Tuesday, October 20, 2026
HomeSeni dan BudayaMimpi Akhir Tahun 9 Ingin Meraba Masa Depan Indonesia

Mimpi Akhir Tahun 9 Ingin Meraba Masa Depan Indonesia

Published on

- Advertisement -spot_img

MIMPI AKHIR TAHUN 9 INGIN MERABA MASA DEPAN INDONESIA

Apa jadinya ya kalau Punakawan berdandan ala anak kekinian? Lewat karya berjudul “Modernisme”, Stefana Gloria Kartini mendandani tokoh pewayangan itu dengan sneaker, snapback, dan menggenggam smartphone.

Karya digital vector itu dibuat penuh warna. Ya, mungkin si pembuat karya pengen nunjukin kalau hal-hal bersifat tradisional udah mulai tergusur sama modernisme. Salah satu cara untuk menjaga ketradisionalan adalah dengan mengkombinasikannya sama hal-hal modern. Kontemporer lah, dalam versi singkatnya.

Kevin Rizki Pratama juga menyampaikan kritik lewat karya lukis cat poster berjudul “Hujannya di Luar, Basahnya di Pipi”. Kevin pengen mengkritik polusi udara yang semakin bertambah di kehidupan masyarakat urban. Korban dari itu semua adalah anak-anak. Mereka tumbuh dengan menghirup polutan di setiap harinya.

Karya-karya di atas ditampilkan dalam pameran Mimpi Akhir Tahun 9, yang digelar di Galeri Seni Rupa Taman Budaya Jawa Tengah (TBJT), Kamis-Sabtu (17-19/12/2015). Event yang dihelat oleh mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo angkatan 2015 itu, ingin meraba-raba seperti apa sih masa depan Indonesia lewat tema “Asa dan Probabilitas Negeri Esok”.

“Kami ngambil beberapa masalah yang akhir-akhir ini lagi banyak diperbincangkan, seperti melawan asap, ekonomi, politik. Soalnya masalah-masalah tadi bisa ngaruh ke masyarakat,” tutur Ketua Panitia Mimpi Akhir Tahun 9, Bobby Zarkasih, Jumat (18/12/2015).

Bobby dan teman-teman satu angkatannya menangkap kegelisahan itu, dan menuangkannya ke dalam karya. Ada 150 karya yang ditunjukkan di pameran itu – termasuk 30 karya submit. “Sebagai anak DKV, kami punya cara mengkomunikasikannya kepada masyarakat. Karya-karya di sini dibuat satir, supaya pengunjung bisa sadar kalau kita punya masalah ini,” jelasnya.

Salah satu pengunjung, Anggre Tionanda, menganggap pameran perdana mahasiswa angkatan 2015 ini sudah cukup bagus. “Sebenarnya ada beberapa yang asal-asalan. Tetapi secara keseluruhan sudah sesuai tema. Tahun ini medianya lebih banyak, ada kaos, video. Ada juga media yang baru, seperti ilustrasi dan tipografi,” ungkap mahasiswa DKV FSRD UNS angkatan 2014 itu.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

More like this

Potensi 11 Kelurahan Bersatu di Srawung Budaya Jebres 2026

Soloevent.id - Budaya seringkali dipandang sebagai hambatan dalam pembangunan. Padahal budaya sebenarnya dapat menjadi...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...