Thursday, September 3, 2026
HomeSeni dan BudayaTeater Sopo Mengkritik Rekayasa Genetika Pangan

Teater Sopo Mengkritik Rekayasa Genetika Pangan

Published on

- Advertisement -spot_img

TEATER-SOPO-001

 

Soloevent.id – Mengangkat tema pangan, menjadi hal baru bagi Teater Sopo dalam Pentas Produksi-nya yang ke-20 pada Kamis (9/11/2017) di Gedung Kesenian Taman Balekambang, Solo.

 

Lewat judul ”Semar Nunggu Candi”, Teater Sopo mengemas kegelisahan tentang kondisi pangan yang terlalu banyak rekayasa genetika atau menggunakan unsur kimia. Tak hanya berdampak buruk bagi kesehatan, kehidupan para petani pun terkena imbasnya.

 

TEATER-SOPO-02

 

Kegelisahan itu diceritakan lewat dua watak utama yang kerap ditemui dalam masyarakat. Yang pertama disimbolkan dengan rayap, mereka mandiri dan bersifat gotong royong. Satunya disimbolkan dengan kerbau. Walaupun berkoloni, tetapi individualis sekali dan suka mencari keuntungan serta memperkaya diri sendiri.

 

Kubu rayap diwakili oleh tokoh wayang Semar dan anak-anaknya. Sedangkan kubu kerbau diwakili oleh Togog dan Mbilung.

 

TEATER-SOPO-03

 

“Dipilih Semar karena menurut kami dia sosok yang bertugas memelihara dunia. Semar digambarkan sebagai seorang petani yang resah karena anak muda sekarang enggak mau jadi petani,” ujar sutradara Pentas Produksi 20 Teater Sopo, Listiyo Budi Santoso.

 

Menurut Listiyo, sebagai akademisi yang berkreasi lewat seni, Teater Sopo perlu menyampaikan isi naskah ini ke anak muda, bahwa sebenarnya industrialisasi pangan saat ini sudah sangat mengerikan.

 

TEATER-SOPO-04

 

Dan realitanya makin susah karena berhadapan dengan bangsa sendiri yang digambarkan berwatak kerbau. Kebanyakan dari mereka punya uang dan kekuasaan. Dari situ akan menjawab nasib-nasib petani yang sudah kerja keras sampai sekarang, tetapi belum juga membaik.

 

“Tapi masih ada, kok, yang tetap mempertahankan kemurnian pangan dengan pertanian organik, itulah inti yang ingin kami sampaikan. Untuk zaman sekarang jika kita kepingin sehat, mau enggak mau harus menanam sendiri,” ungkap Listiyo.

 

 

Penulis: Yasinta Rahmawati

Foto: Reza Kurnia Darmawan

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Kemeriahan Konser Harmony Manikam Nusantara di Ndalem Ndjojokoesoeman

Soloevent.id - Konser orkestra "Harmony Manikam Nusantara" bersama Svara Dhananjaya Music Orchestra sukses digelar...

Satu Dekade Dayskomvis! Intip Pameran Desain ‘Interplay Visual Noise’ di Gedung Djoeang 45

Soloevent.id - Program Studi D3 Desain Komunikasi Visual (DKV) telah sukses menggelar acara Dayskomvis...

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

More like this

Tradisi Puncak Sekaten! Intip Semarak Grebeg Mulud 2026 Keraton Surakarta

Soloevent.id - Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menggelar Grebeg Mulud 2026 di halaman Masjid Agung...

Eksplorasi Peran Perempuan Keraton: Retno Sulistyorini Pentaskan KEPUTREN di TBJT

Soloevent.id - Retno Sulistyorini sukses menampilkan karya terbarunya yang berjudul KEPUTREN di Teater Arena...

Ketika Seni Turun ke Jalan : Pre-Event 2 SIPA 2026 Guncang Koridor Gatsu

Surakarta, 22 Agustus 2026 — Menjelang gelaran utama Solo International Performing Arts (SIPA) 2026,...