Wednesday, May 13, 2026
HomeSeni dan BudayaMeriahnya Semarak Budaya Indonesia 2016 Hari Kedua

Meriahnya Semarak Budaya Indonesia 2016 Hari Kedua

Published on

- Advertisement -spot_img

MERIAHNYA SEMARAK BUDAYA INDONESIA 2016 HARI KEDUA

 

Soloevent.id – Kemeriahan Semarak Budaya Indonesia 2016 terus berlanjut di malam kedua. Di hari penutup, Sabtu (30/7/2016), ada 18 pertunjukan tari yang disuguhkan kepada penonton. Repertoar-repertoar tersebut disajikan oleh 6 sanggar tari asal Solo, Wonogiri, dan Yogyakarta.

Saat Soloevent tiba di Teater Terbuka Taman Balekambang, Sanggar Kinarya Soerya Soemirat sedang mementaskan Tari Indonesia Jaya. Di judul ini, sanggar asal Pura Mangkunegaran Surakarta itu menggambarkan keanekaragaman tari yang ada di Indonesia. Gerakan tari khas Minang, Betawi, Bali, Saman, dan Jawa dibawakan penuh semangat.

Tari Welcome to Indonesia jadi judul kedua yang dibawakan. Mengenakan kostum yang bernuansa kabaret, para penari tampil mengiringi seorang penyanyi pria yang mempersembahkan lagu “Welcome to Indonesia”.

Senada dengan Kinarya Soerya Soemirat, anekaragam budaya di Indonesia juga dimunculkan oleh Sanggar Seni Krida Budaya lewat Tari Nusantara. Di bagian awal, penari-penari muda yang berkostum perempuan Jawa mengeksplorasi kain batik. Langkah mereka kemudian disambung oleh penari Legong Bali, penari Saman, tarian bernafas Sunda, dan ditutup oleh tarian energik Papua. Sebagai lambang persatuan, para penari menari bersama-sama.

Dari seluruh penampil, Tari Tembang Padang Bulan yang disuguhkan Sanggar Metta Budaya sepertinya paling sukses mencuri perhatian penonton. Polah tingkah lucu bocah-bocah yang bermain permainan tradisional Nini Thowong berhasil membuat sebagian besar penonton menyunggingkan senyum. Mereka seakan turut terbawa suasana ceria yang ditampilkan anak-anak itu.

Semarak Budaya Indonesia 2016 memang telah usai. Namun, semangat berkarya dari masing-masing sanggar yang terlibat harus tetap dijaga. Ketua Panitia Semarak Budaya Indonesia 2016, Pandan Wangi, berharap agar dari ajang ini sanggar-sanggar itu bisa dilihat dan dinikmati oleh masyarakat. “Tujuan dari event ini adalah membangun ruang apresiasi sekaligus aktualisasi sanggar-sanggar seni,” paparnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Benning Aesthetic Clinic Solo Rayakan Anniversary ke-16 : Defining The Future of Beauty

Soloevent.id - Dalam rangka merayakan anniversary ke-16, Benning Aesthetic Clinic Solo menggelar pameran spektakuler...

Semarak Budaya Indonesia 2026 Kembali Hadir di Solo Bawa Semangat “Swarna Bumi Bahari”

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar...

Indonesia’s Horse Racing 2026 Hadirkan Pacuan Kuda, Budaya Jawa, dan Hiburan Modern di Tegalwaton

Tegalwaton – Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dipadati sekitar 30.000 pengunjung...

More like this

Semarak Budaya Indonesia 2026 Kembali Hadir di Solo Bawa Semangat “Swarna Bumi Bahari”

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar...

26 Delegasi Dari 23 Daerah Siap Meriahkan Event Semarak Budaya Indonesia 2026

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 kembali menghadirkan perhelatan budaya yang mempersatukan keberagaman...

Libatkan 7.750 Pelari, Mangkunegaran Run 2026 Sudah Kantongi Sertifikasi World Athletics

Soloevent.id - Mangkunegaran Run 2026 kembali digelar di Kota Solo, Minggu (3/5/2026). Ajang lari...