Friday, January 23, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaBegini Caranya Food Photography Biar Terlihat Profesional

Begini Caranya Food Photography Biar Terlihat Profesional

Published on

- Advertisement -spot_img

 

Soloevent.id – Pernah enggak kamu kehilangan selera karena melihat foto makanan yang kurang menarik? Nah, di acara Solo Bakery & Beverage kemarin, ada workshop yang memberikan tips and trik bagi kamu yang ingin menjajal dunia food photography.

Dipandu oleh Herry Tjang – seorang food photografer profesional yang sudah menangani klien-klien besar seperti Bakmi GM, Bogasari, Sari Roti, ia menjelaskan apa itu food photography dan bagaimana memotret makanan secara profesional.

Sekilas, memotret makanan adalah hal mudah. Namun, ternyata ada tantangannya tersendiri, yakni bagaimana menjadikan makanan lebih menarik dan menggiurkan daripada aslinya. Enggak cuma itu, food  photography yang baik bisa meningkatkan rasa, imajinasi, dan daya tarik makanan.

Langkah pertama, Herry Tjang menekankan untuk mengimajinasikan makanan yang akan dipotret, seperti bagaimana komposisinya, baunya, rasanya, dan konsepnya. Selanjutnya, siapkan perlengkapan dan properti penunjang. Perlengkapan tersebut antara lain kamera, lensa, tripod, lighting, light meter, table top, background, dan reflektor yang disesuaikan dengan kebutuhan.

Jangan lupa membawa alat penunjang seperti blu tack, gunting, kapas, tisu, cotton buds, jarum, pinset, minyak, kuas, dan pejepit agar waktu pemotretan enggak kerepotan mengatur makanan utama. Cara ini untuk meminimalkan editing foto.

Hal pertama yang dilakukan Herry adalah checking lampu, apakah bekerja baik atau tidak. Kemudian mengatur produk dummy sebagai contoh lighting. Selanjutnya menggunakan light meter untuk melakukan check lighting yang dimau.

“Makanan Indonesia biasanya lebih sulit [difoto] daripada makanan Eropa atau Cina karena tidak full color. Jika bisa membuat makanan Indonesia lebih menarik, maka motret makanan lainnya jadi lebih mudah,” ujarnya saat menyampaikan materi, Minggu (14/5/2017), di Atrium The Park Mall Solo Baru.

Herry juga mengingatkan untuk selalu konsultasi pada klien ataupun bertanya pada chef karena beberapa makanan punya aturan sendiri. Contohnya makanan Jepang di mana sumpit tidak boleh ditusukkan ke nasi. Saat plating pun tidak boleh ada benda yang tidak bisa dimakan di piring

Tips lain bagi kamu yang ingin menampilkan detail tekstur coba gunakan lensa macro, shadow, dan lighting. Dan yang paling penting, jangan sampai properti penunjung lebih menonjol dari makanan utama.

Bagaimana, semakin tertarik dengan food photograpy?

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Mix or Match: Cara Agra Rooftop Alila Solo Temukan Identitas Rasa Kamu Lewat Koktail

Agra Rooftop, bar rooftop tertinggi di kota Surakarta yang berlokasi di lantai 29 hotel...

Vibe Pasar Gede Beda Banget! Solo Di waktu Malam : Spot Nongkrong Klasik yang Lagi Hits

Soloevent.id - Kota Solo emang ada aja gebrakannya yang baru, selain menghadirkan berbagai acara...

The Sunan Hotel Solo Hadirkan Red Lantern Buffet

The Sunan Hotel Solo kembali menghadirkan pengalaman kuliner tematik melalui Red Lantern Buffet, sebuah...

More like this

Wayang Kok Bahas Bullying? Begini Cara Karang Taruna Baluwarti “Menyentil” Anak Muda Zaman Now!

Soloevent.id - Festival Pucakawarti Vol.3 Baluwarti digelar di depan Kantor Kelurahan Baluwarti, Jumat-Sabtu (19-20/12/2025)....

Ternyata Ini Alasan Ribuan Mata Terpaku pada Panggung Disabilitas di Solo.

Soloevent.id - Kesenian tidak memandang batas yang berarti seni dapat diterima dan dilakukan oleh...

Konser “Gamelan Adi Kaloka: Merayakan Keragaman Nusantara”, sebuah konser kolaboratif seniman gamelan.

Soloevent.id - Tak kurang dari 175 talenta seni terlibat dalam sebuah pergelaran seni karawitan...