Friday, May 1, 2026
HomeMusik‘Ritual’ Rock In Solo Berlanjut

‘Ritual’ Rock In Solo Berlanjut

Published on

- Advertisement -spot_img

‘RITUAL’ ROCK IN SOLO BERLANJUT-post

Siang itu, Firman “Bolie” Prasetyo menerangkan, ada suatu momen ketika ia dan rekan-rekannya dari Down For Life, ngobrol bersama personil Superman Is Dead, Navicula, dan beberapa scenester Bali, di sebuah kafe di Kuta. Dalam perbincangan itu, sempat terucap keirian pegiat skena Pulau Dewata terhadap Solo. “Gila ya, kota sekecil Solo, bisa punya acara segede Rock In Solo,” ucap Bolie menirukan salah satu omongan.

Tidak bisa dipungkiri, kota berpenduduk kurang lebih 563.659 jiwa ini, telah masuk ke dalam percaturan metal dunia, dengan menggelar hajatan bertaraf internasional yang mendatangkan band-band luar negeri. Tidak hanya nama-nama beken mancanegara saja yang diundang, musisi domestik pun turut diajak untuk menghentak pergelaran tahunan bernama Rock In Solo (RIS).

Dalam sesi bincang-bincang santai “Merayakan Satu Dekade yang Penuh dengan Pembangkangan” di Ruang Seminar FISIP UNS, Selasa (30/9/2014), Bolie mengutip pernyataan salah satu penggagas Hammersonic Festival, sebuah event metal besar di Tanah Air. Ia berkata bahwa, “Hammersonic ada karena Rock In Solo.”

Dalam sesi obrolan yang diprakarsai oleh Komunitas Musik FISIP (KMF) itu, para pembicara menguraikan bahwa RIS yang bermula dari acara musik, seiring berkembangnya usia telah menjadi entitas baru di Kota Bengawan.  “Jika berbicara Solo, tidak hanya keraton, nasi liwet, batik, tapi ada juga RIS di sana,” terang Bolie selaku Dewan Jenderal Divisi Media dan Propaganda. Ini tak lepas dari banyaknya metalheads dari seluruh penjuru Indonesia yang hadir di gelaran tahunan itu, sehingga nama RIS telah termahsyur di segala pelosok negeri.

Beragamnya karakteristik metalheads yang hadir, menyebabkan event yang bakal diselenggarakan pada 11 Oktober 2014 mendatang ini, menurut Adia Prabowo selaku MC RIS 2014, telah menyebabkan perhelatan tersebut berkembang dari bersenang-senang menjadi “ritual”. Mereka semua berkumpul, menikmati musik kesukaan, headbang, moshing, tanpa mempertimbangkan identitas agama dan kesukuan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Pelatihan Membuat Sanggul Bersama Akademi Sanggul Nusantara di Event Solo Menari 2026

Soloevent.id - Pagelaran Solo Menari 2026 kembali digelar pada Selasa-Rabu (28-29/4/2026) di Pendhapi Gedhe...

Sebanyak 1.700 Penari Kipas Semarakkan Solo Menari 2026 di Kawasan Titik Nol

Soloevent.id - Kota Solo kembali menggelar acara Solo Menari pada 29 April 2026. Sebanyak...

Cukup 10 Ribu! Intip 5 Wahana Ikonik yang Wajib Kamu Coba di Pasar Malam Alun-Alun Kidul

Soloevent.id - Pasar Malam Alkid (Alun-Alun Kidul) kembali digelar mulai 3 April - 3...

More like this

Konser Live Arena, Disko Koplo Mr. Jono & Joni Guncang De Tjolomadoe

Soloevent.id - Konser Musik Live Arena digelar di Halaman Parkir Timur De Tjolomadoe, Rabu...

Puncak Acara Milad Rapma FM ke-28 Hadirkan Panggung Gigs Musik di Hetero Space Solo

Soloevent.id - Komunitas radio Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Rapma FM baru saja menggelar perayaan...

Float hingga Efek Rumah Kaca Ramaikan Solo City Jazz ke-13 di Pamedan Pura Mangkunegaran

Soloevent.id - Solo City Jazz ke-13 kembali digelar pada 27 September 2025 dengan menghadirkan...