Monday, March 2, 2026
spot_img
HomeSeni dan Budaya10 Daerah Bakal Meriahkan Festival Payung Indonesia 2016

10 Daerah Bakal Meriahkan Festival Payung Indonesia 2016

Published on

- Advertisement -spot_img

EDIT 770x400 (2)

Soloevent.id – Bulan depan, Festival Payung Indonesia 2016 kembali digelar. Sama seperti dua edisi sebelumnya, event kali ini masih bertempat di Taman Balekambang, Solo.

Digelar selama tiga hari, 23-25 September 2016, acara ini punya beragam kegiatan, di antaranya pameran payung tradisi, workshop, pentas tari, fashion show, sarasehan, dan lain-lain. Panitia juga bakal menggarap instalasi-instalasi payung yang sepertinya jadi daya tarik utama pengunjung.

Bertema “Exploring Indonesia”, Festival Payung Indonesia 2016 mengajak sepuluh daerah di Indonesia untuk berpartisipasi di acara ini. Para delegasi tersebut antara lain Tasikmalaya, Kalibagor, Sawahlunto, Juwiring, Ubud, Yogyakarta.

Kesepuluhnya merupakan daerah yang masih memiliki khasanah budaya payung tradisi. “Kami menantang mereka untuk membikin karya tari berdasarkan payung-payung tradisi,” ungkap Ketua Panitia Festival Payung Indonesia 2016, Heru Prasetya, Minggu (21/8/2016).

Sebelum akhirnya diajak mengikuti Festival Payung Indonesia 2016, Heru dan timnya terlebih dahulu melakukan riset dan penelitian terhadap calon peserta festival tahun ini. “Sepuluh daerah yang kami undang tersebut masih memiliki kebudayaan payung tradisi. Saya yakin masih ada banyak daerah yang memiliki payung tradisi, tetapi untuk sekarang kami fokus kepada sepuluh ini dulu,” tuturnya.

Di antara sepuluh itu, terdapat daerah yang hingga saat ini perajin payungnya masih eksis. Namun, menurut Heru, kondisinya memprihatinkan. “Jumlah perajin semakin berkurang. Contohnya Kendal, di sana tinggal satu perajin. Di Sawahlunto hanya ada dua. Sebenarnya mereka pernah mengalami masa-masa kejayaan, tetapi sekarang kondisinya semakin memprihatinkan,” terang dia.

Salah satu yang menyebabkan kondisi tersebut yaitu mampetnya keran regenerasi. Heru mengatakan, pembuatan payung tradisi membutuhkan skill yang mumpuni. Kemampuan itu biasanya diwariskan turun-temurun. Namun, kata Heru, anak-anak muda tidak lagi meneruskan.

Festival Payung Indonesia 2016 berusaha menjadi wadah pertemuan antarperajin yang bakalan memperkuat niatan untuk terus melestarikan payung tradisi. Dari pergelaran ini, Heru juga berharap agar pemerintah semakin terdorong untuk memerhatikan mereka. “Payung adalah salah satu pusaka budaya yang mestinya juga dapat perhatian besar juga,” paparnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Ramadhan Iftar The Sunan Hotel Solo Hadirkan Fashion Show Koleksi Batik Riana Kesuma

Soloevent.id - The Sunan Hotel Solo menggelar acara Fashion Show Ramadhan Collection di Narendra...

Aston Solo Hotel Hadirkan Pengalaman Iftar Dunia dengan Sentuhan ASEAN

Soloevent.id - Dalam menyambut bulan suci ramadhan, Aston Solo Hotel resmi memperkenalkan rangkaian program...

Rayakan Hari Pers Nasional, Monumen Pers Solo Pamerkan 101 Koleksi Iklan Ikonik.

Soloevent.id - Monumen Pers Nasional Solo menggelar pameran bertajuk Warta Pariwara yang menampilkan koleksi...

More like this

Upacara Peringatan HUT ke-281 Kota Solo, Masyarakat Umum Ikut Kenakan Busana Adat Jawa

Soloevent.id - Ribuan peserta memadati Stadion Sriwedari untuk mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun...

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...