Thursday, February 12, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaSelain Punya Rasa Khas, Jenang Juga Menyimpan Filosofi

Selain Punya Rasa Khas, Jenang Juga Menyimpan Filosofi

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Bagi wong Solo, jenang bukanlah kuliner yang asing. Bahkan, dalam tradisi Jawa, makanan berbahan tepung beras atau tepung ketan itu selalu ada di setiap momen-momen kehidupan manusia.

Enggak cuma punya rasa yang khas, ternyata jenang juga menyimpan filosofi. Konon, jenang merupakan simbol doa dan ucapan rasa syukur kepada Sang Pencipta.

Di Kota Solo, banyak varian jenang yang bisa ditemui. Masing-masing ragamnya memiliki filosofi tersendiri. Berikut adalah tiga di antaranya.

1. Jenang Sumsum

Jenang berwarna putih ini dibikin dari tepung beras. Saat disajikan, jenang diguyur dengan kuah manis.

Jenang sumsum kerap dihadirkan di acara pernikahan. Maknanya supaya pengantin dan seluruh panitia yang terlibat diberi kesehatan, berkah, dan kekuatan. Kekuatan tersebut diharapkan dapat digunakan untuk memupuk nilai-nilai kebaikan.

2. Jenang Abang Putih

Jenang yang kerap disebut juga dengan jenang sengkolo ini dibuat dari beras ketan putih, gula merah, gula pasir, dan santan. Jenang abang putih adalah simbol keberadaan manusia di dunia.

Jenang abang (merah) melambangkan lelaki dan jenang putih melambangkan perempuan. Adanya jenang sengkolo di setiap ritual menjadi pengingat manusia, bahwa di dalam dunia terisi oleh dua esensi maskulin dan feminim.

3. Jenang Grendul

Jenang grendul mirip bubur candil. Jenang ini dibuat dari bahan tepung ketan, tepung tapioka yang disiram kuah santan. Jenang grendul rasanya legit dan manis.

Jenang ini mempunyai makna bahwa kehidupan itu seperti cakra manggilingan, yakni roda yang berputar kadang berada di atas kadang di bawah. Artinya, hidup itu ada naik dan turun. Untuk itu, manusia dituntut untuk menemukan kestabilan dalam hidup.



Tiga jenang tradisional tersebut sepertinya bakal disajikan di Semarak Jenang Sala. Selain itu, kamu juga bisa mencicipi bermacam jenang gratis. Ada 28.400 takir yang bakal dibagikan gratis untuk masyarakat.

Acara tersebut berlangsung di Plaza Sriwedari, Minggu (17/2/2019), mulai jam 09.00 WIB. Event bertema “Pesona Jenang Majemukan” itu merupakan rangkaian perayaan HUT ke-274 Kota Solo.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mangkunegaran Meresmikan Layanan Ambulans Jenazah dan Pembukaan Kembali Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran

Surakarta, 5 Februari 2026. Mangkunegaran meresmikan layanan ambulans jenazah dan membuka kembali Perpustakaan Reksa Pustaka...

Maraton 48 Jam: Intip Keseruan Global Game Jam Solo 2026 di Solo Technopark!

Soloevent.id - Global Game Jam Solo 2026 kembali digelar pada 30 Januari hingga 1...

Chef Jane Spill Rahasia “Dubai Chewy Cookies” di Atrium Neo Solo Grand Mall.

Soloevent.id - Neo Solo Grand Mall kembali menggelar acara festival kuliner pada 23 Januari...

More like this

Mengenal Boga Sambrama: Tradisi Berbagi Jajanan Khas Mangkunegaran Setiap 35 Hari

Soloevent.id - Pura Mangkunegaran menggelar acara Boga Sambrama di Pamedan Pura Mangkunegaran Sabtu (31/1/2026)....

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...