Friday, September 18, 2026
HomeSeni dan BudayaTNI Kenalkan Solo Lewat Kejuaraan Dunia Terjun Payung Militer

TNI Kenalkan Solo Lewat Kejuaraan Dunia Terjun Payung Militer

Published on

- Advertisement -spot_img

terjun-payung-militer

Pasca “digempur” event kota solo berbalut mode, seni, budaya semacam Bamboo Biennale, Solo Batik Fashion 6, Solo International Performing Arts (SIPA) 6 , International Indonesia Mask Festival (IIMF); pada 17-28 September, masyarakat Solo kembali disuguhi acara bertaraf internasional, dari sisi olahraga. Adalah The 38th CISM World Military Parachuting Championship 2014, kejuaraan terjun payung militer ini bakal diikuti oleh 406 atlet dari 42 negara.

Ada tiga nomor yang yang akan dilombakan dalam event terjun payung militer ini yakni Accuracy (ketepatan mendarat, digelar di Stadion Manahan), Style (gaya, bertempat di Alun-Alun Selatan), dan Formation Skydiving (kerjasama di udara, dilangsungkan di Lanud Adi Soemarmo).

Menurut keterangan Ketua Pelaksana The 38th CISM World Military Parachuting Championship 2014, Brigjen TNI Endang Sodik, sebenarnya ada empat kota yang menjadi kandidat tuan rumah kompetisi ini yaitu Jakarta, Bali, Yogya, Solo. Namun dilihat dari dua faktor: air traffic dan kearifan lokal, maka dipilihlah Kota Bengawan sebagai tempat perhelatan.

 “Keempat kota itu memenuhi aspek kultural, tapi tidak memenuhi segi security air traffic [keamanan lalu lintas udara] untuk menyelenggarakan kejuaraan terjun payung militer. Hanya kota Solo yang relatif bisa kami kendalikan [air traffic-nya]. Soalnya lalu lintas di sini tidak terlalu padat jika dibandingkan kota-kota tadi,” kata Endang ketika ditemui wartawan di sela acara gladi bersih event kota solo tahunan tersebut, Selasa (16/9/2014).

Dengan diadakannya kejuaraan dunia terjun payung militer ini, diharapkan akan mewujudkan motto “Bersama Rakyat TNI Kuat”. Sesuai keterangan Endang, TNI memang mencoba merangkul beberapa elemen untuk memberikan citra positif terhadap Indonesia. Sekaligus memperbesar peran TNI dalam promosi nasional di bidang ekonomi, budaya, pariwisata, dan UKM masyarakat.

“Tujuan kami, bagaimana agar kehadiran TNI dapat berkolaborasi dengan unsur yang lain. Karena kami ingin bekerjasama dengan Kemenparekraf, UKM, Koperasi, Pemda,” tutur pria yang menjabat juga sebagai Sekretaris Umum Komite Olahraga Militer Indonesia (KOMI) itu.  “Mari sukseskan acara kejuaraan terjun payung militer, sebagai kesempatan mengangkat Solo agar go dunia,” tambahnya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...

More like this

Solo International Performing Arts Hari Kedua Tampilkan  5 Delegasi Seni Yang Memukau

Soloevent.id - Solo International Performing Arts (SIPA) 2026  Hari kedua menampilkan beragam karya seni...

SIPA 2026, Diplomasi Budaya melalui Seni Pertunjukan

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali menyuguhkan perayaan  seni pertunjukan  bertaraf  internasional di...

SIPA Hadirkan Beragam Seni Pertunjukan di Hari Kedua

Solo International Performing Arts (SIPA) 2026 kembali melanjutkan rangkaian pertunjukannya di Pamedan Pura Mangkunegaran,...