Thursday, June 4, 2026
HomeSeni dan BudayaBerkunjung Ke Rumah Teater Dalam Hatedu 2016

Berkunjung Ke Rumah Teater Dalam Hatedu 2016

Published on

- Advertisement -spot_img

BERKUNJUNG KE RUMAH TEATER DALAM HATEDU 2016

Soloevent.id –Sampah limbah industri merusak lingkungan hidup ini. Sampah limbah industri harus ditangani.

Tulisan di atas adalah penggalan lirik lagu berjudul “Masalah”. Diiringi genjrengan gitar berirama blues, Bagus Kodok Ibnu Sukodok – biasa dipanggil Mbah Kodok – menyanyikannya dengan penuh penghayatan. “Masalah” dan satu tembang lainnya disuguhkan Mbah Kodok dalam perayaan Hari Teater Dunia (Hatedu) 2016 Kota Solo, Kamis (31/3/2016).

Seperti penyelenggaraan sebelumnya, Hatedu 2016 diselenggarakan di area Wisma Seni Taman Budaya Jawa Tengah. Di hari pertama, event bertema “Hari Raya: Berkunjung ke Rumah Sendiri” tersebut menampilkan aneka performance yang dihelat sedari sore hingga malam.

Dimulai dengan workshop oleh Tony Broer (Pengkajian Tubuh) dan Hanindawan (Penulisan Naskah), Hatedu 2016 disambung dengan aneka pertunjukan dari berbagai kelompok, antara lain Stomp Percussion n Ganong, Jaringan Teater Pelajar, Kethoprak Ngampoeng, dan Duo Idealisakit.

Kelompok Topoledo asal Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengawali pertunjukan Hatedu 2016 sesi malam hari. Kelompok ini mementaskan lakon “Ruang Lain” yang menitikberatkan pada eksplorasi instalasi bambu setinggi kurang lebih tiga meter.

Aksi mereka dibuka dengan bergelantungannya kelima pemain di instalasi itu. Dua orang pemain kemudian membuat gerakan berbeda dari tiga lainnya. Satu aktor memukulkan sebilah bambu ke poros instalasi itu, sedangkan satu pemain kembali ke tanah dan berputar bak jarum jam.

Koordinator Kelompok Topoledo, Ilham, mengatakan, pementasan yang diusung kelompoknya menceritakan tentang kerja keras. “Kita tidak bisa mengalahkan waktu karena ia terus berjalan. Waktu yang terus berputar marilah  diisi dengan kerja keras,” tuturnya kepada Soloevent.

Usai Kelompok Topoledo yang beraksi di Pelataran Parkir Wisma Seni, penonton kemudian digiring menuju Pendhapa Wisma Seni untuk menyaksikan penampilan Teater Timboel, Teater Sawah Ladang, Teater Tobong, pembacaan puisi oleh Nirmalala dan Isuur L, serta suguhan musik dari Mbah Kodok.

Penonton selanjutnya diahlihkan lagi menuju Pelataran Parkir Wisma Seni untuk menikmati sajian penutup Hatedu 2016 hari pertama dari Teater ARTery berjudul “Tidak Ada Kekosongan” dan Sanggar Jejak yang membawakan lakon “Lawan Catur”.

Pimpinan Produksi Hatedu 2016, Yogi Swara Manitis Aji, menyampaikan, di hari raya umat teater ini ia ingin mengajak generasi muda pegiat teater untuk tidak lupa terhadap “rumahnya”. “Generasi muda teater merasa asing dengan teater. Terlalu banyak sekat yang menutupinya. Mudah-mudahan dari event ini kita bisa kembali menghidupkan dan menghidupi rumah kita kembali,” jelasnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Madreya EO Sukses Gelar “Nge-Lawak Berbudaya” Di Koat Coffee Kartasura

Kartasura, 17 Mei 2026 - Madreya EO, kelompok event organizer yang beranggotakan mahasiswa semester...

Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta Gelar Event Kaum Ngalcerun di Kampung Wisata Batik Kauman

Soloevent.id - Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan Kaum Ngalcerun di...

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

More like this

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...