Thursday, May 14, 2026
HomeFilmIni Cara Ali Syakieb Mendalami Peran

Ini Cara Ali Syakieb Mendalami Peran

Published on

- Advertisement -spot_img

INI CARA ALI SYAKIEB MENDALAMI PERAN

Di film Ketika Mas Gagah Pergi, Ali Syakieb mendapat peran sebagai Manto. Yang menjadi tantangan Ali saat memerankannya adalah profesi Manto sebagai seorang mantan copet. Ali mengungkapkan, untuk mendalami karakter, ia harus melakukan observasi terlebih dulu.

“Saya observasi dulu. Gestur copet itu seperti apa. Tatapan mata saat mengawasi situasi itu kayak gimana,” terangnya dalam jumpa pers di Kedai Cobek Solo Grand Mall, Kamis (28/1/2016).

Baca juga : Tantangan besar Aquino Umar di Film Ketika Mas Gagah Pergi

Ali juga banyak tanya ke teman-teman sesama pemain Ketika Mas Gagah Pergi tentang peran yang ia geluti. “Saya juga tanya ke kakak [Nabila Syakieb], ‘Gimmick yang bagus kayak gimana sih?’” ungkap dia.

Sebagai seorang yang usil, pria kelahiran 6 Juni 1987 tersebut juga coba “memerankan” karakternya sebagai copet. “Di lokasi syuting, saya ajakin ngobrol kru. Waktu ngajak ngobrol, saya ambil handphone-nya. Ntar dibalikin pas udah sejam, atau waktu dia nyari,” beber dia.

Selama proses syuting, adegan yang  membekas adalah saat dia bertarung. “Di film ini saya sering dapet adegan fighting. Yang paling berkesan saat fighting di busway. Itu yang membuat saya sempet ngomong di hati, ‘Kenapa harus fighting di busway?’ Space-nya kecil, Saya juga sempet kejedot,” urai dia.

Adegan lain yang paling berkesan adalah saat syuting di Muara Angke. “Itu perkama kalinya saya datang ke sana. Sampai di sana, baunya cukup ‘wangi’,” ujarnya. Namun, lanjut Ali, atas nama totalitas peran, ia harus melakukan itu semua.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Benning Aesthetic Clinic Solo Rayakan Anniversary ke-16 : Defining The Future of Beauty

Soloevent.id - Dalam rangka merayakan anniversary ke-16, Benning Aesthetic Clinic Solo menggelar pameran spektakuler...

Semarak Budaya Indonesia 2026 Kembali Hadir di Solo Bawa Semangat “Swarna Bumi Bahari”

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar...

Indonesia’s Horse Racing 2026 Hadirkan Pacuan Kuda, Budaya Jawa, dan Hiburan Modern di Tegalwaton

Tegalwaton – Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, dipadati sekitar 30.000 pengunjung...

More like this

Annisa & Venly Bongkar Tantangan Akting Paling Berat di Film ‘Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?’

Soloevent.id - Gimana sih rasanya kalau diajak meet n greet dan nonton bareng sama...

GUMREGAH! Sinema Akhir Tahun #10 ISI Solo: Seruan Bangkit Lewat Karya, Targetkan Panggung Internasional.

Soloevent.id - Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Program Studi (Prodi) Film Institut Seni...

Dekade Kreativitas: Sinema Akhir Tahun ke-10 ISI Surakarta Rayakan Inovasi Film!

Festival Film Sinema Akhir Tahun #10 resmi dibuka hari ini Rabu (12/11) di Teater...