Friday, August 7, 2026
HomeSeni dan BudayaJauh-Jauh Dari Sragen, Pengunjung Mengaku Pengin Foto Sama Payung

Jauh-Jauh Dari Sragen, Pengunjung Mengaku Pengin Foto Sama Payung

Published on

- Advertisement -spot_img

JAUH-JAUH DARI SRAGEN, PENGUNJUNG MENGAKU PENGIN FOTO SAMA PAYUNG

Taman Balekambang penuh warna. Gimana nggak, hutan kota itu selama tiga hari ini dihiasi payung berwarna cerah. Yap, soalnya event tahunan Festival Payung Indonesia sedang dihelat di sana, Jumat-Minggu (11-13/9/2015).

Payung-payung itu digantung di sepanjang jalan Taman Balekambang. Ada lagi yang dibentangkan di depan Gedung Kesenian Balekambang. Saat kamu jalan ke lapangannya, kamu bakalan menjumpai kerangka payung raksasa.

Karya-karya instalasi itu adalah ikon yang ditonjolkan dalam Festival Payung Indonesia 2015. Tahun lalu, festival yang digagas oleh Mataya Arts & Heritage itu hanya menampilkan payung-payung modern sebagai seni instalasi. 2015 ini, panitia menggantinya dengan payung klasik yang berbahan bambu.

Saking uniknya, banyak pengunjung yang menyempatkan diri buat foto-foto dengan latar belakang payung-payung itu. Rio salah satunya. Datang jauh-jauh dari Masaran, Sragen, ia mengaku kepengen foto sama instalasi payung itu. “Tahun kemarin, saya juga ke sini. Saya cuma pengen tahu payungnya. Soalnya payungnya unik,” katanya saat ditemui Soloevent, Jumat (11/9/2015).

Sama halnya dengan Yuni. Wanita asal Manado yang bekerja sebagai pegawai finance ini, datang bersama teman-temannya. “Saya udah tahu dari tahun kemarin, tapi baru sekarang main ke sini. Selain hiasan payung, saya suka sama pertunjukannya,” terang dia.

Selain instalasi payung, kamu juga bisa ikutan workshop dan nonton berbagai pertunjukan di Festival Payung Indonesia 2015, yang diadakan dari pagi hingga malam. Puncak acaranya, kamu bisa menyaksikan Karnaval Payung, yang diikuti oleh para peserta Festival Payung Indonesia 2015.

Ketua Panitia Festival Payung Indonesia 2015, Heru Prasetya, mengatakan  acara ini merupakan upaya untuk melestarikan kerajinan payung tradisional Indonesia, yang terancam punah.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Korea Tourism Organization Perkuat Kerja Sama denganIndustri Pariwisata melalui Korea Tourism Seminar Solo 2026

Solo, 6 Agustus 2026 – Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta kembali memperkuat promosi pariwisata...

Resmi Diumumkan! “Gondrong” Gunarto Terpilih Jadi Ambassador SIPA 2026.

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 dengan bangga memperkenalkan "Gondrong" Gunarto sebagai...

Pecah Maksimal! Trio Macan, Denny Caknan hingga NDX AKA Sukses Goyang De Tjolomadoe.

Soloevent.id - Ribuan orang joget bareng di konser FYP (FestivalnYa Pedangdut) di De Tjolomadoe,...

More like this

Resmi Diumumkan! “Gondrong” Gunarto Terpilih Jadi Ambassador SIPA 2026.

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 dengan bangga memperkenalkan "Gondrong" Gunarto sebagai...

Melihat Replika Kapal Jung Jawa di Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 Ndalem Djojokoesoeman.

Soloevent.id - Pameran Museum Keliling Abhinawa Bhumi #2 digelar di Rumah Kabudayan Ndalem Djojokoesoeman,...

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...