Monday, February 9, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaMakna di Balik Manis dan Lembutnya Jenang Sumsum

Makna di Balik Manis dan Lembutnya Jenang Sumsum

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Bagi masyarakat Jawa, bubur (disebut juga dengan jenang) bukanlah makanan biasa. Di dalamnya terdapat banyak makna.

Bubur sumsum salah satunya. Penganan yang dibuat dari tepung beras ini punya tekstur lembut. Bubur sumsum disajikan dengan siraman juruh atau kuah gula jawa.

Warna putih buburnya dan rasa manis kuahnya menyimpan filosofi. Warna putih memiliki makna kebersihan hati. Sedangkan rasa manis menunjukkan kesejahterasan, rasa terima kasih, manisnya hidup, dan kebahagiaan.

Jenang sumsum biasanya disajikan kepada orang-orang yang membantu sebuah hajatan besar, misalnya pernikahan, sunatan, dan lainnya. Dalam budaya Jawa, orang-orang itu dikenal dengan sebutan rewangan.

Sebagai bentuk terima kasih atas sikap gotong royong dan saling membantu tersebut, tuan rumah membalasnya dengan menghidangkan bubur sumsum manis.

Bubur sumsum disajikan agar orang-orang yang sudah membantu tersebut bisa melepas lelah. Rasa manisnya dipercaya dapat mengembalikan energi, sementara bubur yang lembut akan memberikan kenyamanan di mulut dan perut serta mudah dicerna.



Bubur sumsum juga diartikan sebagai makanan yang membawa kekuatan dan kedekatan di masyarakat. Biasanya jenang sumsum dimakan secara bersama-sama, sehingga bisa menjalin silaturahmi antarsesama.

Selain jenang sumsum, ada banyak jenang lainnya yang punya sarat makna. Satu di antaranya adalah jenang procot. Mau tahu filosofi jenang procot? Bisa kamu baca di sini.

Oh iya, 17 Februari 2020 mendatang, bakalan ada Semarak Jenang Solo. Di event itu, kamu bisa mencicipi aneka jenang secara gratis. Acara ini diselenggarakan di nDalem Joyokusuman, Gajahan.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mangkunegaran Meresmikan Layanan Ambulans Jenazah dan Pembukaan Kembali Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran

Surakarta, 5 Februari 2026. Mangkunegaran meresmikan layanan ambulans jenazah dan membuka kembali Perpustakaan Reksa Pustaka...

Maraton 48 Jam: Intip Keseruan Global Game Jam Solo 2026 di Solo Technopark!

Soloevent.id - Global Game Jam Solo 2026 kembali digelar pada 30 Januari hingga 1...

Chef Jane Spill Rahasia “Dubai Chewy Cookies” di Atrium Neo Solo Grand Mall.

Soloevent.id - Neo Solo Grand Mall kembali menggelar acara festival kuliner pada 23 Januari...

More like this

Mengenal Boga Sambrama: Tradisi Berbagi Jajanan Khas Mangkunegaran Setiap 35 Hari

Soloevent.id - Pura Mangkunegaran menggelar acara Boga Sambrama di Pamedan Pura Mangkunegaran Sabtu (31/1/2026)....

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...