Thursday, June 11, 2026
HomeBisnisIndrias Senthir Buktikan Keetnikan Kain Lurik Lewat Karya Terbarunya

Indrias Senthir Buktikan Keetnikan Kain Lurik Lewat Karya Terbarunya

Published on

- Advertisement -spot_img

INDRIAS SENTHIR BUKTIKAN KEETNIKAN KAIN LURIK LEWAT KARYA TERBARUNYA

Soloevent.id  –  Fashion designer Indrias Senthir tak berhenti melakukan eksplorasi. Menggandeng DF Conceptual, Indrias menampilkan karya terbaru bertajuk “Passion of Ethnic” dalam gelaran Lurik Fashion Wave di Grand Atrium Solo Paragon Lifestyle Mall, Rabu (2/3/2016).

Malam itu, Indrias Senthir dan DF Conceptual menyuguhkan 30 busana berbahan lurik. Sequence pertama menampilkan lurik berkonsep kasual. dan trendi khas anak muda. Indrias sepertinya ingin menyampaikan bahwa lurik merupakan kain yang luwes, sehingga cocok dijadikan dress, rok, celana panjang, ataupun pashmina. Pun lurik akan terasa elegan dan sporty saat dipadukan dengan high heels, jeans, dan sneaker.

“Kids Lurik” ditampilkan di sequence kedua Lurik Fashion Wave. Diiringi suara merdu penyanyi muda berbakat, Michelle Kuhnle, kedelapan anak yang menjadi model memeragakan busana lurik sembari memainkan permainan tradisional. Busana yang dikenakan anak-anak itu tetap punya nafas kasual. Lurik diolah menjadi kemeja, celana ¾, dan dress pendek tanpa lengan.

Lihat Galeri Foto Lurik Fashion Wave

Indrias Senthir juga coba mengeksplorasi lurik ke dalam busana bridal. Jika biasanya busana tersebut berwarna putih, Indrias menampilkan pandangan berbeda. Tiga gaun pengantin itu tampak elegan dengan dominasi lurik berwarna gelap. Akar-akaran yang menghiasi kepalanya menjadikan ketiga model tambah anggun.

Di sequence terakhir, Indrias Senthir dan DF Conceptual tampilkan karya yang jadi ikon pertunjukan fashion malam itu. Tiga motif lurik yakni Dom Nelusup, Tumbar Pecah, dan Yuyu Sekandang, dieksplorasi dalam bentuk etnik. Kreasi itu semakin menarik ketika motif lawas itu dikombinasikan dengan corak budaya luar, seperti India, Mesir, dan Mongolia.

Dari fashion show “Passion of Ethnic” ini, Indrias Senthir ingin mengangkat derajat kain lurik serta menghidupkannya lagi dengan nyawa modern. “Lurik itu kain yang indah dan bukan murahan. Ternyata lurik bisa dieksplorasi dalam bentuk-bentuk kekinian. Lurik juga pas dikenakan segala usia. Lurik adalah kain yang sangat luwes,” tuturnya.

Dalam pergelaran busana ini, ada tujuh motif lurik kuno yang diangkat kembali. “Lewat acara ini, kami ingin menyelamatkan heritage yang kini jarang ditemui. Jika ada motif yang punah, kita akan sangat kehilangan,” kata Indrias.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Targetkan 7.000 Pelari: Solo Run Fest 2026 Padukan Olahraga, Budaya & Tren Kalcer!

Soloevent.id - Solo Run Fest 2026 kembali digelar, memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ajang lari...

Praktik Langsung, Siswa Broadcasting dan Film SMKN 7 Surakarta Gelar Karya Film Pendek dan Video Musik

Soloevent.id - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Surakarta menggelar kegiatan gelar karya di...

Madreya EO Sukses Gelar “Nge-Lawak Berbudaya” Di Koat Coffee Kartasura

Kartasura, 17 Mei 2026 - Madreya EO, kelompok event organizer yang beranggotakan mahasiswa semester...

More like this

Targetkan 7.000 Pelari: Solo Run Fest 2026 Padukan Olahraga, Budaya & Tren Kalcer!

Soloevent.id - Solo Run Fest 2026 kembali digelar, memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ajang lari...

Madreya EO Sukses Gelar “Nge-Lawak Berbudaya” Di Koat Coffee Kartasura

Kartasura, 17 Mei 2026 - Madreya EO, kelompok event organizer yang beranggotakan mahasiswa semester...

Standup Indo Tour Mampir Kota Solo, Para Komika Sukses Ajak Penonton Ngakak Kocak Bareng

Soloevent.id - Standup Indo Tour sambangi kota Solo, Sabtu (30/5/2026) di Gedung RRI Solo....