Thursday, June 11, 2026
HomeSeni dan BudayaGrebeg Syawalan Jadi Simbol Kemenangan Usai Ramadan

Grebeg Syawalan Jadi Simbol Kemenangan Usai Ramadan

Published on

- Advertisement -spot_img

GREBEG SYAWALAN JADI SIMBOL KEMENANGAN USAI RAMADAN

 

Soloevent.id –Ampun dirayah sik, nggih. Niki dereng rampung didongani (Jangan direbutkan, soalnya belum selesai didoakan),” lantang seorang abdi dalem Keraton Surakarta kepada pengunjung yang berdiri mengelilingi Gunungan Jaler dan Estri, yang diletakkan di halaman Masjid Agung Surakarta.

Mereka nampaknya sudah tidak sabar ingin segera berebut aneka hasil bumi yang menghiasi gunungan. Gunungan Jaler berisi lombok merah, kacang panjang, telur asin, dan lain-lain. Sedangkan Gunungan Estri dihiasi oleh rengginang dan aneka biji-bijian. Berbeda dari Gunungan Jaler, usai didoakan di Masjid Agung, Gunungan Estri diarak kembali ke Kori Kamandungan Keraton untuk direbutkan di sana.

Usai pemuka agama menyelesaikan pembacaan doa, Gunugan Jaler langsung diserbu pengunjung. Muda hingga tua saling berdesakan demi mendapatkan bermacam isiannya. Konon katanya, isian gunungan yang telah didoakan mengandung berkah bagi kehidupan.

Penty Rahayuningsih salah satunya. Ia berkata kepada anaknya yang berhasil mendapatkan dua genggam isian Gunungan Jaler, “Wah, dapat banyak nih. Kayaknya rezeki bulan ini bakal bagus.” Ada kepuasan tersendiri bagi perempuan 37 tahun ini saat berhasil memperoleh isi gunungan. “Entar dimakan di rumah. Mau dibikin sayur urap,” tutur wanita asal Jakarta yang sedang mudik ke Kota Solo ini.

Jumat (8/7/2016) pagi itu, Keraton Surakarta melangsungkan acara tradisi Grebeg Syawalan. Yang menadndai pergantian bulan Ramadan menuju Syawal. Wakil Pengageng Sasana Wilapa Keraton Surakarta, Kanjeng Pangeran Aryo (KPA) Winarno Kusumo, menerangkan, gunungan merupakan bentuk ucapan syukur kepada Tuhan atas kemenangan yang diberikan setelah menjalani ibadah puasa di  bulan Ramadan. “Gunungan juga menjadi simbol bahwa Keraton Surakarta memberikan rezeki sekaligus hiburan gratis kepada masyarakat,” jelasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Targetkan 7.000 Pelari: Solo Run Fest 2026 Padukan Olahraga, Budaya & Tren Kalcer!

Soloevent.id - Solo Run Fest 2026 kembali digelar, memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ajang lari...

Praktik Langsung, Siswa Broadcasting dan Film SMKN 7 Surakarta Gelar Karya Film Pendek dan Video Musik

Soloevent.id - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Surakarta menggelar kegiatan gelar karya di...

Madreya EO Sukses Gelar “Nge-Lawak Berbudaya” Di Koat Coffee Kartasura

Kartasura, 17 Mei 2026 - Madreya EO, kelompok event organizer yang beranggotakan mahasiswa semester...

More like this

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...