Saturday, April 11, 2026
spot_img
HomeSeni dan BudayaFestival Payung Indonesia ke-11 Digelar di Taman Balekambang Solo

Festival Payung Indonesia ke-11 Digelar di Taman Balekambang Solo

Published on

- Advertisement -spot_img

Soloevent.id Festival Payung Indonesia (FESPIN) 2024 kembali digelar Jumat-Minggu (6-8/9/2024) di Taman Balekambang Solo. Gelaran yang sudah memasuki tahun kesebelas ini mengambil tema Payung Catra Wastra di mana penyelenggara memadukan payung nusantara dengan kain nusantara. Dalam festival kali ini ada 87 peserta kesenian yang tampil seperti pentas seni pertunjukan tari, musik dan fashion show. Mereka berasal dari berbagai daerah di Indonesia diantaranya Bengkulu, Lampung Tengah, Toraja, Kabupaten Belitung dan Banyuasin.

Pada hari pertama pembukaan Festival Payung Indonesia 2024 dimulai dengan pawai potensi sanggar tari Indonesia di Taman Balekambang. Kemudian pertunjukan seni ditampilkan di Amfiteater Taman Balekambang.

Seniman yang tampil hari pertama diantaranya Teater Tari Hamayungi Bumi, Sanggar Seni Muaro Bungo Rezky, Loka Tari Art Solo, Oerip Indonesia Ngawi, Sanggar Raja Muda Bengkulu dan Nararya Ethnic Percussion Lumajang.

Festival Payung Indonesia juga bekerjasama dengan Sankamphaeng Culture Center Thailand. Selain seni pertunjukan, ada Pasar Kuliner Hijau dengan sajian kuliner menu makanan dan minuman organik serta makanan, minuman, dan jajanan tradisional nusantara.

Festival Payung Indonesia adalah festival rakyat yang sudah ada sejak tahun 2014 . Festival ini pertama kali digelar di Taman Balekambang, Solo tahun 2014. Pada waktu itu, industri kerajinan payung tradisional di berbagai daerah di Indonesia dianggap lesu dan butuh dorongan. Akhirnya, Kementerian Pariwisata melalui Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya menginisiasi festival ini. Harapannya, event ini bisa menjadi ruang kreatif bagi para perajin payung dan pelaku industri ekonomi kreatif lainnya.

Keberadaan festival ini juga diharapkan bisa membantu melestarikan payung tradisional asli Indonesia yang terancam punah serta menjadi tempat untuk melahirkan karya-karya seni dengan payung sebagai sumber penciptaannya. Setelah sukses menarik perhatian masyarakat, akhirnya Festival Payung Indonesia menjadi agenda rutin yang selalu ada setahun sekali.

- Advertisement -spot_img
- Advertisement -spot_img

Artikel Populer

Artikel Terbaru

UNI PARJO, Peresmian Ikon Baru Akulturasi Budaya Minang dan Jawa di Pasar Jongke

Soloevent.id - Sebuah perhelatan budaya dan kuliner bertajuk UNI PARJO (Urang Minang Pasar Jongke)...

Event Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya Jawa Tengah

Soloevent.id - Perayaan Event Bukan Musik Biasa (BMB) kembali digelar di Pendopo Wisma Seni...

Bakdan Ing Sala 2026: Alasan Kenapa Mudik ke Solo Selalu Bikin Kangen!

Soloevent.id - Liburan lebaran di Kota Solo tahun ini lebih seru dan meriah. Ada...

More like this

UNI PARJO, Peresmian Ikon Baru Akulturasi Budaya Minang dan Jawa di Pasar Jongke

Soloevent.id - Sebuah perhelatan budaya dan kuliner bertajuk UNI PARJO (Urang Minang Pasar Jongke)...

Event Bukan Musik Biasa Hadirkan Musik Religi Etnik Jawa di Taman Budaya Jawa Tengah

Soloevent.id - Perayaan Event Bukan Musik Biasa (BMB) kembali digelar di Pendopo Wisma Seni...

Bakdan Ing Sala 2026: Alasan Kenapa Mudik ke Solo Selalu Bikin Kangen!

Soloevent.id - Liburan lebaran di Kota Solo tahun ini lebih seru dan meriah. Ada...