Wednesday, June 10, 2026
HomeSeni dan BudayaFestival Payung Indonesia ke-11 Digelar di Taman Balekambang Solo

Festival Payung Indonesia ke-11 Digelar di Taman Balekambang Solo

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id Festival Payung Indonesia (FESPIN) 2024 kembali digelar Jumat-Minggu (6-8/9/2024) di Taman Balekambang Solo. Gelaran yang sudah memasuki tahun kesebelas ini mengambil tema Payung Catra Wastra di mana penyelenggara memadukan payung nusantara dengan kain nusantara. Dalam festival kali ini ada 87 peserta kesenian yang tampil seperti pentas seni pertunjukan tari, musik dan fashion show. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia diantaranya Bengkulu, Lampung Tengah, Toraja, Kabupaten Belitung dan Banyuasin.

Pada hari pertama pembukaan Festival Payung Indonesia 2024 dimulai dengan pawai potensi sanggar tari Indonesia di Taman Balekambang. Kemudian pertunjukan seni ditampilkan di Amfiteater Taman Balekambang.

Seniman yang tampil hari pertama diantaranya Teater Tari Hamayungi Bumi, Sanggar Seni Muaro Bungo Rezky, Loka Tari Art Solo, Oerip Indonesia Ngawi, Sanggar Raja Muda Bengkulu dan Nararya Ethnic Percussion Lumajang.

Festival Payung Indonesia juga bekerjasama dengan Sankamphaeng Culture Center Thailand. Selain seni pertunjukan, ada Pasar Kuliner Hijau dengan sajian kuliner menu makanan dan minuman organik serta makanan, minuman, dan jajanan tradisional nusantara.

Festival Payung Indonesia adalah festival rakyat yang sudah ada sejak tahun 2014 . Festival ini pertama kali digelar di Taman Balekambang, Solo tahun 2014. Pada waktu itu, industri kerajinan payung tradisional di berbagai daerah di Indonesia dianggap lesu dan butuh dorongan. Akhirnya, Kementerian Pariwisata melalui Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya menginisiasi festival ini. Harapannya, event ini bisa menjadi ruang kreatif bagi para perajin payung dan pelaku industri ekonomi kreatif lainnya.

Keberadaan festival ini juga diharapkan bisa membantu melestarikan payung tradisional asli Indonesia yang terancam punah serta menjadi tempat untuk melahirkan karya-karya seni dengan payung sebagai sumber penciptaannya. Setelah sukses menarik perhatian masyarakat, akhirnya Festival Payung Indonesia menjadi agenda rutin yang selalu ada setahun sekali.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

Targetkan 7.000 Pelari: Solo Run Fest 2026 Padukan Olahraga, Budaya & Tren Kalcer!

Soloevent.id - Solo Run Fest 2026 kembali digelar, memasuki tahun keempat penyelenggaraannya ajang lari...

Praktik Langsung, Siswa Broadcasting dan Film SMKN 7 Surakarta Gelar Karya Film Pendek dan Video Musik

Soloevent.id - Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 7 Surakarta menggelar kegiatan gelar karya di...

Madreya EO Sukses Gelar “Nge-Lawak Berbudaya” Di Koat Coffee Kartasura

Kartasura, 17 Mei 2026 - Madreya EO, kelompok event organizer yang beranggotakan mahasiswa semester...

More like this

Kirab Bhinneka Gandekan 2026, Tampilkan Berbagai Potensi Budaya Kelurahan Gandekan

Soloevent.id - Kirab Bhinneka Gandekan kembali digelar di Kelurahan Gandekan Solo, Senin (1/6/2026). Event...

Edisi Dasawarsa, Festival Literasi Nasional 2026 Gelar Pentas Karya di Pasar Triwindu

Soloevent.id - Festival Literasi Nasional 2026 kembali digelar di Kota Solo, Jumat-Minggu (22-24/5/2026). Ini...

Berjalan Kaki dari Bali ke Borobudur: Cerita 57 Biksu Dunia Singgah di Kota Bengawan

Soloevent.id - Puluhan biksu dari empat negara memulai prosesi Pindapata dan Sanghadana dalam rangka...