Wednesday, March 18, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaMenilik “Color Dispersion”, Pentas Tari Yang Juga Jadi Sarana Edukasi

Menilik “Color Dispersion”, Pentas Tari Yang Juga Jadi Sarana Edukasi

Published on

- Advertisement -spot_img

MENILIK “COLOR DISPERSION”, PENTAS TARI YANG JUGA JADI SARANA EDUKASI

Kedatangan Soloevent di Mugidance Studio disambut gemerincing lonceng yang dimainkan Marvel Garcia. Tubuh kecilnya bergerak halus mengikuti tempo lonceng yang ia bunyikan. Saat tempo bertambah, ia mengubah harmonisasi geraknya menjadi lebar dan cepat.

Tak jauh dari tempat Marvel, 20-an siswa-siswi sekolah dasar yang mengenakan jas hujan perlambang warna-warni, menari-nari riang sembari menyanyikan lagu anak-anak. Mereka kemudian berlari-lari mengeksplorasi ruang Mugidance Studio.

Langkah mereka berhenti di panggung mandala. Mereka duduk membundar sesuai warna jas hujannya. Di tengahnya berdiri tiga orang. Secara kompak, mereka membuat gerak tangan bak Tari Kecak. Anak-anak itu kemudian berdiri, lalu membuat gerakan seperti gelombang. Di akhir penampilan, mereka membanting bola-bola air yang berwarna-warni.

Tulisan di atas adalah gambaran dari pementasan berjudul “Color Dispersion”. Pentas tari yang dibuat oleh Gabriella Rosa Bertin ini menjadi sajian pembuka gelaran International Rain Festival 2016, Sabtu (9/1/2016)

Mengajak co-koreografer Andi Pranata, dan komponis Dedek Wahyudi, seniman asal Inggris itu dalam karyanya mengeksplorasi tujuh tangga nada pelog, tujuh warna “me-ji-ku-hi-bi-ni-u”, dan tarian rakyat, ke dalam bentuk pementasan.

Bagi Gabriella, “Color Dispersion” bukan sekedar pertunjukan. Dalam proses penggarapannya, penggabungan tiga unsur tersebut menjadi pelajaran efektif bagi anak-anak yang ia ajak kolaborasi. “Dalam prosesnya, mereka belajar tentang teori warna, musikologi, dan sistem gamelan pelog. Mereka juga belajar Bahasa Inggris, yang notabene dipakai sebagai bahasa internet,” terangnya saat ditemui usai tampil.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Bubur Samin Jayengan: Tradisi Berbuka Puasa Paling Ikonik di Kota Solo

Soloevent.id - Di berbagai daerah di Indonesia, menjelang dan selama bulan Ramadhan banyak dihiasi...

Ngabuburit Estetik : Putra-Putri Solo 2025 Hidupkan Suasana Ramadhan di Masjid Sheikh Zayed.

Soloevent.id - Paguyuban Putra-Putri Solo (PPS) 2025 menggelar acara bertajuk Srawung Festival Ramadhan pada...

Ramadhan Iftar The Sunan Hotel Solo Hadirkan Fashion Show Koleksi Batik Riana Kesuma

Soloevent.id - The Sunan Hotel Solo menggelar acara Fashion Show Ramadhan Collection di Narendra...

More like this

Bubur Samin Jayengan: Tradisi Berbuka Puasa Paling Ikonik di Kota Solo

Soloevent.id - Di berbagai daerah di Indonesia, menjelang dan selama bulan Ramadhan banyak dihiasi...

Ngabuburit Estetik : Putra-Putri Solo 2025 Hidupkan Suasana Ramadhan di Masjid Sheikh Zayed.

Soloevent.id - Paguyuban Putra-Putri Solo (PPS) 2025 menggelar acara bertajuk Srawung Festival Ramadhan pada...

Upacara Peringatan HUT ke-281 Kota Solo, Masyarakat Umum Ikut Kenakan Busana Adat Jawa

Soloevent.id - Ribuan peserta memadati Stadion Sriwedari untuk mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun...