Friday, February 20, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaBeraksi Di Solo 24 Jam Menari 2016, Mudjo Setiyo Latihan Sewajarnya

Beraksi Di Solo 24 Jam Menari 2016, Mudjo Setiyo Latihan Sewajarnya

Published on

- Advertisement -spot_img

BERAKSI DI SOLO 24 JAM MENARI 2016, MUDJO SETIYO LATIHAN SEWAJARNYA

Soloevent.id – “Wajar-wajar saja.” Begitulah yang diucapkan Mudjo Setiyo kepada pewarta, saat ditanyai soal kesiapannya di Solo 24 Jam Menari 2016. Ia menganggap apa yang dilakukannya bukanlah sesuatu yang spesial, karena latihan menari adalah hal yang lumrah bagi seorang penari. Persiapannya itu malah ia pandang sebagai olahraga.

Hal itu dikemukakan Mudjo sebelum gong tanda dimulainya Solo 24 Jam Menari 2016 ditabuh di Rektorat Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, Kamis (28/4/2016). Sore itu sang seniman kawakan dari Wayang Orang Bharata, Jakarta, itu tampak bersemangat. Sang penari tersebut mengawali debutnya dalam Solo 24 Jam Menari 2016 dengan mengenakan kostum khas Betawi.

Mudjo dan seorang penari 24 jam lainnya, Samsuri, resmi menari satu hari penuh pada pukul 16.10 WIB. Bebebrapa orang beranggapan bahwa aksi menari 24 jam tahun ini lebih berat dibanding 2015 lalu, karena para penari mengawali dan mengakhiri tarian di sore hari.

Namun, saat disinggung mengenai hal itu, Mudjo menjawab dengan mantab. “Tidak ada pengaruh,” ujarnya, sembari menambahkan jika sesuatu dikerjakan dengan hati sanubari dan niat, maka akan berakhir manis.

Selain latihan menari, demi menunjang performanya sewaktu berlenggak-lenggok selama satu hari non stop, Mudjo mengaku banyak menjalani kegiatan selama 24 jam sewaktu berada di rumah. “Aktivitas itu di luar tari,” ungkapnya. Walaupun hanya berlatih sewajarnya, tetapi lelaki berusia 60 tahun ini pnnya keyakinan kuat bahwa ia bakal merampungkan misinya.

Ia menceritakan, awal mula partisipasinya dalam Solo 24 Jam Menari 2016 berasal dari panggilan hatinya. Sebagai salah seorang seniman kawakan di Wayang Orang Bharata, dia merasa geregetan karena kelompoknya belum pernah berpartisipasi dalam event akbar tersebut.

“Saya mikir, dari dulu kok Bharata cuma diam saja. Kemudian saya usul ke teman-teman di Bharata supaya ikut di tahun ini. Ketika ditanyai teman-teman siapa yang bakal diutus, saya menjawab, ‘Saya sendiri yang akan memprakarsainya.’ Apa yang saya lakukan ini juga berkat dukungan anak-anak Bharata,” jelasnya.

Di Solo 24 Jam Menaro 2016, Mudjo Setiyo menyuguhkan tiga karya tarinya yang berlakon “Sejatining Urip”, “Manunggaling Budi lan Karso”, dan “Satriya Piningit”.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...

Symphony Ramadhan di Mercure Solo: Nikmati Harmoni Menu Dunia di Jantung Kota

Soloevent.id - Bulan Ramadhan identik dengan momen berbuka puasa bersama keluarga, rekan dan komunitas....

More like this

Rayakan Hari Jadi ke-281 Kota Solo, Ribuan Warga Serbu Koridor Ngarsopuro demi Jenang

Soloevent.id - Festival Jenang Solo kembali digelar pada Selasa (17/2/2026) di Koridor Ngarsopuro. Acara ...

Heritage in Harmony: Saat Akulturasi Budaya Jawa-Tionghoa Bersatu di Panggung Imlek Solo

Soloevent.id - Puncak perayaan imlek di Kota Solo digelar dengan panggung hiburan semarak heritage...

Kegiatan Bersih-Bersih Menyambut Tahun Baru Imlek di Mangkunegaran

Surakarta,   14 Februari 2026. Mangkunegaran bersama komunitas Tionghoa di Surakarta mengadakan kegiatan Bersih-Bersih Mangkunegaran...