Wednesday, April 1, 2026
spot_img
HomeFilmJumpa Pers Film Jenderal Soedirman, Westi Beberkan Proses Produksi

Jumpa Pers Film Jenderal Soedirman, Westi Beberkan Proses Produksi

Published on

- Advertisement -spot_img

GERILYA JADI FOKUS UTAMA FILM JENDERAL SOEDIRMAN

Film layar lebar berjudul Jenderal Soedirman, telah rilis di bioskop-bioskop Tanah Air. Film yang dibintangi Adipati Dolken sebagai Jenderal Soedirman, Ibnu Jamil sebagai Kapten Molly, Surawan Prihatnolo K.A sebagai Suparjo Rustam, dan lain-lain ini, menjalani proses shooting selama 43 hari, sejak Februari hingga Maret 2015. Sementara proses post production-nya berlangsung dari April sampai Juli 2015.

Sutradara film Jenderal Soedirman, Viva Westi, mengatakan proses terlama dalam film yang menjadikan Jawa Tengah, Yogyakarta, Bandung, Batujajar, dan Situ Lembang sebagai lokasi shooting ini adalah penulisan skenarionya. “Riset dan skenario cukup lama prosesnya. Soalnya dulu masih bingung sisi Jenderal Soedirman manakah yang menarik untuk diangkat,” jelasnya saat saat berjumpa dengan awak media di Robb’s Resto Hartono Lifestyle Mall, Solo Baru, Sukoharjo, Selasa (1/9/2015).

Akhirnya, Westi dan tim memutuskan mengangkat perang gerilya yang dijalani Jenderal Soedirman saat Agresi Militer II. Westi menganggap dari perang gerilya itu, ada sisi dramatik yang bisa diungkapkan kepada penonton dan menjadi sajian menarik.

“Kalau kita baca bukunya Tjokropranolo, Roto Soewarno, atau dari buku-buku yang menceritakan mereka bergerilya, sepanjang gerilya itu sangat drama banget. Misal saat mau ditangkap, Jenderal Soedirman tiba-tiba hilang. Terus udah mau ketangkap, tiba-tiba hujan. Itu sesuatu yang sangat menarik di film. Adegan kejar-kejaran menurutku sangat mudah buat orang untuk menangkap, dan itu sangat entertaining,” ungkap Westi.

Kisah heroik Jenderal Soedirman yang menjalani gerilya selama tujuh bulan dan menempuh seribu kilometer – ditambah dengan hanya satu paru-parunya yang berfungsi, diharapkan menjadi satu pembelajaran penonton, terutama anak muda.

Film yang didanai penuh oleh Mabes TNI AD ini melibatkan 200 kru dan personel TNI AD, yang membantu persenjataan, adegan ledakan, dan tampil pula dalam frame sebagai prajurit.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Event Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya Jawa Tengah

Soloevent.id - Perayaan Event Bukan Musik Biasa (BMB) kembali digelar di Pendopo Wisma Seni...

Bakdan Ing Sala 2026: Alasan Kenapa Mudik ke Solo Selalu Bikin Kangen!

Soloevent.id - Liburan lebaran di Kota Solo tahun ini lebih seru dan meriah. Ada...

30 Tahun Miles Films: Merayakan Musik, Sinema, dan Memori di Lokananta

Soloevent.id - Galeri Lokananta menggelar Pameran kolaborasi unik berbagai komunitas bertajuk "Lorong Antara Kita"....

More like this

Annisa & Venly Bongkar Tantangan Akting Paling Berat di Film ‘Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?’

Soloevent.id - Gimana sih rasanya kalau diajak meet n greet dan nonton bareng sama...

GUMREGAH! Sinema Akhir Tahun #10 ISI Solo: Seruan Bangkit Lewat Karya, Targetkan Panggung Internasional.

Soloevent.id - Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Program Studi (Prodi) Film Institut Seni...

Dekade Kreativitas: Sinema Akhir Tahun ke-10 ISI Surakarta Rayakan Inovasi Film!

Festival Film Sinema Akhir Tahun #10 resmi dibuka hari ini Rabu (12/11) di Teater...