Thursday, April 23, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaAsal Usul Cerita Topeng Panji

Asal Usul Cerita Topeng Panji

Published on

- Advertisement -spot_img

topeng-panji

Topeng tak sekedar perwujudan dari sebuah sifat yang menakutkan ataupun menyimpan banyak rahasia. Topeng juga disajikan lewat sebuah karya seni tarian yang selalu menyimpan cerita mistis. Topeng menyajikan sebuah tarian, pewayangan, maupun drama dengan lakon berbeda. Tari yang berasal dari Kota Cirebon mempunyai pesan terselubung baik dari warna, jumlah topeng, maupun jumlah gamelan yang mengiringi pertunjukkan tari tersebut. Jumlah keseluruhan topeng ada 9 buah, yaitu panji, samba, rumyang, patih, rahwana, pentul, samblep, jinggananom, dan aki-aki. Dari kesembilan topeng ini hanya 5 yang pokok yakni panji, samba, rumyang, patih, dan kelana. Topeng panji sendiri dapat dikatakan sebagai kesucian bayi karena warnanya yang putih.

Cerita panji beraneka macam ragamnya, awal mulanya ada seorang raja bernama Prabu Bramawijaya kehilangan seorang puterinya. Sang puteri kabur dari istana karena enggan dijodohkan dengan lelaki yang tak pernah ia cintai. Akhir cerita sang Prabu memerintahkan Panji Asmorobangun menyamar menjadi rakyat biasa untuk menemukan puterinya Dewi Sekartaji. Alkisah, keduanya saling mencintai.

Panji sendiri dapat disimpulkan sebagai cerita rakyat yang berkembang dengan berbagai versi mengikuti disetiap jamannya. Ande lumut, bawang merah bawang putih, timun mas, dan lainnya merupakan sekumpulan dari cerita panji yang tersaji menjadi legenda jawa. Panji juga dapat dikatakan sebagai sebuah cerita dalam drama wayang seperti Ramayana dan Mahabrata. Cerita Panji juga dimunculkan sebagai identitas kebesaran raja-raja yang pernah berkuasa di tanah jawa.

Topeng panji sendiri di deskripsikan sebagai topeng putih yang ornamen, motif, serta hiasannya terlihat berupa stilasi bunga-bunga dan sulur seperti kembang kliyang dan bunga tiba. Mencerminkan sikap menunduk dan luruh panji terlihat sebagai sosok yang paling suci mewakili semua sifat dalam 4 arah angin. Hidungnya digambarkan lurus, kecil, dan lancip. Karena semakin besar bentuk hidung atau semakin mancung menggambarkan bahwa sosok panji adalah sosok yang kuat dan gagah. Pada dasarnya cerita panji adalah sekumpulan cerita pada masa Hindu-Budhha di Jawa yang berkisar tentang kisah asmara Panji Asmorobangun dengan Dewi Sekartaji.

So, dapat disimpulkan bahwa cerita topeng panji adalah turunan dari kisah asmara Panji dan Dewi Sekartaji yang berkembang di legenda Jawa.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Pecahkan Rekor LEPRID! 200 Dalang & Penari Cilik Solo Raya Guncang Festival Kentingan

Soloevent.id - Kampung Seni Kentingan dan UMKM Asri Jebres Solo menggelar acara bertajuk Festival...

Keanggunan Lurik dalam Perayaan Semangat Kartini di The Sunan Hotel Solo

Soloevent.id - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, The Sunan Hotel Solo menyelenggarakan acara bertajuk...

Konser Live Arena, Disko Koplo Mr. Jono & Joni Guncang De Tjolomadoe

Soloevent.id - Konser Musik Live Arena digelar di Halaman Parkir Timur De Tjolomadoe, Rabu...

More like this

Pecahkan Rekor LEPRID! 200 Dalang & Penari Cilik Solo Raya Guncang Festival Kentingan

Soloevent.id - Kampung Seni Kentingan dan UMKM Asri Jebres Solo menggelar acara bertajuk Festival...

UNI PARJO, Peresmian Ikon Baru Akulturasi Budaya Minang dan Jawa di Pasar Jongke

Soloevent.id - Sebuah perhelatan budaya dan kuliner bertajuk UNI PARJO (Urang Minang Pasar Jongke)...

Event Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya Jawa Tengah

Soloevent.id - Perayaan Event Bukan Musik Biasa (BMB) kembali digelar di Pendopo Wisma Seni...