Tuesday, August 11, 2026
HomeBisnisSemarakkan Earth Hour, The Sunan Hotel Pamerkan Karya Unik

Semarakkan Earth Hour, The Sunan Hotel Pamerkan Karya Unik

Published on

- Advertisement -spot_img

SEMARAKKAN EARTH HOUR, THE SUNAN HOTEL PAMERKAN KARYA UNIK

The Sunan Hotel Solo turut berpartisipasi dalam kegiatan Earth Hour. Selain kampanye hemat energi, hotel berbintang empat itu juga meluncurkan menu ramah lingkungan dan menampilkan rancangan busana karya para desainer muda Kota Solo.

Selama bergulirnya Eart Hour yang diselenggarakan pada Sabtu (28/3/2015), The Sunan Hotel Solo akan melakukan pemadaman listrik selama satu jam dari pukul 20.30-21.30 WIB. “Kami bakal mengadakan konservasi energi dengan mengurangi temperatur ruangan,” tutur Chief Engineer The Sunan Hotel Solo, Yuwono Supriyo, Jumat (27/3/2015) di Narendra Restaurant The Sunan Hotel Solo.

Yuwono menambahkan, selama berjalannya Earth Hour lampu taman akan dimatikan hingga 80 persen, begitu juga dengan lampu restoran. Jika ada tamu hotel yang hendak bersantap malam, pihaknya menyarankan untuk makan malam dengan diterangi lilin atau candle light dinner. “Kami ingin mengajak masyarakat untuk aware dalam pemakaian energi. Karena energi sangat mahal,” katanya.

Hotel yang berlokasi Jl. Ahmad Yani itu juga meluncurkan menu baru yang ramah lingkungan. Di antaranya dumpling ubi ungu, nasi bakar ayam, roti cane, taichi sup dari labu dan bayam, nasi merah hainan, dan lain-lain.

Dalam proses pengolahannya, menu-menu tersebut sangat sedikit membutuhkan energi listrik, gas, minyak, sehingga aman dikonsumsi bagi tubuh. “Bahan yang kami gunakan adalah bahan organik yang tidak menggunakan pestida,” terang Chef Eko Edi Priyanto.

Dalam keikutsertaannya di peringatan Earth Hour, The Sunan Hotel Solo mengajak pula tiga desainer muda asal Jurusan Desain Tekstil Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta.

Ketiga fashion designer muda itu memamerkan masing-masing dua koleksi. Karya-karya mereka bisa dibilang cukup unik, jika dilihat dari pemilihan bahan dan bentuk. Salah satu desainer, Muhammad Zada Alsavero, mengaku membuat karya dari limbah koran bekas dan kain gorden yang tidak terpakai di rumahnya. Karyanya terinspirasi dari film animasi Frozen. “Untuk membuatnya, terutama hiasan mahkota kristal, saya menggunakan koran dan majalah bekas, serta plastik. Itu dipotong, terus dibentuk menyerupai kristal,” bebernya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Emparty Fest 2026, Hadirkan Ruang Berkarya Para Komunitas Seniman Merdeka

Soloevent.id - Pameran seni bertajuk Emparty Fest 2026 digelar di Taman Budaya Jawa Tengah...

Kirab 9 Pusaka di CFD Solo: Perayaan Semarak HUT ke-9 Museum Keris Nusantara!

Soloevent.id - Museum Keris Nusantara baru saja merayakan hari jadi ke-9 yang jatuh pada...

Korea Tourism Organization Perkuat Kerja Sama denganIndustri Pariwisata melalui Korea Tourism Seminar Solo 2026

Solo, 6 Agustus 2026 – Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta kembali memperkuat promosi pariwisata...

More like this

Korea Tourism Organization Perkuat Kerja Sama denganIndustri Pariwisata melalui Korea Tourism Seminar Solo 2026

Solo, 6 Agustus 2026 – Korea Tourism Organization (KTO) Jakarta kembali memperkuat promosi pariwisata...

Fashion & Luncheon “Elegance in Heritage”, Perpaduan Kebaya, Batik, dan Kuliner Nusantara di The Sunan Hotel Solo

Soloevent.Id - Dalam rangka memperingati Hari Kebaya Nasional, The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan...

Ada Fosil Dinosaurus Asli 20 Meter! Tahir Solo Museum Resmi Dibuka.

Soloevent.id - Tahir Solo Museum (Culture, Science and Technology) resmi dibuka pada Sabtu (25/7/2026)...