Tuesday, October 20, 2026
HomeSeni dan BudayaMengupas Pesan Di Balik Kostum Baru Red Batik Solo

Mengupas Pesan Di Balik Kostum Baru Red Batik Solo

Published on

- Advertisement -spot_img

MENGUPAS PESAN DI BALIK KOSTUM BARU RED BATIK SOLO

Red Batik Solo akan turut berpartisipasi dalam gelaran budaya, Semarang Night Carnival 2016, yang diselenggarakan 7 Mei mendatang di Kota Lama, Semarang. Komunitas kreatif ini bakal menjadi konseptor dan instruktur di event tersebut.

Untuk mengasah keterampilan para peserta dalam berkarya, Red Batik Solo membikin lima  kostum anyar yang diberi judul Fantasi Warag Ngendog. Sesuai namanya, kostum kreasi itu terinspirasi dari hewan mitologi, Warag Ngendog. Hewan itu tersusun dari tiga bagian binatang yaitu naga (kepala), buraq (badan), dan kambing (kaki).

Menurut Direktur Program Red Batik Solo, Heru Prasetya, dipilihnya Warag Ngendog sebagai inspirasi kostum karena binatang itu menyimbolkan akulturasi dari tiga budaya. “Naga mewakili etnis Tionghoa, buraq mewakili etnis Arab, sedangkan kambing mewakili etnis Jawa,” tutur saat dijumpai di sela sesi pemotretan Fantasi Warag Ngendog di Omah Sinten, Selasa (23/2/2016).

MENGUPAS PESAN DI BALIK KOSTUM BARU RED BATIK SOLO

Seperti karya-karyanya terdahulu, Fantasi Warag Ngendog masih dibuat menggunakan bahan-bahan alami, seperti rotan, bambu, anyaman pandan, biji-bijian, dan lainnya. Kostum kreasi ini juga dibuat dari aneka tali alami seperti tali enceng, agel, akar wangi, dan rami.

Selain menonjolkan tiga warna dominan – merah, kuning, hijau, beberapa bagian tubuh hewan mitologi itu dicuplikkan dalam karya tersebut. “Kepala Warag Ngendog, kami tuangkan dalam bentuk mahkota. Sedangkan giginya, kami wujudkan dalam potongan berbentuk kubisme. Ada juga kostum berbahan bambu  yang kami kreasi mirip sisik,” jelas Instruktur Kreator Kostum Red Batik Solo, Muhammad Arif Wibowo.

Empat kostum wanita dipermanis dengan ornamen bunga yang terbuat dari bambu. Sedangkan untuk memberi kesan gagah, satu kostum pria ditambahi properti tongkat. “Kostum cowok lebih dibuat minimalis, simple, tapi mengena,” ujar Arif.

Supaya ornamen bunga terlihat detail, para perancang kostum menambahkan unsur biji-bijian. Biji-bijian yang dipakai antara lain suren, mindi, kacang koro, jali, dan saga. Karena biji-bijian itu hanya bisa didapatkan di musim-musim tertentu, kadang kala menjadi kendala mereka dalam mengeksplorasi.

“Biji-bijian itu kami dapatkan dari pasar tradisional. Selain di Pasar Gede [Solo], kami kadang-kadang mencarinya hingga Pasar Beringharjo [Yogyakarta]. Sebenarnya di swalayan ada yang menjual, tapi harganya lebih mahal,” beber Arif.

Selain untuk memperindah, biji-bijian itu ternyata juga punya kandungan filosofi. “Contohnya biji saga. Sejauh yang saya pelajari, saga melambangkan atmosfer keberanian,” ungkapnya. Penggunaan bahan alami dalam karya ini juga punya maksud tertentu. “Kami ingin membuka cakrawala kreatif para perancang muda. Di samping itu, mereka juga kami ingatkan agar tidak melupakan khazanah lokal yang dimiliki bangsa ini,” katanya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...