Friday, September 11, 2026
HomeSeni dan BudayaCerita di Balik Takir, Pincuk, dan Sudi

Cerita di Balik Takir, Pincuk, dan Sudi

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Kamu suka makan jenang? Kuliner tradisional ini menjadi salah satu makanan favorit warga Solo. Ada bermacam jenang yang kerap dijual di Solo, seperti jenang lemu, sumsum, grendul, pati, mutiara, dan lain-lain.

Walaupun makanan ini teksturnya lembut, tetapi terasa lezat dan mengenyangkan. Kalau diperhatikan, meski sudah memasuki zaman modern, dalam penyajian maupun pengemasannya, jenang seringkali menggunakan daun pisang.

Aroma khas daun pisang sebagai wadah dipercaya bisa membuat makanan terasa lebih nikmat. Di Semarak Jenang Sala 2020, Senin (17/2/2020), banyak stan yang masih menggunakan piring tradisional, misalnya takir, pincuk, maupun sudi.

Takir berbentuk seperti perahu. Takir biasanya dipakai untuk menyajikan makanan berkuah. Versi mini dari takir adalah sudi. Namun, sudi lebih berbentuk lingkaran dengan bagian mengerucut di tengahnya. Sudi digunakan untuk menghidangkan makanan atau lauk kecil. Sedangkan pincuk berbentuk seperti trapesium dengan bagian tengah yang ditangkupkan.

Wadah-wadah tersebut kerap kali sepasang dengan suru atau sendok tradisional berbahan daun pisang.



Tak hanya sekadar wadah makanan; takir, pincuk, dan sudi ternyata menyimpan filosofi. Ada sebuah kerata basa yang menyebut takir sebagai “tatak anggen mikir”. Selain itu, jika dibandingkan dengan wadah modern, takir, pincuk, dan sudi sejatinya lebih ramah lingkungan.

Selain, jenang banyak aneka makanan tradisional yang menggunakan daun pisang, seperti arem-arem, lemper, nagasari, tape, semar mendem, lenjongan, dan lainnya. Hingga sekarang, makanan-makanan tersebut masih menggunakan bungkus daun pisang untuk mempertahankan cita rasanya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kemeriahan Festival Payung Indonesia ke-13 di Taman Balekambang.

Soloevent.id - Festival Payung Indonesia (FESPIN) kembali digelar pada Jumat-Minggu (4-6/9/2026) di Taman Balekambang...

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Satu Dekade Dayskomvis! Intip Pameran Desain ‘Interplay Visual Noise’ di Gedung Djoeang 45

Soloevent.id - Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) telah sukses menggelar acara Dayskomvis...

More like this

Kemeriahan Festival Payung Indonesia ke-13 di Taman Balekambang.

Soloevent.id - Festival Payung Indonesia (FESPIN) kembali digelar pada Jumat-Minggu (4-6/9/2026) di Taman Balekambang...

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

Eksplorasi Peran Perempuan Keraton: Retno Sulistyorini Pentaskan KEPUTREN di TBJT

Soloevent.id - Retno Sulistyorini sukses menampilkan karya terbarunya yang berjudul KEPUTREN di Teater Arena...