Thursday, June 18, 2026
HomeLainnyaMakanan Tradisional Ini Masih Dilestarikan Hingga Sekarang

Makanan Tradisional Ini Masih Dilestarikan Hingga Sekarang

Published on

- Advertisement -spot_img

ledre

Soloevent.id – Di kampung batik Laweyan sepuluh tahun terakhir ini terlihat banyak showroom batik dimana para sodagar batik memajang hasil karya seni batiknya. Selain itu di Jalan Sidoluhur juga terlihat ramai, pintu-pintu terbuka dan di sana batik-batik menyapa mata.

Tapi ada yang berbeda di jalan Sidoluhur, di salah satu sudut kira-kira tak jauh dari toko batik Sidoluhur, ada ledre gedhang atau ledre pisang yang ikut dipajang. Ledre Laweyan Ibu Sri Martini  menjual ledre Laweyan sudah sejak tahun 1984. Salah satu usaha melestarikan kuliner lawas.

Kalau yang lain melestarikan batik, Bu Martini justu melestarikan ledre pisang.  Selain di Setono Laweyan, Bu Martini membuka ledre pisangnya di jalan Samanhudi Sondakan. Tepatnya di perempatan Magkuyudan sedikit ke barat di selatan jalan.

Ledre Laweyan buka dari pagi hingga sore hari, ada beberapa pilihan ledre yang dijual ada ledre pisang, keju, coklat dan ada paduan pisang keju saja dan pisang cokelat, atau pisang keju cokelat.

Tentunya cokelat dan keju adalah sebagai tambahan saja, karena mengikuti budaya kuliner yang baru, karena ledre yang original adalah ledre pisang raja. Harganya pun murah sekitar Rp 3000 rupiah. Dan yang original hanya Rp 2500 saja.

Saat ini meski memang tak lagi banyak tapi ledre masih bisa dijumpai pada penjual makanan keliling atau rumah produksi makanan keleman (panganan tradisional basah). Dan bisa dipesan di koki-koki rumahan. Di kampung Karang Turi Pajang hanya sekitar 5 menit dari kampung batik Laweyan, di rumah ibu Tatik Sukat  juga memproduksi ledre dan bisa dipesan.

Cara membuat ledre terbilang sederhana. Terbuat dari kelapa muda diparut kemudian diberi gula dan garam, lalu dicampur dengan ketan putih yang telah dimasak dan di dalamnya diberi pisang raja yang telah dilembutkan atau dipenyet kasar kemudian dibakar dengan bentuk setengah lingkaran. Proses memasak dengan membakar akan menciptakan aroma khas yang terasa enak pada makanan. Ledre yang dimakan selagi hangat terasa lebih gurih dan nikmat, dan manisnya pisang raja terkesan legit seperti gulali.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Gurihnya Jenang Suro Gratis di Pasar Triwindu, 500 Porsi Ludes!

Soloevent.id - Paguyuban Pedagang Pasar Triwindu Solo menggelar tradisi unik bulan suro yaitu tradisi...

Solo Heritage Festival 2026 Hadirkan Panggung Awarding di Taman Balekambang Solo

Soloevent.id - Solo Heritage Festival 2026 kembali digelar pada Jumat-Minggu (12-14/6/2026) di Taman Balekambang...

Event TED×UNS 5.0 di Taman Budaya Jawa Tengah, Hadirkan Talkshow Bersama Narasumber Inspiratif

Soloevent.id - TEDxUNS 5.0 menggelar acara utamanya yang bertajuk "Petals in Motion" dengan tema...

More like this

Targetkan 7.000 Pelari: Solo Run Fest 2026 Padukan Olahraga, Budaya & Tren Kalcer!

Soloevent.id - Solo Run Fest 2026 kembali digelar, memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ajang lari...

Praktik Langsung, Siswa Broadcasting dan Film SMKN 7 Surakarta Gelar Karya Film Pendek dan Video Musik

Soloevent.id - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Surakarta menggelar kegiatan gelar karya di...

Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta Gelar Event Kaum Ngalcerun di Kampung Wisata Batik Kauman

Soloevent.id - Universitas Islam Negeri Raden Mas Said Surakarta menggelar kegiatan Kaum Ngalcerun di...