Thursday, February 26, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaPentas Berlakon Ciptaning Jadi Upaya Mengembalikan Kejayaan Sriwedari

Pentas Berlakon Ciptaning Jadi Upaya Mengembalikan Kejayaan Sriwedari

Published on

- Advertisement -spot_img

PENTAS CIPTANING JADI UPAYA MENGEMBALIKAN KEJAYAAN SRIWEDARI

 

Soloevent.id – Minggu (10/7/2016) adalah hari yang menggembirakan bagi Wayang Orang Sriwedari. Di hari itu, Wayang Orang Sriwedari memperingati ulangtahun ke-106. Sebuah pentas berlakon Ciptaning digelar untuk merayakannya.

Pentas yang dimulai sekitar pukul 20.00 WIB itu berjalan meriah dengan ditunjang dua panggung, lighting yang lebih semarak, dan efek visual. Pertunjukan tersebut juga menghadirkan seniman-seniman tamu, antara lain Wahyu Santoso Prabowo dan Wasi Bantolo (ISI Surakarta), Ali Marsudi (Wayang Orang RRI Surakarta), serta Eny Sulistyowati (Jakarta).

Gedung Wayang Orang Sriwedari turut menjadi saksi bertemunya seniman-seniman Wayang Orang Sriwedari dari berbagai lintas generasi dalam satu panggung. Menurut sang sutradara, Agus Prasetyo, “Ciptoning” didukung oleh generasi kedua, ketiga, hingga generasi terkini.

Alur waktu “Ciptaning” terjadi sebelum Perang Baratayuda dimulai. Arjuna yang sedang dilanda ketidakyakinan memenangkan perang, memilih mengasingkan diri ke Pertapaan Indrakila. Selain ingin mencari jati diri, Arjuna juga memohon kepada Dewa agar Pandawa memenangkan perang. Dalam pertapaannya itu, Arjuna mengganti namanya menjadi Begawan Ciptaning.

Tujuh bidadari diutus oleh Batara Narada untuk menguji kemantapan hati Arjuna. Namun, Arjuna tak bergeming. Batara Guru yang mendapat informasi dari Batara Narada akhirnya turun tangan langsung melalui perantara babi hutan. Ia bersabda bahwa barangsiapa yang bisa membunuh babi hutan itu akan dikabulkan permintaannya.

Arjuna akhirnya dapat menghabisi babi hutan. Batara Guru menepati janjinya. Ia memberikan “hadiah” berupa Panah Pasopati, tetapi dengan syarat Arjuna harus mengalahkan raksasa Niwatakawaca yang sedang membuat rusuh Kahyangan dan ingin menjadikan Dewi Supraba sebagai istrinya. Singkat cerita, Arjuna berhasil menumpas Niwatakawaca. Ia memanah kerongkongan Niwatakawaca yang menjadi sumber kelemahan si raksasa itu.

Menurut Agus Prasetyo, lakon “Ciptaning” dipilih merupakan gambaran wujud perjuangan guna mengembalikan kejayaan dan kegemilangan Wayang Orang Sriwedari dalam persaingan hiburan di era modern ini.

Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, yang hadir di pementasan itu berpesan agar Wayang Orang Sriwedari dapat menjadi ujung tombak bagi perkembangan seni di Kota Solo. “Sebagai wujud kepedulian Pemerintah Kota Solo untuk melestarikan seni wayang orang, maka di tahun ini kami akan membuka sayembara pembangunan Gedung Wayang Orang Sriwedari,” katanya saat memberikan sambutan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Aston Solo Hotel Hadirkan Pengalaman Iftar Dunia dengan Sentuhan ASEAN

Soloevent.id - Dalam menyambut bulan suci ramadhan, Aston Solo Hotel resmi memperkenalkan rangkaian program...

Rayakan Hari Pers Nasional, Monumen Pers Solo Pamerkan 101 Koleksi Iklan Ikonik.

Soloevent.id - Monumen Pers Nasional Solo menggelar pameran bertajuk Warta Pariwara yang menampilkan koleksi...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Ratusan Menu Nusantara di Iftar All You Can Eat Buffet

Soloevent.id - Menyambut bulan suci Ramadhan, The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman berbuka...

More like this

Upacara Peringatan HUT ke-281 Kota Solo, Masyarakat Umum Ikut Kenakan Busana Adat Jawa

Soloevent.id - Ribuan peserta memadati Stadion Sriwedari untuk mengikuti upacara peringatan Hari Ulang Tahun...

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...