Friday, January 30, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaSajian Menarik Topeng Panji Tak Banyak Dihadiri

Sajian Menarik Topeng Panji Tak Banyak Dihadiri

Published on

- Advertisement -spot_img

hari-pertama-topeng-panji

Soloevent.id, SOLO – Di hari pertama Indonesia International Mask Festival (IIMF), yang dihelat pada Minggu (14/9/2014), selain dimeriahkan oleh penampilan pembuka dari Semarak Candra Kirana Art Center dan Red Batik, juga tampil tujuh delegasi dari dalam maupun luar negeri. Menjadikan Benteng Vastenburg sebagai latar belakang, fragmen cerita Prabu Klana Sewandana yang akan meminang Dewi Songgolangit, disajikan oleh perwakilan Dinas Kebudayaan Pariwisatan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Ponorogo.

Dalam perjalanan meminang sang pujaan hati, Prabu Klana Sewandana dihadang oleh  empat Singa Barong. Perang tidak dapat dihindari, dan hanya dengan Pecut Samandiman-lah keempat musuh dapat ditaklukkan.

Maya Dance Theatre (Singapura) menjadi penampil ketiga. Terdapat dua kisah yang dibawakan. Pertama, cerita tentang seorang laki-laki yang merindukan sosok ibunya. Kedua, cerita tentang kesetiaan cinta menghadapi godaan yang diambil dari epos Ramayana. Rama yang digambarkan selalu menenteng “wajah” Sita, mendapat rayuan dari Soorpanaka. Sempat terbawa suasana, tapi ketulusan cinta Rama terhadap Sita menuntunnya kembali ke pelukan Sita.

Cerita Panji dibawakan secara kontemporer oleh Duta Seni Krakatau Steel (Cilegon). Tokoh sentral dalam pementasan ini merupakan ibu bumi. Dengan mengenakan Topeng Panji putih, manusia lahir. Pada awalnya manusia terlahir fitrah, dan ditakdirkan sebagai pemimpin dan penjaga di bumi.

Akan tetapi seiring berjalannya waktu, nafsu manusia semakin besar, terlihat dari Topeng Panji warna merah yang mereka kenakan. Ibu bumi pun murka. Maka dilahaplah manusia. Kisah ini berakhir dengan kesengsaraan manusia karena tak dapat menjaga tanah pijakannya.

Di hari pertama, disemarakkan dengan penampilan Sanggar Topeng Purwa Kencana (Cirebon), Anak Seni Asia (Malaysia), dan Suku Dinas Kebudayaan Jakarta Utara (Jakarta). Namun sayang, pergelaran menarik ini tidak terlalu mendatangkan massa yang banyak. Sepengamatan Soloevent, jika dibandingkan perhelatan hari pertama SIPA 2014, jumlah penonton sangat drastis berkurang.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Annisa & Venly Bongkar Tantangan Akting Paling Berat di Film ‘Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?’

Soloevent.id - Gimana sih rasanya kalau diajak meet n greet dan nonton bareng sama...

Bukan Sekadar Fashion Show, Rotary Club Solo Buktikan Perayaan Ultah Bisa Sambil Bantu Sesama.

Soloevent.id - Dalam rangka merayakan anniversary Rotary Club Solo Sriwedari ke-13 menggelar lomba batik...

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...