Sunday, February 1, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaHut Ke-39, Balekambang Ajak Paud Nobar

Hut Ke-39, Balekambang Ajak Paud Nobar

Published on

- Advertisement -spot_img

TAMAN-BALEKAMBANG-AJAK-MURID-PAUD-BERSIH-BERSIH_

Dalam rangka memperingati harlahnya, Taman Balekambang menyajikan acara-acara yang meriah. Di perayaan HUT ke-93 yang mengambil tajuk “Pasar Kreatif Seni dan Budaya”, salah satu destinasi wisata Kota Solo ini telah membuat bermacam agenda, yang turut melibatkan seratusan siswa-siswi Sekolah Dasar (SD), dan seribuan murid Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Solo.

Tidak hanya menampilkan pertunjukan seni, dalam event yang berlangsung pada Kamis-Minggu (22-26/10/2014) ini, juga menjadi sarana edukasi bagi anak-anak usia dini, untuk berkontribusi dalam menjaga alam. Melalui acara “Ayo Resik-Resik Balekambang”, diharapkan agar mereka kelak dapat menjadi insan yang paham tentang lingkungan.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala UPTD Kawasan Wisata Balekambang, Endang Sri Murniyati. Penyelanggaraan agenda itu dilatarbelakangi oleh keprihatinanya terhadap sikap pengunjung Taman Balekambang, yang selalu membuang sampah tidak pada tempatnya. “Padahal telah disediakan tong-tong sampah di sepanjang Balekambang, ada puluhan, bahkan hampir seratus tong sampah. Tapi masih banyak pengunjung yang membuang sampah sembarangan,” ujarnya.

Dengan mengajak serta anak-anak belia, ia berharap agar apa yang ia dan pengurus Taman Balekambang lakukan, dapat menimbulkan efek positif ke depannya. “Makanya kami mengedukasi anak-anak yang masih kecil, kita didik agar bisa menjaga lingkungan dengan membuang sampah pada tempatnya,” tutur Endang.

Tidak hanya mengajak anak-anak untuk terjun membersihkan sampah secara langsung, sisi pendidikan cinta lingkungan juga disasar oleh pihak panitia melalui pemutaran film. Jumat (24/10/2014) ini, secara bergantian, 1.650 murid PAUD nonton bareng film kartun, yang menceritakan tentang pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan.

Bertempat di Gedung Kesenian Balekambang, lima film kartun pendek dipertontonkan melalui white screen yang dibentangkan di tengah panggung. Salah satu film, mengisahkan tentang tiga anak: Bombi, Badu, Celsi, yang terserang sakit perut. Sebagai penutup, Rudy, teman mereka – yang tidak terkena penyakit, berpesan, “Jangan lupa cuci tangan sebelum makan.”

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Annisa & Venly Bongkar Tantangan Akting Paling Berat di Film ‘Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?’

Soloevent.id - Gimana sih rasanya kalau diajak meet n greet dan nonton bareng sama...

Bukan Sekadar Fashion Show, Rotary Club Solo Buktikan Perayaan Ultah Bisa Sambil Bantu Sesama.

Soloevent.id - Dalam rangka merayakan anniversary Rotary Club Solo Sriwedari ke-13 menggelar lomba batik...

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...