Saturday, January 31, 2026
spot_img
HomeMusikDebu Tak Halangi Liarnya Crowd Rock In Solo 2014

Debu Tak Halangi Liarnya Crowd Rock In Solo 2014

Published on

- Advertisement -spot_img

debu tak halangi rock in solo-post__

Siang itu, matahari bersinar dengan terik. Namun, panasnya sengatan tak diindahkan oleh segerombolan orang yang berpesta di moshpit. Beragam gerakan dansa liar, mereka pertontonkan seiring deru distorsi dan drum blasting yang semakin kencang. Pasca tampilnya Rising the Fall, panggung Rock In Solo 2014 diokupansi oleh pasukan thrash metal, Godless Symptoms.

Sebagai band yang konsen menuliskan lirik bertema politik, puisi “Negeri Para Bedebah” karya Adhie Massardi, mengawali langkah mereka ke atas panggung. Horn sign dari para metalheads menyambut kedatangannya. Selanjutnya, tanpa ampun mereka membombardir massa. Dibawakannya “Paranoia”, sukses membakar suasana Rock In Solo 2014. Penonton yang masih malu-malu di lagu pertama, dibuat beringas oleh lagu yang diambil dari album Negeri Neraka tersebut.

Liarnya crowd Rock In Solo 2014, membuat banyak debu beterbangan di arena. Debu yang membumbung tinggi, seakan tidak dipikirkan oleh mereka. Bahkan, tanpa komando, mereka membentuk circle pit. Melihat reaksi metalheads, sang vokalis Godless Symptoms, Baruz, angkat topi terhadap kehebatan skena musik metal Solo. “Kalian warga Solo memang keren dengan membuat acara seperti ini, yang diberi dukungan langsung oleh pemerintah,” ujarnya.

Sejak mengawali debut dengan merilis album Crossover pada 2007, tahun ini merupakan kali pertamanya mereka menginjakkan kaki di Kota Bengawan, lewat gelaran akbar Rock In Solo 2014, Sabtu (11/10/2014) lalu. Band yang digawangi oleh Baruz (vokal), Tom (gitar), Decay (gitar), Goesti (drum), dan Lukita (bass) ini, tampil trengginas dengan muatan dari tiga albumnya.

Sebanyak enam amunisi mereka gelontorkan dari amplifier. Nomor anthemic “Beraksi Lewat Distorsi”, membuat massa ber-sing along di bagian chorus yang catchy. Bahkan, Baruz sempat melemparkan microphone ke arah crowd untuk mengajak mereka bernyanyi bersama. Sebagai penutup Rock In Solo 2014, band asal Bandung ini membawakan “Anjing Iblis”.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Annisa & Venly Bongkar Tantangan Akting Paling Berat di Film ‘Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?’

Soloevent.id - Gimana sih rasanya kalau diajak meet n greet dan nonton bareng sama...

Bukan Sekadar Fashion Show, Rotary Club Solo Buktikan Perayaan Ultah Bisa Sambil Bantu Sesama.

Soloevent.id - Dalam rangka merayakan anniversary Rotary Club Solo Sriwedari ke-13 menggelar lomba batik...

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

More like this

Puncak Acara Milad Rapma FM ke-28 Hadirkan Panggung Gigs Musik di Hetero Space Solo

Soloevent.id - Komunitas radio Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Rapma FM baru saja menggelar perayaan...

Float hingga Efek Rumah Kaca Ramaikan Solo City Jazz ke-13 di Pamedan Pura Mangkunegaran

Soloevent.id - Solo City Jazz ke-13 kembali digelar pada 27 September 2025 dengan menghadirkan...

Solo City Jazz 2025 Hadirkan Musisi Local Pride Solo

Soloevent.id - Kota Solo tidak pernah sepi event seru setiap bulannya. Sabtu (27/9/2025) terdapat...