Thursday, April 9, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaSekelumit Cerita Solo Batik Carnival 2014 Part II

Sekelumit Cerita Solo Batik Carnival 2014 Part II

Published on

- Advertisement -spot_img

SEKELUMIT-CERITA-SOLO-BATIK-CARNIVAL-2014-PART-II

SOLO,  SOLOEVENT.CO.ID –  “Itu yang jualan jagung, kenapa di situ? Beri tahu suruh minggir” seru seorang anggota pengamanan kepada temannya.

Di panggung timur bersegeralah tim musik menyambut kedatangan peserta SBC. Dengan drum, saron, bonang, gong, saxophone, mereka menyanyikan, “…SBC, Solo Batik Karnaval. SBC, Solo Batik Karnaval. Kota Solo Kota Batik, batik untuk Kota Solo…” para rombongan di bagian  awal yang menggunakan kostum a la prajurit kerajaan tempo dulu menunjukkan aksi baris-berbaris serta mempertontonkan jurus-jurus bela diri mereka. Lalu serombongan prajurit putri juga melakukan hal yang sama.

Cerita Solo Batik Carnival 2014 berlanjut. Dari kejauhan tampak tiga kereta kuda. Kemudian kereta kuda tadi berhenti di depan panggung kehormatan. Tamu-tamu agung yang dibawanya turun, dan selanjutnya menempati kursi-kursi yang telah disediakan. Setelahnya para model yang mengenakan kostum ikonik Solo Batik Carnival bermunculan. Mereka menari-nari mengikuti irama lagu, dan seperti menjadikan Jensud sebagai panggung mereka sendiri. Dan satu yang unik: mereka welcome kepada awak media dan penonton. Berulang kali kalimat “Hadap sini, mbak! Hadap sini!” terlontar dari para fotografer dan penonton. Dengan gaya mereka yang cool sembari menyunggingkan senyum, mereka menuruti permintaan kebutuhan awak media dan “kebutuhan” penonton yang kelak pastinya akan di-upload di jejaring sosial. Dengan keramahan mereka, para model seperti tidak merasakan bahwa kostum yang mereka kenakan berat, pun ditambah jarak yang lumayan jauh yang mereka tempuh dengan berjalan kaki.

Namun sayang, keelokan para model yang menari-nari harus “dinodai” oleh aksi segelintir penonton yang “bocor” dari pagar pengaman. Selanjutnya

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

UNI PARJO, Peresmian Ikon Baru Akulturasi Budaya Minang dan Jawa di Pasar Jongke

Soloevent.id - Sebuah perhelatan budaya dan kuliner bertajuk UNI PARJO (Urang Minang Pasar Jongke)...

Event Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya Jawa Tengah

Soloevent.id - Perayaan Event Bukan Musik Biasa (BMB) kembali digelar di Pendopo Wisma Seni...

Bakdan Ing Sala 2026: Alasan Kenapa Mudik ke Solo Selalu Bikin Kangen!

Soloevent.id - Liburan lebaran di Kota Solo tahun ini lebih seru dan meriah. Ada...

More like this

UNI PARJO, Peresmian Ikon Baru Akulturasi Budaya Minang dan Jawa di Pasar Jongke

Soloevent.id - Sebuah perhelatan budaya dan kuliner bertajuk UNI PARJO (Urang Minang Pasar Jongke)...

Event Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya Jawa Tengah

Soloevent.id - Perayaan Event Bukan Musik Biasa (BMB) kembali digelar di Pendopo Wisma Seni...

Bakdan Ing Sala 2026: Alasan Kenapa Mudik ke Solo Selalu Bikin Kangen!

Soloevent.id - Liburan lebaran di Kota Solo tahun ini lebih seru dan meriah. Ada...