Saturday, April 11, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaKisah Kawin-Cerai Barabah Part II

Kisah Kawin-Cerai Barabah Part II

Published on

- Advertisement -spot_img

KISAH KAWIN-CERAI BARABAH PART II

Lanjutan Barabah part I.

Sewaktu pulang, Banio kaget karena ada seorang lelaki di rumahnya. Ia menuduh Barabah telah berselingkuh dengannya. Banio naik pitam, Adibul hendak ia hajar. Namun, lelaki itu berhasil melarikan diri. Banio dan Barabah larut dalam kecemburuan. Suami-istri tersebut saling salah-menyalahkan. Kemudian mereka pergi ke ruang belakang untuk mengobrol. Banio menjelaskan kemarahannya didasari kecemburuan. “Dia itu muda, ganteng, dan necis,” tuturnya.

Kecemburuan sesaat itu telah Banio pangkas. Saat ia mengetahui kalau Adibul bersembunyi di teras rumahnya, Banio menyuruhnya masuk. “Sudahlah. Aku sudah melupakan keributan tadi,” katanya. Keduanya kemudian larut dalam perbincangan ngalor-ngidul.

Saat ngobrol, tiba-tiba Zaitun menampakkan diri. Kedatangannya langsung diberondong ocehan oleh Barabah. Melihat itu, Banio melerai keduanya. Banio akhirnya menanyainya baik-baik, apa tujuan datang ke rumahnya. “Saya anak bapak. Saya anak dari istri keenam. Ibu saya Suti,” jelasnya.

Mendengar itu, Banio kegirangan, karena ia dipertemukan anaknya — walaupun ia sebenarnya lupa. Banio tambah bahagia, tatkala Zaitun dan Adibul ternyata berpacaran. Hubungan keduanya akan dibawa ke jenjang yang lebih tinggi, makanya mereka datang ke rumah Banio untuk meminta restu. “Pesanku satu, kamu harus jadi suami yang baik. Jangan seperti aku,” kata Banio kepada Adibul.

Yap, tulisan di atas adalah ringkasan dari naskah “Barabah”, karya Motinggo Busye. Naskah tersebut dipentaskan oleh mahasiswa Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Kamis (17/12/2015). Pentas dilaksanakan sebagai tugas akhir mata kuliah Penyutradaraan.

Berhimpun dalam nama Teater Wae, 14 orang yang menghuni kelompok ini memulai proses sedari September, “Awalnya pengenalan mata kuliah ini. Terus kami diskusi kecil sama teman-teman, sharing tentang teater, terus kelas mau diapain. Akhirnya terjadilah pentas ini,” tutur sang sutradara, Kirana Yasmine, saat ditemui usai pentas.

Perempuan yang kerap dipanggil Iyem ini, sengaja membumbui komedi dalam garapannya supaya penonton lebih mudah menyerap isi pertunjukan. Pemilihan naskah “Barabah” didasarkan pada  tema kawin-cerai yang selalu ada di tiap zaman.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

UNI PARJO, Peresmian Ikon Baru Akulturasi Budaya Minang dan Jawa di Pasar Jongke

Soloevent.id - Sebuah perhelatan budaya dan kuliner bertajuk UNI PARJO (Urang Minang Pasar Jongke)...

Event Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya Jawa Tengah

Soloevent.id - Perayaan Event Bukan Musik Biasa (BMB) kembali digelar di Pendopo Wisma Seni...

Bakdan Ing Sala 2026: Alasan Kenapa Mudik ke Solo Selalu Bikin Kangen!

Soloevent.id - Liburan lebaran di Kota Solo tahun ini lebih seru dan meriah. Ada...

More like this

UNI PARJO, Peresmian Ikon Baru Akulturasi Budaya Minang dan Jawa di Pasar Jongke

Soloevent.id - Sebuah perhelatan budaya dan kuliner bertajuk UNI PARJO (Urang Minang Pasar Jongke)...

Event Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya Jawa Tengah

Soloevent.id - Perayaan Event Bukan Musik Biasa (BMB) kembali digelar di Pendopo Wisma Seni...

Bakdan Ing Sala 2026: Alasan Kenapa Mudik ke Solo Selalu Bikin Kangen!

Soloevent.id - Liburan lebaran di Kota Solo tahun ini lebih seru dan meriah. Ada...