Thursday, January 22, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaMenilik “Color Dispersion”, Pentas Tari Yang Juga Jadi Sarana Edukasi

Menilik “Color Dispersion”, Pentas Tari Yang Juga Jadi Sarana Edukasi

Published on

- Advertisement -spot_img

MENILIK “COLOR DISPERSION”, PENTAS TARI YANG JUGA JADI SARANA EDUKASI

Kedatangan Soloevent di Mugidance Studio disambut gemerincing lonceng yang dimainkan Marvel Garcia. Tubuh kecilnya bergerak halus mengikuti tempo lonceng yang ia bunyikan. Saat tempo bertambah, ia mengubah harmonisasi geraknya menjadi lebar dan cepat.

Tak jauh dari tempat Marvel, 20-an siswa-siswi sekolah dasar yang mengenakan jas hujan perlambang warna-warni, menari-nari riang sembari menyanyikan lagu anak-anak. Mereka kemudian berlari-lari mengeksplorasi ruang Mugidance Studio.

Langkah mereka berhenti di panggung mandala. Mereka duduk membundar sesuai warna jas hujannya. Di tengahnya berdiri tiga orang. Secara kompak, mereka membuat gerak tangan bak Tari Kecak. Anak-anak itu kemudian berdiri, lalu membuat gerakan seperti gelombang. Di akhir penampilan, mereka membanting bola-bola air yang berwarna-warni.

Tulisan di atas adalah gambaran dari pementasan berjudul “Color Dispersion”. Pentas tari yang dibuat oleh Gabriella Rosa Bertin ini menjadi sajian pembuka gelaran International Rain Festival 2016, Sabtu (9/1/2016)

Mengajak co-koreografer Andi Pranata, dan komponis Dedek Wahyudi, seniman asal Inggris itu dalam karyanya mengeksplorasi tujuh tangga nada pelog, tujuh warna “me-ji-ku-hi-bi-ni-u”, dan tarian rakyat, ke dalam bentuk pementasan.

Bagi Gabriella, “Color Dispersion” bukan sekedar pertunjukan. Dalam proses penggarapannya, penggabungan tiga unsur tersebut menjadi pelajaran efektif bagi anak-anak yang ia ajak kolaborasi. “Dalam prosesnya, mereka belajar tentang teori warna, musikologi, dan sistem gamelan pelog. Mereka juga belajar Bahasa Inggris, yang notabene dipakai sebagai bahasa internet,” terangnya saat ditemui usai tampil.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...