Thursday, October 15, 2026
HomeSeni dan BudayaMengenal Wayang Potehi

Mengenal Wayang Potehi

Published on

- Advertisement -spot_img

MANIS PAHIT WAYANG POTEHI 2

Sekilas mengenal Wayang Potehi. Wayang Potehi adalah wayang khas Tiongkok yang telah berumur lebih dari 3000 tahun. Potehi berasal dari kata Pou-te-hi. “Pou” sendiri artinya kain,” te” artinya kantong, “hi” artinya wayang. Jadi secara harfiah Potehi adalah wayang yang terbuat dari kain yang memiliki kantong-kantong. Cara memainkannya dengan memasukkan jari-jari tangan pada kantong-kantong kain wayang kemudian menggerakkannya sesuai cerita. Biasanya pertunjukan wayang potehi diiringi oleh tabuhan-tabuhan layaknya wayang pada umumnya.

Menurut sejarah, Potehi sudah ada sejak masa Dinasti Jin (265-420 Masehi) dan berkembang pada Dinasti Song (960-1279 Masehi). Konon ceritanya, Potehi ini ditemukan di penjara oleh narapidana yang telah dijatuhi hukuman mati. 5 orang dijatuhi hukuman mati, 4 diantaranya langsung bersedih dan seakan tidak punya semangat hidup. 1 orang lainnya punya ide membuat hiburan agar tidak larut dalam kesedihan. Akhirnya kelima orang ini menabuh perkakas yang ada di penjara seperti panci, piring dan lainnya untuk membuat suara riuh dan seorang lainnya memainkan wayang. Suara riuh tersebut terdengar oleh kaisar dan kaisar suka dengan hiburan itu. Akhirnya sang kaisar memberi pengampunan.

Terus gimana ceritanya Potehi ini masuk Indonesia? Jadi ceritanya, Potehi masuk ke Indonesia sekitar abad 16 sampai 19 oleh orang-orang Tionghoa. Ada yang menyebutkan yang membawa Wayang Potehi ke Indonesia adalah seorang bernama Edmund Scott asal Inggris. Dia bilang bahwa Wayang Potehi ini untuk acara ritual.

Kurang lebih kaya itu cerita tentang Wayang Potehi. Tertarik untuk menonton pertunjukan Potehi? Atau pengen tahu suka duka dalang Wayang Potehi? Klik artikel Manis Pahit Wayang Potehi.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Misteri Rumah Tua & Ritual Sesat: Siap-Siap Nonton Film Rambut Sewu 5 November!

Soloevent.id - Genre film horor masih menjadi genre yang banyak diminati oleh penonton. Dengan...

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Disco Pilates Hadir Pertama Kali di Solo, Musro The Sunan Hotel Solo

Kolaborasi Yogashala dan Music Room The Sunan Hotel Solo SOLO, 3 Oktober 2026 — Ada...

More like this

Merawat Tradisi, Merawat Bumi: Parade Kreativitas 15 RW di Kirab Hajatan Ageng Jagalan

Soloevent.id - Kirab Budaya Hajatan Ageng Jagalan (HAJ) Kelurahan Jagalan kembali digelar di Kelurahan...

Panggung Budaya Mahasiswa Internasional UNS di UNS Cultural Night 2026

Soloevent.id - Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar UNS Cultural Night (UCN) 2026 dengan...

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...