Angkat Isu Kepedulian Lingkungan

Soloevent.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali menggelar pawai pembangunan dalam rangka peringatan HUT...

More like this

Pawai Pembangunan Kota Solo 2026 Angkat Isu Kepedulian Lingkungan

Soloevent.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo kembali menggelar pawai pembangunan dalam rangka peringatan HUT...

Festival Gamelan Nusantara 2026, Tampilkan Tembang Dolanan Dalam Tradisi Musik Gamelan Nusantara

Soloevent.id - Festival Gamelan Nusantara 2026 digelar di Taman Banjarsari Solo, Jumat (21/8/2026). Festival...

Resmi, Mangkunegaran dan SIPA Community Jalin Kemitraan SIPA 2026

Surakarta (20/08/2026) – Pada hari Kamis tanggal 20 bulan Agustus tahun 2026 telah diadakan...