Wednesday, February 18, 2026
spot_img
HomeFilmGenderang Solo Documentary Film Festival Mulai Ditabuh

Genderang Solo Documentary Film Festival Mulai Ditabuh

Published on

- Advertisement -spot_img

GENDERANG SOLO DOCUMENTARY FILM FESTIVAL MULAI DITABUH

Film dokumenter dikenal kerap menyajikan beragam fakta dalam kehidupan masyarakat. Film-film itu mengolah berbagai isu yang berkembang, salah satunya problematika lingkungan.

Sabtu (19/3/2016) lusa, mahasiswa Prodi Televisi dan dan Film Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta akan memutar dua film dokumenter yang mengangkat permasalahan seputar air.

Gelaran tersebut sekaligus menjadi tanda ditabuhnya genderang Solo Documentary Film Festival. Walaupun diselenggarakan Oktober 2016, tetapi di setiap bulannya – Maret hingga September – bakalan ada roadshow ke berbagai kantong-kantong pemutaran film, yang menampilkan film-film dokumenter beraneka tema.

Roadshow Solo Documentary Film Festival edisi perdana digelar di Cangwit Creative Space, mulai jam 19.00 WIB. Ada dua judul yang diputar yakni “It’s a Beautiful Day” karya Tonny Trimarsanto dan “Wayang Sampah Laut” karya Sito Fossy Biosa.

Tak main-main, kedua film itu pernah diputar di beberapa ajang internasional. “It’s a Beautiful Day” pernah tampil di Eco Film Festival Malaysia (2011), Water International Film Festival Tokyo (2012), dan 23rd Asia Africa Latin America Film Festival Milan (2013). Sedangkan “Wayang Sampah Laut” tayang di International Puppet Carnival Bangkok (2014).

Digelar di ruang publik, pemutaran ini bertujuan untuk mengenalkan film dokumenter kepada masyarakat luas, Selain itu, ada satu misi lagi yang diusung Solo Documentary Film Festival. “Kami ingin memberikan pandangan baru, pemaparan fakta, sekaligus penyadaran kepada masyarakat melalui film. Harapannya supaya penonton tergerak melakukan perubahan ke arah yang lebih baik,” kata Ketua Panitia Solo Documentary Film Festival, Dimas Erdhinta, saat ditemui Soloevent di Kampus 2 ISI Surakarta, Rabu (16/3/2016).

Dimas menambahkan, Solo Documentary Film Festival juga membuka pintu bagi filmmaker yang ingin men-screening karyanya di Roadshow Solo Documentary Film Festival. “Ini di luar kompetisi. Namun, syaratnya film itu harus diproduksi maksimal Oktober 2014 dan sesuai tema yang kami canangkan,” tutur dia.

Tema-tema yang diangkat dalam Roadshow Solo Documentary Film Festival antara lain perempuan, warisan budaya, pahlawan, nasionalisme, sumber daya manusia, serta kecelakaan lalu lintas.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Symphony Ramadhan di Mercure Solo: Nikmati Harmoni Menu Dunia di Jantung Kota

Soloevent.id - Bulan Ramadhan identik dengan momen berbuka puasa bersama keluarga, rekan dan komunitas....

Alila Solo Spill Agenda Februari : Ada Makan Malam di Rooftop sampai Menu Buka Puasa Unik!

Soloevent.id - Alila Solo mempersembahkan rangkaian acara dan penawaran istimewa yang diluncurkan bulan Februari...

Kegiatan Bersih-Bersih Menyambut Tahun Baru Imlek di Mangkunegaran

Surakarta,   14 Februari 2026. Mangkunegaran bersama komunitas Tionghoa di Surakarta mengadakan kegiatan Bersih-Bersih Mangkunegaran...

More like this

Annisa & Venly Bongkar Tantangan Akting Paling Berat di Film ‘Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?’

Soloevent.id - Gimana sih rasanya kalau diajak meet n greet dan nonton bareng sama...

GUMREGAH! Sinema Akhir Tahun #10 ISI Solo: Seruan Bangkit Lewat Karya, Targetkan Panggung Internasional.

Soloevent.id - Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Program Studi (Prodi) Film Institut Seni...

Dekade Kreativitas: Sinema Akhir Tahun ke-10 ISI Surakarta Rayakan Inovasi Film!

Festival Film Sinema Akhir Tahun #10 resmi dibuka hari ini Rabu (12/11) di Teater...