Monday, April 27, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaMengupas Pesan Di Balik Kostum Baru Red Batik Solo

Mengupas Pesan Di Balik Kostum Baru Red Batik Solo

Published on

- Advertisement -spot_img

MENGUPAS PESAN DI BALIK KOSTUM BARU RED BATIK SOLO

Red Batik Solo akan turut berpartisipasi dalam gelaran budaya, Semarang Night Carnival 2016, yang diselenggarakan 7 Mei mendatang di Kota Lama, Semarang. Komunitas kreatif ini bakal menjadi konseptor dan instruktur di event tersebut.

Untuk mengasah keterampilan para peserta dalam berkarya, Red Batik Solo membikin lima  kostum anyar yang diberi judul Fantasi Warag Ngendog. Sesuai namanya, kostum kreasi itu terinspirasi dari hewan mitologi, Warag Ngendog. Hewan itu tersusun dari tiga bagian binatang yaitu naga (kepala), buraq (badan), dan kambing (kaki).

Menurut Direktur Program Red Batik Solo, Heru Prasetya, dipilihnya Warag Ngendog sebagai inspirasi kostum karena binatang itu menyimbolkan akulturasi dari tiga budaya. “Naga mewakili etnis Tionghoa, buraq mewakili etnis Arab, sedangkan kambing mewakili etnis Jawa,” tutur saat dijumpai di sela sesi pemotretan Fantasi Warag Ngendog di Omah Sinten, Selasa (23/2/2016).

MENGUPAS PESAN DI BALIK KOSTUM BARU RED BATIK SOLO

Seperti karya-karyanya terdahulu, Fantasi Warag Ngendog masih dibuat menggunakan bahan-bahan alami, seperti rotan, bambu, anyaman pandan, biji-bijian, dan lainnya. Kostum kreasi ini juga dibuat dari aneka tali alami seperti tali enceng, agel, akar wangi, dan rami.

Selain menonjolkan tiga warna dominan – merah, kuning, hijau, beberapa bagian tubuh hewan mitologi itu dicuplikkan dalam karya tersebut. “Kepala Warag Ngendog, kami tuangkan dalam bentuk mahkota. Sedangkan giginya, kami wujudkan dalam potongan berbentuk kubisme. Ada juga kostum berbahan bambu  yang kami kreasi mirip sisik,” jelas Instruktur Kreator Kostum Red Batik Solo, Muhammad Arif Wibowo.

Empat kostum wanita dipermanis dengan ornamen bunga yang terbuat dari bambu. Sedangkan untuk memberi kesan gagah, satu kostum pria ditambahi properti tongkat. “Kostum cowok lebih dibuat minimalis, simple, tapi mengena,” ujar Arif.

Supaya ornamen bunga terlihat detail, para perancang kostum menambahkan unsur biji-bijian. Biji-bijian yang dipakai antara lain suren, mindi, kacang koro, jali, dan saga. Karena biji-bijian itu hanya bisa didapatkan di musim-musim tertentu, kadang kala menjadi kendala mereka dalam mengeksplorasi.

“Biji-bijian itu kami dapatkan dari pasar tradisional. Selain di Pasar Gede [Solo], kami kadang-kadang mencarinya hingga Pasar Beringharjo [Yogyakarta]. Sebenarnya di swalayan ada yang menjual, tapi harganya lebih mahal,” beber Arif.

Selain untuk memperindah, biji-bijian itu ternyata juga punya kandungan filosofi. “Contohnya biji saga. Sejauh yang saya pelajari, saga melambangkan atmosfer keberanian,” ungkapnya. Penggunaan bahan alami dalam karya ini juga punya maksud tertentu. “Kami ingin membuka cakrawala kreatif para perancang muda. Di samping itu, mereka juga kami ingatkan agar tidak melupakan khazanah lokal yang dimiliki bangsa ini,” katanya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Pecahkan Rekor LEPRID! 200 Dalang & Penari Cilik Solo Raya Guncang Festival Kentingan

Soloevent.id - Kampung Seni Kentingan dan UMKM Asri Jebres Solo menggelar acara bertajuk Festival...

Keanggunan Lurik dalam Perayaan Semangat Kartini di The Sunan Hotel Solo

Soloevent.id - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, The Sunan Hotel Solo menyelenggarakan acara bertajuk...

Konser Live Arena, Disko Koplo Mr. Jono & Joni Guncang De Tjolomadoe

Soloevent.id - Konser Musik Live Arena digelar di Halaman Parkir Timur De Tjolomadoe, Rabu...

More like this

Pecahkan Rekor LEPRID! 200 Dalang & Penari Cilik Solo Raya Guncang Festival Kentingan

Soloevent.id - Kampung Seni Kentingan dan UMKM Asri Jebres Solo menggelar acara bertajuk Festival...

UNI PARJO, Peresmian Ikon Baru Akulturasi Budaya Minang dan Jawa di Pasar Jongke

Soloevent.id - Sebuah perhelatan budaya dan kuliner bertajuk UNI PARJO (Urang Minang Pasar Jongke)...

Event Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya Jawa Tengah

Soloevent.id - Perayaan Event Bukan Musik Biasa (BMB) kembali digelar di Pendopo Wisma Seni...