Thursday, February 12, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaMengenal Wayang Potehi

Mengenal Wayang Potehi

Published on

- Advertisement -spot_img

MANIS PAHIT WAYANG POTEHI 2

Sekilas mengenal Wayang Potehi. Wayang Potehi adalah wayang khas Tiongkok yang telah berumur lebih dari 3000 tahun. Potehi berasal dari kata Pou-te-hi. “Pou” sendiri artinya kain,” te” artinya kantong, “hi” artinya wayang. Jadi secara harfiah Potehi adalah wayang yang terbuat dari kain yang memiliki kantong-kantong. Cara memainkannya dengan memasukkan jari-jari tangan pada kantong-kantong kain wayang kemudian menggerakkannya sesuai cerita. Biasanya pertunjukan wayang potehi diiringi oleh tabuhan-tabuhan layaknya wayang pada umumnya.

Menurut sejarah, Potehi sudah ada sejak masa Dinasti Jin (265-420 Masehi) dan berkembang pada Dinasti Song (960-1279 Masehi). Konon ceritanya, Potehi ini ditemukan di penjara oleh narapidana yang telah dijatuhi hukuman mati. 5 orang dijatuhi hukuman mati, 4 diantaranya langsung bersedih dan seakan tidak punya semangat hidup. 1 orang lainnya punya ide membuat hiburan agar tidak larut dalam kesedihan. Akhirnya kelima orang ini menabuh perkakas yang ada di penjara seperti panci, piring dan lainnya untuk membuat suara riuh dan seorang lainnya memainkan wayang. Suara riuh tersebut terdengar oleh kaisar dan kaisar suka dengan hiburan itu. Akhirnya sang kaisar memberi pengampunan.

Terus gimana ceritanya Potehi ini masuk Indonesia? Jadi ceritanya, Potehi masuk ke Indonesia sekitar abad 16 sampai 19 oleh orang-orang Tionghoa. Ada yang menyebutkan yang membawa Wayang Potehi ke Indonesia adalah seorang bernama Edmund Scott asal Inggris. Dia bilang bahwa Wayang Potehi ini untuk acara ritual.

Kurang lebih kaya itu cerita tentang Wayang Potehi. Tertarik untuk menonton pertunjukan Potehi? Atau pengen tahu suka duka dalang Wayang Potehi? Klik artikel Manis Pahit Wayang Potehi.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mangkunegaran Meresmikan Layanan Ambulans Jenazah dan Pembukaan Kembali Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran

Surakarta, 5 Februari 2026. Mangkunegaran meresmikan layanan ambulans jenazah dan membuka kembali Perpustakaan Reksa Pustaka...

Maraton 48 Jam: Intip Keseruan Global Game Jam Solo 2026 di Solo Technopark!

Soloevent.id - Global Game Jam Solo 2026 kembali digelar pada 30 Januari hingga 1...

Chef Jane Spill Rahasia “Dubai Chewy Cookies” di Atrium Neo Solo Grand Mall.

Soloevent.id - Neo Solo Grand Mall kembali menggelar acara festival kuliner pada 23 Januari...

More like this

Mengenal Boga Sambrama: Tradisi Berbagi Jajanan Khas Mangkunegaran Setiap 35 Hari

Soloevent.id - Pura Mangkunegaran menggelar acara Boga Sambrama di Pamedan Pura Mangkunegaran Sabtu (31/1/2026)....

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...