Monday, February 9, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaJames Cousins Company Bawakan Drama Penuh Kegalauan

James Cousins Company Bawakan Drama Penuh Kegalauan

Published on

- Advertisement -spot_img

JAMES-COUSINS-COMPANY

Hidup memang tak menentu. Lika-likunya ibarat labirin yang terus berputar. Beruntunglah orang yang menemukan jalan keluar. Namun, nestapa akan hinggap tatkala orang tersebut masih berkutat di dalamnya, terjebak, dan tidak menemukan arah yang dituju. Problematika hidup harus dilalui dengan berbesar hati dan berlapang dada. Walaupun kadang makna kesabaran dan frustrasi, hanya dipisahkan oleh benang tipis.

Tulisan di atas merupakan gambaran pementasan Without Stars, sebuah persembahan dari James Cousins Company, yang dihelat di Teater Besar Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Rabu (29/10/2014). Indonesia merupakan salah satu negara yang disinggahi kelompok tari asal Inggris itu, dalam rangkaian South-East Asia Tour-nya. Selain judul di atas, mereka juga mementaskan karya dengan tajuk There We Have Been. Kedua karya tari kontemporer tersebut, terinspirasi dari novel Norwegian Wood karangan Haruki Murakami.

Sama seperti novelnya, James Cousins mampu mentransformasikan kegamangan dan keputusasaan ke atas panggung. Dengan tata pencahayaan yang bernuansa murung, ditambah efek suara lo-fi dari lagu pengiring, keempat penari Without Stars, berhasil mengajak penonton untuk berkelana dalam dunia temaram. Sebuah dunia milik penari Gareth Mole, yang sarat akan konflik diri.

Realitas dunia memang kadang bertepuk sebelah tangan dengan harapan. Kadang Gareth merokok sambil termangu, menerawang kisah percintaannya dengan Chihiro Kawasaki. Saat asmara membuncah di antara keduanya, Chihiro pergi meninggalkan Gareth. Tak lain tak bukan karena Chihiro masih memendam rasa terhadap kekasihnya yang telah meninggal, yang diperankan oleh George Hann.

Mungkin ada benarnya, tatkala banyak orang menyatakan bahwa cinta tak butuh alasan. Gareth yang sedang dalam kondisi depresi, tiba-tiba bertemu dengan Albert Garcia. Di awal pertemuannya, belum terkesan apa-apa. Namun, seiring berjalannya waktu, kisah romansa dua insan laki-laki itu, semakin serius. Melalui gerakan-gerakan cepat, tampak jelas keintiman cerita cinta mereka.

Di saat Gareth merajut asmara dengan Albert, Chihiro muncul kembali dalam lembaran hidupnya. Konflik batin pun terjadi, apakah ia memilih Albert, atau memadu kisah bersama lagi dengan Chihiro. Sebuah pilihan yang sulit baginya.

Di akhir pementasan, James Cousins berpesan kepada penonton untuk bebas menginterpretasikan karyanya. Sementara itu, Suprapto Suryodarmo yang turut menyaksikan pertunjukan itu, menilai bahwa muatan yang dibawa oleh penampil, sangat berani. “Menarik karena berhasil menciptakan dunia bayang. Tata cahaya juga sangat berani, karena mendobrak pakem visual yang ada. Ada teknik penampilan baru di sini,” jelasnya. Ketika ditanyai tentang pembawaan materi percintaan sesama jenis, ia mengemukakan argumen, “Penampilan mereka merupakan penggambaran tentang realitas sosial yang ada dalam masyarakat kita sekarang.”

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mangkunegaran Meresmikan Layanan Ambulans Jenazah dan Pembukaan Kembali Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran

Surakarta, 5 Februari 2026. Mangkunegaran meresmikan layanan ambulans jenazah dan membuka kembali Perpustakaan Reksa Pustaka...

Maraton 48 Jam: Intip Keseruan Global Game Jam Solo 2026 di Solo Technopark!

Soloevent.id - Global Game Jam Solo 2026 kembali digelar pada 30 Januari hingga 1...

Chef Jane Spill Rahasia “Dubai Chewy Cookies” di Atrium Neo Solo Grand Mall.

Soloevent.id - Neo Solo Grand Mall kembali menggelar acara festival kuliner pada 23 Januari...

More like this

Mengenal Boga Sambrama: Tradisi Berbagi Jajanan Khas Mangkunegaran Setiap 35 Hari

Soloevent.id - Pura Mangkunegaran menggelar acara Boga Sambrama di Pamedan Pura Mangkunegaran Sabtu (31/1/2026)....

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...