Sunday, May 24, 2026
HomeSeni dan Budaya4 Prosesi Khusus dalam Kirab Pusaka Pura Mangkunegaran

4 Prosesi Khusus dalam Kirab Pusaka Pura Mangkunegaran

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Menyambut datangnya 1 Sura, Puro Mangkunegaran akan mengirab pusaka-pusakanya. Salah satu event budaya Kota Solo ini akan digelar pada Senin (10/9/2018) jam 19.00 WIB. Kamu yang tinggal di Solo dan sekitarnya bisa langsung datang dan melihat acara kirab Pusaka ini.

Kamu tahu enggak, kirab ini sudah ada sejak Tahun Saka 1555, lo. Tradisi tersebut terus berlanjut hingga kini. Bedanya, prosesi tersebut  sudah jadi event budaya yang bisa ditonton masyarakat umum tapi tanpa mengurangi kesakralan acaranya.

Dalam Kirab Pusaka ini ada beberapa prosesi yang biasa dilakukan. Apa saja?

Tapa bisu

Prosesi ini dilakukan selama berlangsungnya kirab pusaka. Prosesi ini dijalankan dengan penuh kekhusyukan. Setelah acara kirab selesai dilanjutkan dengan tapa bisu dan tirakatan di Pendapa Pura Mangkunegaran mulai tengah malam. Tapa bisu sendiri mempunyai filosofi khusus, yaitu keheningan. Ini sebagai tanda lebih mendekatkan diri kepada yang diatas. Merenungi semua hal yang sudah dilalui.

Membersihkan pusaka dengan air jamasan

Sebelum dikirab, pusaka-pusaka Pura Mangkunegaran akan dibersihkan dulu atau dijamas. Air jamasan biasanya berisi bunga beraneka ragam. Biasanya, air jamasan ini bakal direbutkan oleh warga. Katanya air jamasan dianggap bertuah.

Peserta kirab mengenakan baju adat warna hitam dan berjalan tanpa memakai alas kaki

Dari tanah kembali ke tanah. Itulah alasan kenapa peserta Kirab Pusaka Mangkunegaran berjalan tanpa alas kaki. Selain itu, berjalan tanpa memakai alas kaki bisa membuat peserta kirab merasakan unsur bumi. Sedangkan mengenakan pakaian adat berwarna hitam mencitrakan bulan untuk perenungan.

Pembawa Pusaka Mangkunegaran ditunjuk khusus pihak Puro Mangkunegaran

Pembawa pusaka dalam kirab bukanlah orang sembarangan. Ada suatu kriteria tertentu yang menjadi patokan pihak Puro Mangkunegaran. Namun, karena sakral, tidak bisa diberitahukan kepada masyarakat umum mengenai kriterianya.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Meski Balon Udara Gagal Terbang, Warga Tetap Padati Alun-Alun Utara Solo

Soloevent.id - Belasan balon udara yang disiapkan manajemen Bank Jateng Syariah Cabang Solo dalam...

Dari Kuliner Viral sampai Guyon Waton, Ini Keseruan Uleg Bazar Kuliner 2026 di Mangkunegaran

Soloevent.id - Uleg Bazar Kuliner (UBK) 2026 digelar pada 14 hingga 17 Mei 2026...

Pre-Event Solo Batik Carnival ke-17 Kenalkan Tema “Pitoelas” di The Park Mall Solo Baru

Soloevent.id - Pre-Event Pertama Solo Batik Carnival ke-17 digelar di Atrium The Park Mall...

More like this

Pre-Event Solo Batik Carnival ke-17 Kenalkan Tema “Pitoelas” di The Park Mall Solo Baru

Soloevent.id - Pre-Event Pertama Solo Batik Carnival ke-17 digelar di Atrium The Park Mall...

Semarak Budaya Indonesia 2026 Kembali Hadir di Solo Bawa Semangat “Swarna Bumi Bahari”

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 sebagai agenda tahunan Kota Surakarta kembali digelar...

26 Delegasi Dari 23 Daerah Siap Meriahkan Event Semarak Budaya Indonesia 2026

Soloevent.id - Semarak Budaya Indonesia (SBI) 2026 kembali menghadirkan perhelatan budaya yang mempersatukan keberagaman...