Friday, February 13, 2026
spot_img
HomeFilmSolo Film Festival 2025, Putar Film Pendek Drama Kehidupan Berbalut Komedi

Solo Film Festival 2025, Putar Film Pendek Drama Kehidupan Berbalut Komedi

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id – Sebuah festival film pendek diselenggarakan di Kota Solo dengan nama Solo Film Festival 2025. Acara ini digelar pada Sabtu-Minggu, 25-26 Oktober 2025 dengan kategori film komedi di Taman Balekambang Solo.

Solo Film Festival 2025 mengusung tema “Hari-Hari Komedi”, cukup menarik perhatian masyarakat Kota Solo. Masih jarang ada festival yang memfokuskan diri pada film-film pendek di Indonesia. Padahal karya dan pekerja kreatif para pembuat film pendek di Indonesia terbilang banyak. Melalui festival ini bisa mendekatkan masyarakat dengan tema-tema film yang cukup relate dengan keadaan masyarakat Indonesia saat ini. Selain itu, acara ini juga menjadi wadah bertemunya komunitas film dan pegiat film pendek dari beberapa daerah di Indonesia.

Acara SFF 2025 digelar selama dua hari dengan berbagai kegiatan diantaranya forum temu komunitas, sharing session bersama Jeihan Angga, stand up comedy, pemutaran film dan music showcase.

Minggu (26/10/2025) digelar kegiatan pemutaran film layar komedi kelas kakap, layar komedi tragedi dan layar komedi nostalgia. Sebelum acara dimulai para penonton dihibur dengan penampilan dari stand up comedy Arum Mudub. Seniman asal Solo yang dikenal lewat karya ilustrasi stand up comedy hingga podcast. Dengan gayanya yang lucu, ia berhasil membuat penonton tertawa dengan menghadirkan cerita sehari-hari mulai dari drama rumah tangga, musik hingga keresahan sosial.

Acara dilanjutkan dengan pemutaran empat film pendek dengan durasi masing-masing 15 menit. Empat film pendek tersebut yakni Ulat-Ulat Menggeliat (Taufik Wicaksono), Tanda Tangan Sang Bapak (Bertrand Valentino dan Hanif Zaini Abdullah), Bersama Membangun Negeri (Deo Mahameru) dan Labirin Lembusora (Gugun Arief).

Salah satu film berjudul Bersama Membangun Negeri menceritakan tentang Heni (40th) adalah seorang calon legislatif yang sedang membuat video kampanye meninjau kampung yang terpinggirkan. Dalam video tersebut, Heni berhadapan dengan salah seorang warga bernama Satinah. Seorang janda tua yang menjadi objek kesedihan. Kesulitan Heni semakin menjadi saat Satinah tidak bisa menangis sesuai dengan kebutuhan video kampanye. Dalam usahanya, Heni mencoba berbagai cara untuk memancing tangis dari Satinah.

Masih ada lagi film pendek berjudul Ulat-Ulat Menggeliat. Film ini menceritakan tentang Pak RT dan salah seorang warga bernama Rohim. Mereka datang ke sebuah bangunan kosong dimana telah ramai masyarakat yang sedang menonton sebuah tragedi. Ada mayat di bangunan kosong, disamping mayat tersebut ada beberapa karung berisi uang koin yang sangat banyak. Banyak warga yang justru berebut ingin mengambil uang koin tersebut. Akhirnya, Pak RT mengambil karung berisi uang koin tersebut dan membagi-bagikannya kepada warga. Setelah semua warga pulang. Masih ada beberapa karung berisi uang koin yang diambil dan dibawa pulang oleh Pak RT.

Kedua film pendek komedia tersebut sebuah film yang menyingkap kenyataan tragis bahwa tragedi sering hadir di kehidupan sehari-hari.  Di dunia, mencari dunia menjadi cermin bagi manusia yang terjebak ambisi, namun tetap mencari makna di tengah kekacauan dunia.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Tradisi Pao Oen, Ritual Tolak Bala yang Dilakukan Warga Tionghoa Menjelang Imlek

Soloevent.id - Umat Konghucu Kota Solo menggelar ritual Pao Oen atau tolak bala di...

FIESTIVAL 2026 Digelar Februari – April 2026 Usung Tema “Semarak Resonasi Karya”

Fiesta Radio FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS) kembali menggelar FIESTIVAL 2026, sebuah agenda tahunan...

Mangkunegaran Meresmikan Layanan Ambulans Jenazah dan Pembukaan Kembali Perpustakaan Reksa Pustaka Mangkunegaran

Surakarta, 5 Februari 2026. Mangkunegaran meresmikan layanan ambulans jenazah dan membuka kembali Perpustakaan Reksa Pustaka...

More like this

Annisa & Venly Bongkar Tantangan Akting Paling Berat di Film ‘Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?’

Soloevent.id - Gimana sih rasanya kalau diajak meet n greet dan nonton bareng sama...

GUMREGAH! Sinema Akhir Tahun #10 ISI Solo: Seruan Bangkit Lewat Karya, Targetkan Panggung Internasional.

Soloevent.id - Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Program Studi (Prodi) Film Institut Seni...

Dekade Kreativitas: Sinema Akhir Tahun ke-10 ISI Surakarta Rayakan Inovasi Film!

Festival Film Sinema Akhir Tahun #10 resmi dibuka hari ini Rabu (12/11) di Teater...