Thursday, July 23, 2026
HomeSeni dan BudayaRelief Candi Sukuh Dan Aksara Jawa Disuguhkan Bo Sang Umbrella Festival

Relief Candi Sukuh Dan Aksara Jawa Disuguhkan Bo Sang Umbrella Festival

Published on

- Advertisement -spot_img

RELIEF CANDI SUKUH DAN AKSARA JAWA DISUGUHKAN DALAM KARYA DI THAILAND

Kerjasama antara Indonesia dan Thailand dalam mengadakan festival payung sudah terjalin dengan baik tahun lalu. Thailand ikut berpartisipasi dalam Festival Payung Indonesia 2015. Kali ini tim Festival Payung Indonesia (FPI) akan bertolak ke Thailand guna berpartisipasi dalam Bo Sang Umbrella Festival pada 15-17 Januari 2016.

Dari Thailand FPI banyak mengambil pelajaran perihal payung dan eksistensinya di negara tersebut. Komunikasi pun terus berjalan antar FPI dan Kementrian Kebudayaan Thailand yang bersedia menjadi penghubung dengan Chiang Mai Cultural Council yang telah sukses menggelar Bo Sang Umbrella festival selama 33 tahun.

Pada kunjungan kali ini, Festival Payung Indonesia akan membawa gagasan sister festival. Sister festival adalah festival bersaudara antara Festival Payung Indonesia dan Bo Sang Umbrella Festival. Gagasan tersebut terbersit karena Indonesia termasuk bangsa yang serumpun dengan Thailand di kawasan ASEAN. Kesenian dan budaya yang mempunyai banyak kemiripan membuat para tim melakukan observasi, bertukar ide dan pengalaman serta meningkatkan dialog kebuadayaan Indonesia-Thailand.

Festival Payung Indonesia akan menyuguhkan pentas tari payung dengan tema “mantra payung” yang bermakna karya doa disetiap gerakan payung tersebut. Ada juga demo lukisan payung dengan motif relief candi sukuh. Yang mana dipercaya bahwa relief candi sukuh ini sangat menginspirasi untuk menghasilkan sebuah karya lukisan. Selain motif relief candi sukuh, diangkat pula motif aksara jawa. Thailand mempunyai aksara yang dianggap sangat luar biasa. Maka dari itu tim Festival Payung Indonesia ingin menunjukkan bahwa Indonesia pun juga memiliki aksara yang bisa menjadi sebuah inspirasi karya.

“Kita harapkan terbentuk kerjasama yang bagus dan wisatawan Thailand banyak yang datang (ke Festival Payung Indonesia) nanti. Akan terjadi semacam kerja sama masalah bagaimana membangun pengrajin-pengrajin desa payung yang tangguh. Biar desa payung di Indonesia juga semakin bagus dari segi ekonomi maupun pariwisata,”ungkap Heru Prasetyo selaku Direktur Program Festival Payung Indonesia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Surga Anggrek Nusantara! Solo Anggrek Festival 2026 Hadir di Loji Gandrung

Soloevent.id - Solo Anggrek Festival kembali digelar untuk kedua kalinya di Kota Solo pada...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...

More like this

Kolaborasi Lintas Generasi di Satu Panggung Solo Keroncong Festival 2026

Soloevent.id - Solo Keroncong Festival (SKF) 2026 kembali digelar pada Sabtu (18/7/2026) di Alun-Alun...

Dari Gambyong Hingga Band Local: Pre-Event SIPA 2026 Sukses Hipnotis Anak Muda Solo di Solo Paragon Lifestyle Mall.

Soloevent.id - Bulan September mendatang, Solo International Performing Arts (SIPA) bakalan digelar lagi.  Berbagai...

Seniman dari 28 Negara Kumpul di Solo International Art Camp 2026!

Soloevent.id - Yayasan Jagoan Indonesia bersama The Asian Post (member of Infobank Media Group)...