Sunday, June 28, 2026
HomeFilmPostcard From The Zoo: Film Absurd Mengulik Kehidupan Tanpa Keluarga

Postcard From The Zoo: Film Absurd Mengulik Kehidupan Tanpa Keluarga

Published on

- Advertisement -spot_img

POSTCARD FROM THE ZOO FILM ABSURD MENGULIK KEHIDUPAN TANPA KELUARGA

Soloevent.id – Film drama surealis, Postcard from the Zoo, tayang perdana di Kota Solo via pemutaran yang diinisiasi komunitas Kisi Kelir dan Kolektif (Jakarta). Senin (7/3/2016). Bertempat di Kedai Camp Brown, pemutaran ini didesain secara intim dan eksklusif.

Film yang dibintangi oleh Ladya Cheryl (Lana) dan Nicholas Saputra (koboi) ini menceritakan tentang perjalanan hidup Lana. Postcard from the Zoo diawali adegan Lana kecil yang mencari ayahnya di kawasan penuh pepohonan di dalam area Kebun Binatang Ragunan, Jakarta. “Bapak, bapak!,” teriaknya. Sang sutradara, Edwin, tidak menjelaskan siapa bapak dan alasan mengapa Lana ditinggalkan sendirian di kebun binatang.

Tumbuh di kebun binatang, Lana sangat akrab dengan binatang-binatang yang ada di dalamnya. Mungkin Lana menganggap Jera (jerapah), Nia (kudanil), Puji (harimau), dan nama-nama lain adalah keluarganya. Perkembangan Lana tidak bisa dilepaskan dari peran para pelatih binatang dan pegawai kebun binatang. Dari tangan merekalah, Lana tumbuh.

Baca juga : Postcart From The Zoo tayang di Solo, Khusus 18+

Seringnya berinteraksi dengan hewan dan para pelatihnya, Lana dewasa sangat memahami tentang sifat, karakteristik, bahkan sejarah hewan yang ada di kebun binatang. “Jerapah adalah binatang paling anggun di dunia. Kaki dan lehernya yang tinggi jadi lambang keanggunan,” kata dia.

Fase baru dalam kehidupan Lana bermula saat ia bertemu dengan pesulap yang berdandan ala koboi. Perjumpaannya dengan si koboi membuat Lana menemukan kehidupan barunya di luar pagar kebun binatang. Sebuah kehidupan “alam liar” di tengah belantara Ibukota.

Salah satu penonton Postcard from the Zoo, Aref Setyawan, mengatakan, ia tertarik menonton karena film ini mendapat banyak prestasi. Namun, karena film ini punya kandungan absurditas tinggi, membuat otaknya berputar untuk menemukan esensinya. “Tapi di satu sisi saya jadi bisa tahu tentang karakteristik binatang,” ungkapnya.

Programmer Acara Kisi Kelir, Zen Al Ansory, mengungkapkan, dari pemutaran ini Kisi Kelir ingin memberikan suguhan baru – sekaligus referensi – kepada penikmat film di Kota Solo. Rencananya, Kisi Kelir bakal memutar film-film alternatif setiap dua minggu sekali.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Atraksi Komunitas Solo Roller Blade, BMX dan Skateboard Meriahkan HUT Solo Car Free Day ke-16

Soloevent.id - Hari Ulang Tahun (HUT) Solo Car Free Day Solo Digelar Secara Meriah...

Gaya Hidup Sehat Modern : Intip Serunya Solo Wellness Tourism Expo 2026

Soloevent.id - Program studi D3 Pariwisata di Universitas Sebelas Maret (UNS) atau dikenal sebagai...

TEDxUNS 5.0 angkat Falsafah Jawa “Mulat Sarira” sebagai Salah Satu Temanya

TEDxUNS (Technology, Entertainment, Design x Universitas Sebelas Maret) 5.0 sukses diselenggarakan pada Sabtu, 13...

More like this

Praktik Langsung, Siswa Broadcasting dan Film SMKN 7 Surakarta Gelar Karya Film Pendek dan Video Musik

Soloevent.id - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Surakarta menggelar kegiatan gelar karya di...

Annisa & Venly Bongkar Tantangan Akting Paling Berat di Film ‘Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?’

Soloevent.id - Gimana sih rasanya kalau diajak meet n greet dan nonton bareng sama...

GUMREGAH! Sinema Akhir Tahun #10 ISI Solo: Seruan Bangkit Lewat Karya, Targetkan Panggung Internasional.

Soloevent.id - Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Program Studi (Prodi) Film Institut Seni...