Tuesday, July 21, 2026
HomeBisnisSemarakkan Earth Hour, The Sunan Hotel Pamerkan Karya Unik

Semarakkan Earth Hour, The Sunan Hotel Pamerkan Karya Unik

Published on

- Advertisement -spot_img

SEMARAKKAN EARTH HOUR, THE SUNAN HOTEL PAMERKAN KARYA UNIK

The Sunan Hotel Solo turut berpartisipasi dalam kegiatan Earth Hour. Selain kampanye hemat energi, hotel berbintang empat itu juga meluncurkan menu ramah lingkungan dan menampilkan rancangan busana karya para desainer muda Kota Solo.

Selama bergulirnya Eart Hour yang diselenggarakan pada Sabtu (28/3/2015), The Sunan Hotel Solo akan melakukan pemadaman listrik selama satu jam dari pukul 20.30-21.30 WIB. “Kami bakal mengadakan konservasi energi dengan mengurangi temperatur ruangan,” tutur Chief Engineer The Sunan Hotel Solo, Yuwono Supriyo, Jumat (27/3/2015) di Narendra Restaurant The Sunan Hotel Solo.

Yuwono menambahkan, selama berjalannya Earth Hour lampu taman akan dimatikan hingga 80 persen, begitu juga dengan lampu restoran. Jika ada tamu hotel yang hendak bersantap malam, pihaknya menyarankan untuk makan malam dengan diterangi lilin atau candle light dinner. “Kami ingin mengajak masyarakat untuk aware dalam pemakaian energi. Karena energi sangat mahal,” katanya.

Hotel yang berlokasi Jl. Ahmad Yani itu juga meluncurkan menu baru yang ramah lingkungan. Di antaranya dumpling ubi ungu, nasi bakar ayam, roti cane, taichi sup dari labu dan bayam, nasi merah hainan, dan lain-lain.

Dalam proses pengolahannya, menu-menu tersebut sangat sedikit membutuhkan energi listrik, gas, minyak, sehingga aman dikonsumsi bagi tubuh. “Bahan yang kami gunakan adalah bahan organik yang tidak menggunakan pestida,” terang Chef Eko Edi Priyanto.

Dalam keikutsertaannya di peringatan Earth Hour, The Sunan Hotel Solo mengajak pula tiga desainer muda asal Jurusan Desain Tekstil Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Ketiga fashion designer muda itu memamerkan masing-masing dua koleksi. Karya-karya mereka bisa dibilang cukup unik, jika dilihat dari pemilihan bahan dan bentuk. Salah satu desainer, Muhammad Zada Alsavero, mengaku membuat karya dari limbah koran bekas dan kain gorden yang tidak terpakai di rumahnya. Karyanya terinspirasi dari film animasi Frozen. “Untuk membuatnya, terutama hiasan mahkota kristal, saya menggunakan koran dan majalah bekas, serta plastik. Itu dipotong, terus dibentuk menyerupai kristal,” bebernya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Surga Anggrek Nusantara! Solo Anggrek Festival 2026 Hadir di Loji Gandrung

Soloevent.id - Solo Anggrek Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di Kota Solo pada...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...

More like this

Surakusuma: Memaknai Bulan Sura Melalui Tiga Laku Waktu

Dalam menyambut Bulan Sura, Mangkunegaran menghadirkan Surakusuma, sebuah instalasi yang mengajak masyarakat memaknai pergantian...

Parade Kebaya Soeltan : Intip Keseruan Roadshow Herborist Bareng Fanny Soegi.

Soloevent.id - Acara Parade Kebaya Soeltan Singgah ke Solo digelar pada Minggu (5/7/2026) di...

Jamming Session Road to Intimate Concert Sandhy Sondoro di Canting Londo Kitchen – Hotel Zigna Kampung Batik

Soloevent.id - Zigna Kampung Batik Laweyan akan menggelar acara musik berkualitas dengan menghadirkan musisi...